PART 7

31.1K 1.3K 16
                                        

Mereka bertiga, yaitu Stevani, Stella, dan Keisya pergi kekantin. Sesampainya dikantin

“Kalian pesan apa nih?” tanya Keisya.
“ Alah samain aja deh sama Kei” jawab Stevani.

“Oke”

Akhirnya Keisya datang dengan membawa 3 mangkok mie ayam dan 3 gelas teh yang dibawa abang kantinnya.

“Makasih bang,” Ucap Keisya. Abang kantinyapun hanya menganggukkan kepalanya.

“ Em, oh ya Stev, kemarin lo kenapa sih kok nggak masuk. Katanya kamu ada acara keluarga. Emang acara apa sih?” tanya  Stella.

Stevanipun hampir tersedak mendengar pertanyaan sahabatnya itu.

“Iya ya Stev, kenapa?” tambah Keisya.

“Emm, kemarin aku pergi kerumah nenek, dan disana ada acara reunian kelurga gitu.” Jawab Stevani dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Merekapun hanya ber “oh” ria.

-Skip Pulang sekolah-

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Stevani langsung pulang. Stevani berpikir bahwa dia akan pulang dengan angkot saat ini. Sesampainya di gerbang sekolah ada sebuah motor yang menghampiri Stevani, iya itu motor Devano.

“Naik” Suruh Devano.

“Ehh, ng-nggak usah Van, aku mau naik angkot aja, soalnya mau ke toko buku dulu.” Ujar Stevani.

“Gue anterin.”

“Hah, beneran”

“Hm. Devano langsung memberikan helm kepada Stevani.

Sesampainya di toko buku, mereka langsung memilih-milih buku. Novel, apalagi yang sangat-sangat Stevani ingin beli. Akhirnya Stevanipun mengambil sebuah novel, saat melihat harganya, Stevanipun langsung membulatkan matanya. Akhirnya Stevaipun mengembalikan buku tersebut

“Kenapa nggak jadi?” Tanya Devano tiba-tiba.

“Emm, ah enggak kok, emang nggak suka aja sama bukunya.” Ujar Stevani.

“Nggak suka sama bukunya, apa sama harganya?”

Stevani langsung teranjak kaget.

“Udah, ambil aja. Gue yang bayar.”

“ng-nggak usah Van, aku nggak mau ngrepotin kamu.” Ucap Stevani dengan menunduk.

“Gue ini suami lo, apapun yang lo inginkan, kalau gue mampu, pasti gue penuhin. Sekarang lo udah jadi tanggung jawab gue.” Kata Devano lirih.

Stevanipun lagi-lagi kaget dengan penuturan Devano, ada rasa senang, dan juga ada rasa malu. Akhirnyapun Stevani mengambil novel itu.

Jangan lupa vote and comen 🍃

My Husband Is DEVANO (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang