Happy Reading ❣️
Besok adalah waktu ujian Semester ganjil dilaksanakan. Stevani sangat menyiapkannya dengan matang, walaupun ini bukan ujian nasional. Dia tidak ingin meremehkan tugasnya. Devano pun demikian. Mereka sering belajar bersama.
"Ahh, capeknya." ujar Stevani sambil meregangkan otot-ototnya.
Devano menatap Stevani dan tersenyum lalu mengelus rambut Stevani dengan sayang. "Sekarang kamu tidur gih. Udah malem. Takutnya besok telat."
"Yaudah deh. Aku tidur duluan ya. Good night my hubby." Ucap Stevani sambil terkikik, lalu dia berlari ke kamarnya karena malu.
Devano terkejut dengan ucapan Stevani, senyum terbit diwajahnya.
"Night too my wife" jawab Devano dengan gumaman.
🍃🍃🍃
Keesokan harinya, Stevani sudah siap dengan seragamnya. Dia menuruni tangga dan menuju dapur untuk membuatkan sarapan untuk Devano.
Selesai mengoleskan selai coklat diatas roti, Stevani memanggil Devano. Saat akan memanggil, ternyata Devano sudah menuruni tangga dengan tas yang ada di bahunya.
"Tambah ganteng aja suamiku" gumam Stevani sambil terkikik.
"Pagi sayang" sapa Devano.
"Pagi. Cuma sama roti. Gapapa kan"
"Iya ga papa"
"Udahkan. Yuk berangkat" ajak Stevani. Devano mengangguk mengiyakan.
Sesampainya disekolah, Stevani dan Devano sama-sama mencari ruangan mereka. Karena ruangnya diacak.
"Van" panggil seseorang, siapa lagi kalau buka kedua sahabat Stevani, Keisya dan Stella.
"Hei"
"Lo dapet ruangan berapa, ?" Tanya Stevani.
"Gue dapet ruangan 3 bareng Lo juga" ucap Stella girang.
"Kalo gue dapet ruangan 2. Nggak sama kalian. Huwa"
"Kan istirahat masih bisa ketemu. Lebay lu" cibik Stevani. Keisya mendengus.
"Hei pa bos" panggil Si curut Ferdi.
"Kita seruangan pa bos. Yeee"
Devano mengangkat sebelah alisnya.
"Eh ada Keisya. Selesai UAS liburan yuk" ajak Ferdi.
Keisya malu-malu kucing dibuatnya.
"Selesai UAS aja kita omongin. Kita liburan bareng-bareng aja." Timbrung Stevani.
"Hehehe oke Bu bos."
🍃🍃🍃
Tak terasa hari ini adalah hari terakhir UAS. Stevani sangat lega. Ya walaupun masih banyak ujian-ujian yang akan dilaluinya.
Dikantin, Stevani dan kedua sahabatnya, beserta Stevani dan kedua sahabatnya tengah berkumpul disalah satu meja pojok kantin.
"Giaman nih?" Tanya Ferdi.
"Emm, kita ke villa bokap gue aja gimana? Disana juga ada pantainya". Ucap Rasya
"Nah boleh tuh" jawab Stevani
"Giaman kalian setuju nggak? Yah itung-itung buat hemat pengeluaran, gak bayar kan Sya nginepnya? Sambung Stevani dengan cengengesan.
"Dasar maunya gratisan." Timbrung Stella. Stevani mencibikkan bibirnya.
"Boleh aja. Jadi kapan nih kita berangkatnya" ucap Devano.
"Besok sore aja gimana?" Ucap Keisya antusias.
"Boleh tuh. Oke"
"Ohh jadi mereka mau mau liburan. Oke kebahagiaan Lo akan segera berakhir Stevani" Ucap seseorang dibalik dinding kantin.
Stevani pulang bersama Devano seperti biasa.
"Em Van. Kok kamu ajak mereka sih. Kan aku maunya kita berdua doang liburannya"
Stevani menatap Devano lekat, "kan kalo bareng-bareng jadi asik. Jadi rame. Kan masih ada waktu lain buat liburan berdua. Setelah UN aja gimana?" Tawar Stevani.
Devano mengembuskan nafasnya," yaudah deh" jawabnya dengan lesu.
"Jangan gitu dong. Semangat" Devano tersenyum ke Stevani dan menariknya kedalam pelukannya.
🍃🍃🍃
Dipagi harinya Stevani bersama Devano pergi ke Mall untuk membeli perlengkapan liburan mereka.
"Kamu mau beli apa" Tanya Devano.
"Emm, aku kayaknya mau beli setelah baju satu aja deh Van. Buat berangkat nanti."
"Oke. Kesana yuk"
Mereka menuju disalah satu toko fashion.
"Ih bagus banget. Menurut kamu aku cocok pakek warna abu-abu apa biru Dongker?"
"Cantikan semua"
"Ish aku tanya"
"Yang birdong cocok"
"Kalo yang birdong ini aku keliatan gelap. Nanti gerah dong. Aku yang abu-abu aja deh" ucap Stevani dan mengambil pakaian pilihannya.
Devano memelototkan matanya. "Kalo kamu bisa memilih, ngapain tadi tanya ke aku" ucap Devano sambil menahan emosinya
"Oh, jadi kamu nggak suka gitu aku tanya?" Ujar Stevani dengan menaikkan nadanya.
"Oke, aku pergi" setelah membayarnya, Stevani meninggalkan Devano yang masih termenung.
"Kok malah jadi dia yang marah sih. Argh" Gumam Devano sambil meremas rambutnya.
"Stevani tunggu" Teriak Devano.
🍃🍃🍃
Holla I'm comeback.🥳
Sorry ya lama nggak update.
Pikiran author lagi buntu. Apalagi banyak tugas yang menumpuk.
Selalu semangat bacanya ya.
Salam manis dari Author😘🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is DEVANO (SUDAH TERBIT)
Ficção Adolescente- - - - - - - Seorang cewek yang memiliki paras cantik, dan memiliki sifat ceria dipertemukan dengan seorang cowok tampan yang memiliki sifat dingin bagaikan es balok. Mereka dijodohkan dengan tiba-tiba dengan orang tuanya. "Jika kamu mau bersa...
