PART. 13

27.3K 1K 16
                                        

Tak semua orang berhak diperjuangkan. Perjuangkan yang mau memperjuangkanmu.
-Stevani.

Cahaya mulai bersinar terang. Kejadian semalam masih terngiang-ngiang di pikiran Stevani.

"Ternyata perjuanganku selama ini tidak sia-sia. " Gumam Stevani.

Dia langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi. Setelah itu memakai seragamnya untuk bersiap-siap ke sekolah. Hanya dengan memoleskan bedak tipis dan sedikit lip balm di bibirnya. Lalu segera menuju ke meja makan untuk mempersiapkan saraoannya untuk Devano.

"Pagi Van, " ucap Devano dengan senyum yang terukir diwajah tampannya.
Stevani terlonjak kaget. Karena ini adalah pertama kalinya Devano menyapanya di pagi hari.

"Pagi juga Van. Eh nih sarapannya. Yaudah aku berangkat dulu ya. " Ucap Stevani dengan senyumnya.
Tangan Stevani langsung dicekal oleh Devano.

"Kita berangkat bareng."

Sesampainya di sekolah. Banyak cibiran-cibiran para murid
SMA Pancanegara.

"Itu bukannya Stevani ya, dari kelas 12 MIPA 2. Kok dia bareng Devano sih."

"Mereka ada hubungan ya"

Yaampun couole goals banget"

"Awas aja tu cewek. Belum kenal gue ternyata"

Devano langsung berbisik,

"Nggak usah didengerin. Mereka iri aja tu" Stevani hanya menganggukkan kepalanya tanpa lepas dari kepalanya yang masih menunduk.

Sesampainya di depan kelas 12 MIPA 2

"Yaudah Dev,aku masuk kelas dulu ya."  Ucap Stevani.

"Semangat ya belajarnya." Balas Devano dengan mengusap kepala Stevani.

Deg

"I-iya, yaudah kamu masuk kelas juga, nanti telat loh."

"Iya" jawab Devano.

Tanpa mereka sadari ternyata banyak yang melihat adegan tersebut.

"Yaampun Devano sweet banget sih."

"Baoer nih gue jadinya"

"Devano, kapan sih aku kamu gituin"

"Awas Lo cewek cupu"

"Woe, Stevani udah Dateng. Lo tau nggak sih, semua itu pada ngomongin elo tauk. Emang hubungan Lo sama Devano itu apa sih Van, curiga deh gue." Celoteh Keisya.

"Iya sebenarnya Lo ada hubungan apa sih sama Devano. Gue penasaran sumpah Van" Tambah Stella

"Yaudah deh, nanti gue ceritain" kata Stevani

"Oke, lo punya utang penjelasan sama kita"

"Eh, sekarang kita jamkos nih, pak Bowo lagi gak masuk." Ucap Beri si ketua kelas.

"Yeeee" sorak mereka semua

"Van, mumpung sekarang nih kita jamkos. Gue mau Lo sekarang aja jelasinnya. Gimana?" Ujar Keisya yang tidak sabaran.

"Em, oke deh. Kalo gitu ke roftop aja gimana"

"Kuy lah" ucap Keisya dan Stella serempak.

Sesampainya di roftop sekolah, mereka langsung duduk-duduk di lantai roftop.

"Gimana ceritanya Van" tanya Stella.

"Gini, gue akan cerita, tapi kalian semua jangan teriak oke."

"Okelah" jawab mereka serempak.

"Jadi sebenarnya gue sama Devano dijodohin"

"Hah" teriak Stella dan Keisya.

"Ih tuh kan kalian teriak. Nggak asih ah" kesal Stevani.

"Hehehe ya maaf Van. Tapi beneran Lo dijodohin sama Devano" tanya Keisya.

"Iya,"

"Kok Lo gak undang kita sih Van. Wah parah Lo" ujar Keisya

"Inikan semua dirahasiakan Kei, ya nggak mungkin lah kalo kalian diundang. Ada-ada aja. Yang pentingkan aku udah jujur sama kalian" jawab Stevani

"Oke, terus sekarang Devano gimana?"

"Maksudnya gimana"

"Lo bisa gitu hidup sama Devano? Secarakan Devano itu kayak es balok Van sifatnya. Gak peduli sekitar" cerosos Keisya.

"Sedingin-dngunnya es balok, pasti juga akan mencair kok. Lagipula dia juga mau belajar untuk sayang sama gue kok" balas Stevani dengan senyuman.

"Yaudah deh Van. Kita disini cuma bisa berdoa yang terbaik untuk kebahagiaan Lo. Semoga hubungan Lo sama Devano selalu baik-baik aja. Kita akan selalu dukung Lo kok" ucap Stella bijak.

"Makasih ya, kalian emang sahabat aku yang paling baik" ucap Stevani dengan memeluk kedua sahabatnya.


🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀

Teng teng teng....

Alhamdulillah part kali ini udah selesai.

Kalian para readers jangan lupa dong vote dan komen ya. Sebanyak-banyaknya. Biar author lebih semangat buat ngetiknya. Oke...

Love you(。♡‿♡。)

My Husband Is DEVANO (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang