PART. 11

29.4K 1.3K 26
                                        

Jangan cuma jadi silent readers ya.
Klin bintang yang ada dibawah.
Jangan lupa juga follow my acount.🥰🥰

Selamat membaca.....❣️

Bel pulang sekolah telah berbunyi 5 menit yang lalu. Stevani langsung mengemasi barang-barangnya dan memasukkannya kedalam tas.

"Van, Lo pulang sama siapa? " Tanya Stella.

"Eem, gue pulang naik angkot." Jawabnya

"Bareng gue aja ya" ajak Stella.

"Nggak usah la, gue mau ke toko buku juga soalnya."

" Oh yaudah. Gue sama Keisya duluan ya"

"Iya"

Saat Stevani berjalan mengelewati koridor, dia berpapasan dengan seseorang.

"Hai" sapa orang itu.

"Oh, hai" Jawab Stevani ramah.

" Lo bukannya Stevani kan, anak kelas  11 MIPA 2" Tanya orang itu.

"Iya"

"Kenalin, gue Aldi kelas 11 IPS 3" Ucap Aldi dengan mengukuhkan tangannya ke Stevani.

" Oh iya" Jawab Stevani dengan membalas uluran tangannya.

" Lo pulang sendiri?"

" Iya"

"Mau bareng gue nggak?" Tawar Aldi

"Nggak usah, soalnya gue mau ke toko buku"

"Wah, smaan doang. Padahal gue juga mau minta Lo nganterin gue ke toko buku."

"Emm, yaudah deh"

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat obrolan dia. Devano. Tanya langsung mengepal sampai urat-urat jarinya tangannya memutih.

"Kenapa gue nggak rela liat lagi Deket dengan cowok lain sin Van. Apa mungkin gue udah mulai punya perasaan sama Lo" Guman Devano.

Sesampainya di toko buku. Stevani langsung turun dari motor Aldi dan langsung memasuki toko tersebut. Dia langsung menuju ke arah rak-rak yang terdapat jejeran novel.

"Wah, banyak banget novel baru. Jadi bingung mau pilih" Ucap Stevani lirih.

"Lo suka Van, kalo Lo suka ambil aja. Nanti gue bayarin" ucap Aldi.

" Nggak usah lah Al. Gue bayar sendiri aja. Gue nggak mau ngrepotin Lo. "

" Udahlah nggak papa"

"Em, sekali lagi makasih ya Al."

"Iya, eh Van gue boleh nggak minta nomor Lo"

" Em boleh, 08**********

" Thank you, yaudah Yuk, keburu hujan nih."

-skip rumah Stevani-

"Makasih ya Al"

"Iya gue juga makasih ya buat waktunya"

Stevani langsung memasuki rumahnya. Terlihat Devano sedang memainkan ponselnya. Stevani memasuki kamarnya dan membersihkan badannya yang mulai agak lengket. Setelah itu dia pergi ke dapur untuk memasak. 

" Van, makanannya udah siap" panggil Stevani.

Tanpa menjawab, Devano langsung menaruh hpnya di saku celananya dan berjalan menuju meja makan.
Hanya ada dentingan sendok yang terdengar.

"Dari mana" tanya Devano tanpa lepas dari makanannya.

" Tadi dari toko buku"

"Sama siapa"

"Tadi sama temen"

"Oh"

Setelah selesai makan, Stevani mencuci piring-piring kotor. Lalu dia menuju ke kamarnya. Terdengar hpnya berbunyi. Stevani langsung mengambil hpnya.

+62***********
Hai Van👋
                

Stev. prici
Siapa ya?

+62***********
Gue Aldi. Save nomor gue ya

Stev.prici
Oke, back ya

Stevani langsung menutup hpnya. Dia mulai merebahkan badannya ke atas kasurnya. Dia melihat ke arah langit- langit atapnya. Tanpa dia sadari, ternyata ada seseorang yang mengintip Stevani dari pintu yang sedikit terbuka.

" Apakah salah ya, kalo gue cemburu. Apakah benar yang dikatakan Nimara tadi. Kenapa gue jadi kesel gini sih. Oke, gue emang udah sayang sama Devano. Tapi apa dia juga sayang sama gue ya. Ah nggak mungkinlah diakan udah pacaran sama Nimara." Tak terasa sebulir air mata Stevani jatuh.

"Gue akan perjuangin ini semua. Walaupun gue sendiri yang berjuang, gue nggak akan menyerah. Gue sayang sama Lo Van. Tapi kanapa Lo selalu dingin sama gue" lanjut Stevani dengan air mata yang mengalir deras dipipinya.

Tiba-tiba mata Devano berkaca-kaca mendengar kata -kata Stevani. Entah kenapa, dia merasa sesak melihat Stevani mengis.

"Lo nggak sendiri kok Van, gue akan coba berjuang demi Lo" Ucap Devano dalam hati.

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

Lama nggak updet ya, maaf.
Jangan lupa tunggu next berikutnya ya.

Slam manis dari Author😝

My Husband Is DEVANO (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang