" Lo Stevani kan? " Tanya seseorang yang tiba-tiba menghentikan Stevani yang tengah berjalan.
"Iya. Lo bukannya Zea ya" Tanya Stevani
"Iya, emangnya kenapa. Lo kenapa sih sok kecentilan banget didepan Devano? Hah?Gue eneg tau nggak liatnya." Ucap Zea dengan nada yang penuh dengan amarah.
"Siapa juga yang kecentilan" elak Stevani.
"Lo itu cuma dijadiin pelampiasan aja sama Devano. Sebenarnya Devano itu masih cinta sama gue. So, Lo nggak usah terlalu berharap lebih sama dia. Ngerti Lo." Ucap Zea dengan meremehkan. Dan dia langsung meninggalkan Stevani.
Mata Stevani sudah berkaca-kaca mendengar perkataan Zea. Tapi dia selalu percaya bahwa Devano tidak akan pernah menghianatinya.
⭐⭐⭐
Stevani berjalan menuju kelasnya. Dia langsung menuju tempat duduknya dan mendaratkan bokongnya dan menelusupka kepalanya di tumpukan tangannya diatas meja.
"Kenapa sih Van?" Tanya Stella.
Stevani hanya menggelengkan kepalanya.
"Iya, pagi-pagi udah ditekuk aja mukanya. Ada masalah? Kalo ada kita siap kok denger cerita Lo. Kita kan sahabat" ucap Keisya dengan semangat. Mendengar itu, Stevani langsung mengangkat kepalanya.
"Makasih ya. Kalian selalu ada buat gue. Gue sayang kalian" ucap Stevani sambil memeluk kedua sahabatnya.
"Eh iya Van. Kemarin Aldi. Nyariin lo" ucap Keisya.
"Aldi? Ngapain? "
"Entahlah".
Tak lama kemudian, guru Bahasa Indonesia yang terkenal killer masuk kelas.
"Selamat pagi anak-anak. " Sapa Bu Sustiani. Selaku Guru bahasa Indonesia.
" Selamat pagi Bu" jawab murid-murid serempak.
"Baik, sekarang kita masuk ke bab baru yaitu Bab negosiasi. Silahkan kalian pelajari dulu hal 36 sampai 45."
"Iya Bu"
⭐⭐⭐
Kring.. kring..
"Uhh, akhirnya. Selesai juga" ucap Keisya.
"Iya, gue bosen tauk dengerin Bu Sus tadi" Tambah Stella.
"Kalian nggak boleh kayak gitu kalik" lerai Stevani.
"Yaudah yuk, perut gue udah teriak-tariak nih." Keluh Keisya.
"Yuk" ucap Stella dan Stevani serempak.
Sesampainya di kantin, mereka mencari tempat duduk yang sekiranya kosong. Setelah mendapatkannya,
"Kalian pesena apa, gue pesenin" Tawar Keisya.
"Gue mie ayam sama Es teh " jawab Stevani.
"Gue siomay sama es jeruk" tambah Stella.
"Oke"
Terdengar sorak murid-murid, ternyata mist wanted sekolah berdatanga. Membuat para siswi ramai dibuatnya.
Stevani tak sengaja menatap mata seseorang yang selalu membuat hari-harinya behagia. Orang yang ditatapnya pun balik menatap Stevani. Stevani yang melihatpun langsung memutuskan kontak mata terlebih dahulu.
Selesai makan, mereka kembali kekelas. Saat di perjalanan mereka berpapasan dengan Aldi.
"Hai" sapa Aldi
"Hai" sapa mereka bertiga.
"Em gue boleh ngomong sama Stevani bentar nggak?" Tanya Aldi dengan menatap Stevani.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is DEVANO (SUDAH TERBIT)
Teen Fiction- - - - - - - Seorang cewek yang memiliki paras cantik, dan memiliki sifat ceria dipertemukan dengan seorang cowok tampan yang memiliki sifat dingin bagaikan es balok. Mereka dijodohkan dengan tiba-tiba dengan orang tuanya. "Jika kamu mau bersa...
