26 | yang (akhirnya) terkatakan

91 7 10
                                        

‹ ‹ d u a p u l u h e n a m › ›

Jantung seluruh anak kelas 12 tampaknya berdebar kencang hari ini. Pasalnya, hari ini adalah hari penentuan apakah mereka bisa dapat kesempatan untuk masuk perguruan tinggi negeri impian mereka tanpa susah-susah melalui jalur ujian tulis alias SBMPTN atau tidak. Andai saja mereka lolos SNMPTN, alangkah indahnya liburan sepanjang liburan musim panas.

Keira sudah termenung di depan laptopnya sejak setengah jam yang lalu. Di saat-saat seperti ini, biasanya server memang penuh oleh siswa-siswa yang ingin mengakses website SNMPTN secara bersamaan. Jantungnya berdebar hebat. Walaupun Keira sudah menyiapkan skenario terburuk yaitu tidak lolos kuota, tetapi selama tiga tahun terakhir ia tahu persis kalau ia benar-benar belajar bersungguh-sungguh.

"Kei, gimana udah bisa log in belum?" tanya ibu Keira masuk ke kamarnya, sambil membawa secangkir teh hangat.

"Belum nih Ma, masih penuh server-nya," ucap Keira ketika laman situs tak kunjung ke-load.

Tiba-tiba saja ponsel Keira berbunyi beberapa kali. Notifikasi tersebut berasal dari grupnya yang berisi dirinya, Sheryl, dan Nanda.

tea-spilling lair (3)

Sheryl: Udah pada bisa belum? Kok gue nggak bisa-bisa sih dari tadi? Sebel.

Nanda: Guys...

Sheryl: LO UDAH KEBUKA?

Keira: Gimana?!

Nanda: Gue dapet kuota!

Sheryl: AAA CONGRATS NANDA!

Keira: SELAMAT! Semoga punya gue sama Sheryl juga cepet kebuka

Sheryl: Ehhh gue juga udah kebuka

Nanda: GIMANA SHER?

Sheryl: Puji Tuhan, gue dapet juga!

Keira makin merasa was-was. Ia senang kedua temannya mendapatkannya, tetapi ia tidak bisa membayangkan perasaannya jika di antara mereka bertiga, hanya dirinya yang tidak lolos di tahap paling awal menuju universitas impiannya.

Namun sepersekian detik kemudian, layar laptopnya yang awalnya hanya putih kini berubah menjadi tampilan situs SNMPTN dan di situ ada pilihan untuk melanjutkan pendaftaran dan lain-lain. Cewek itu berteriak sampai ibunya yang sedang berbaring di tempat tidurnya terlonjak.

"Ma, Keira dapet kuota!" serunya sambil melonjak-lonjak.

"Alhamdulillah, Mama kasih tahu Ayah dulu ya," kata ibu Keira langsung meraih ponselnya dan mengetik pesan ke beberapa orang. Keira pun begitu.

Keira: Guys, gue juga dapet!

Sheryl: YAAAY!

Nanda: AKHIRNYA KEBUKA JUGA

Lalu kini grup Captivated (tanpa Adam) yang heboh.

Captivated (4)

Ivan: Woy, gimana pada dapet nggak?

Yoga: Nggak :( emang udah yakin nggak dapet sih kok tetep sedih dikit ya.

Keira: Yoggg :( masih ada SBM tenang!

Ivan: Semangat Yog!

Ernest: Jangan nangis Yog utututu

Yoga: Bacot lo, Nest. Eh, gimana pada dapet kuota nggak?

Ivan: Dapet nih, Alhamdulillah.

Ernest: Dapet juga

Keira: Me too hehe

QuaternaryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang