5. Festival Jepang 2020

2.1K 299 227
                                        

Listen: With You - Chris Brown
(when it goes to Irina and Axel scene)

------

Irina tidak pernah menyangka kalau di sela-sela waktu sibuk Juna belakangan ini, cowoknya masih menyempatkan waktu untuk menjemputnya siang ini. Seperti sekarang, saat membuka gerbang coklat, mobil Juna sudah terparkir rapih. Lalu setengah jendelanya terbuka dan menampilkan senyum khas pria itu.

"Tumben?" Sapa Irina sambil mendekat ke mobil.

Juna tidak membalas, hanya memberikan kode agar wanita itu segera masuk ke dalam.

"Maaf ya semalem, ngerepotin pasti..."
Juna menjawab setelah memastikan Irina telah masuk dan memasang sabuk pengaman pada tubuhnya. Pria itu mulai memutar kunci dan menjalankan mobilnya dengan tenang.

"Engga kok, kan temen-temen kamu bantuin juga."

"Iya Byuno udah cerita, tapi tetep aja jadi gak enak sama kamu..."

Irina tersenyum menanggapi ucapan Juna barusan. Sebenarnya kalau dipikir-pikir, Irina tidak suka klub malam. Banyak orang-orang yang memiliki pikiran dan masalah-masalah disana, makanya Irina benci. Tapi setiap apapun yang Juna pilih, Irina akan mengangguk. Seolah-olah ia juga menyukainya sama seperti pria itu memilihnya.

"Jadi hari ini anterin aku karena balas budi ya?"

"Enggak juga, aku kangen sama kamu..."

Ucapan Juna barusan membuat Irina menggelengkan kepala dan tertawa. Jujur ataupun tidak ucapan pria tadi, tetap saja membuat hati Irina bahagia.

"Kantor kamu aneh juga sih, masa hari libur disuruh masuk." Juna membuka obrolan. Menyadari bahwa ini hari Sabtu dan Irina masih saja pergi ke kantor untuk mengisi keperluan.

"Paling juga ngerjain laporan sebentar, habis itu langsung pulang." Balas Irina jujur. Dia tidak masalah sama sekali untuk masuk hari ini karena Irina lebih suka menghabiskan waktu di luar rumah.

"Nanti kalau aku gak pergi, aku jemput ya Na..." Juna mengatakannya sambil mengelus kepala Irina dengan sebelah tangan.

Tapi jawaban Irina selanjutnya membuat Juna menolehkan kepala untuk fokus kepada wajah cewek itu.

"Jangan janjiin sesuatu," Irina menggantungkan ucapannya sebelum kembali melanjutkan.
"Kalau emang bisa, jemput dadakan aja. Jangan kabarin aku bisa atau enggak."

"Kok gitu?" Juna bertanya karena merasa aneh. Jarang-jarang banget dengar Irina menolak ide dan permintaannya.

"Soalnya aku jadi berharap..." Tapi kemudian wanita itu tertawa, menunjukkan senyum lebar seolah terlihat tidak masalah dengan apapun yang ada di pikirannya saat ini.

Juna ikut tersenyum, sebelah tangannya menuju kepala Irina dan mengusap pelan helaian rambut hitamnya.
"Cantik banget hari ini," Pujinya menatap Irina yang mengenakan kaos putih lebih santai dibandingkan pakaian seragam kerja sehari-hari.

Mereka sudah sampai tepat di depan gedung kantor jurnalis Irina. Wanita itu menatap Juna sambil tersenyum membalas kata-kata yang dikatakannya sebagai pujian. Seperti biasa, Juna akan memujinya setiap bertemu dan hal sekecil itu mampu mencetak senyum Irina dengan mudah.

SentimentallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang