PART. 26

19K 674 33
                                        

Happy reading 🤗
Maafkan jika ada typo😁

Stevani bangun dari tidurnya dan langsung beranjak ke kamar mandi. Stevani langsung buru-buru untuk berangkat sekolah. Padahal jam masih menunjukkan pukul 06.15

Devano keluar kamar, saat hendak akan menuju dapur dia tidak melihat Stevani sama sekali. "Apakah Stevani sudah berangkat. Tapi kenapa dia nggak tunggu gue". Gumam Devano.

Sesampainya di sekolah Stevani berjalan menuju kelasnya. Kelas masih tampak sepi. Karena ini masih pagi. Biasanya kelas akan ramai jika sudah jam 06.45. Akhirnya Stevani pergi ke perpustakaan untuk menghilangkan rasa bosannya. Perpustakaan memang sudah dibuka dari jam 06.15.

Stevani melihat-lihat buku yang tertata rapi diatas rak-rak yang tinggi. Stevani sudah jarang pergi ke perpustakaan semenjak dia sudah menikah dengan Devano.
Akhirnya Stevani mendapat kan buku yang akan dia baca. Yaitu Novel.

Setelah sampai disekolah, Devano langsung berjalan menuju ke kelas, bukan ke kelasnya melainkan ke kelas Stevani. Sesampainya di depan kelas Stevani, kelas masih nampak sepi. Tidak ada seorangpun yang ada disana. Devano bingung harus mencari Stevani kemana. Sekelebat pikiran Devano bahwa Stevani suka membaca. Apakah Stevani ada di perpustakaan.

Sesampainya di perpustakaan, terlihat seorang perempuan duduk dikursi sambil menelungsupkan kepalnya. Apakah itu Stevani? Pikir Devano. Akhirnya Devano menghampirinya.

"Van" panggil Devano pelan sampil menepuk bahunya.

Mendengar suaranya dipanggil, Stevani mengangkat kepalanya. Terkejut bukan main. Tapi Stevani menutupinya dengan diam.

"Kamu kenapa? Ada masalah?" Tanya Devano.

"Hem enggak kok. Aku nggak papa" jawab Stevani sambil menampilkan fake smile nya.

"Kamu kenapa tadi bernagjat dulu. Nggak ngabarin juga lagi"

"Aku cuman lagi pengen berangkat awal aja."

"Dari kemarin kamu diem aja. Kamu kenapa? Jangan bikin aku khawatir."
Perpustakaan memang masih sepi. Penjaga perpus pun mungkin juga belum datang.

"Oh iya kemarin kamu darimana. Kok pulangnya nggak nyamperin aku" tanya Stevani sampul tersenyum tipis.

Devano menghembuskan nafasnya pelan, "aku kemarin nganterin Zea kerumah sakit. Ibunya sakit"

"Oh"

"Maaf ya kemarin aku nggak ngabarin kamu. Soalnya hpku mati."

"Iya nggak papa".

"Hai Devano" panggil seseorang, diambang pintu. Zea, dia adalah Zea.

"Zea"

Zea menghampiri Devano kemudia dia duduk disamping Devano.

"Tumben kamu ke perpus. Ngapain?"tanya Zea, dan menatap Stevani sinis.

"Aku lagu nyamperin Stevani"

"Oh iya. Nanti anterin aku kerumah sakit lagi ya Dev. Aku kangen mama"

Devano tersenyum dan akhirnya mengangguk. Mata Stevani sudah terasa panas. Air matanya pun hampir keluar. Apakah Devano tidak peka dengan perasaan Stevani saat ini. Karena sudah tidak kuat, Stevani beranjak dari duduknya, dan meninggalkan mereka berdua diperpus.

"Van kamu mau kemana" teriak Devano. Stevani tidak menjawabnya dan melanjutkan jalannya.

"Udah deh Dev. Kita ke kelas yuk" ajak Zea. Devano hanya pasrah.

Stevani berjalan menuju taman belakang moodnya sudah hancur. Dia ingin membolos pelajar untuk hari ini. Pikirannya hancur.

Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahu Stevani dari belakang,
"Hei Van" panggil orang itu.

"Aldi" Stevani segera menghapus air matanya.

"Lo kenapa? Ada masalah ya" tanya Aldi.

"Gue nggak papa kok."

"Lo boleh cerita sama gue. Lo boleh anggap gue ini sahabat Lo. "

Stevani menatap Aldi. Stevani mengembuskan nafas ya pelas.

"Gue kecewa sama Devano"

"Emang nya apa yang terjadi" tanya Aldi penasaran.

"Dia lebih mentingin mantannya daripada gue. " Air mata Stevani sudah mengalir deras. Karena sudah tak tahan dadanyapun mulai sesak.

"Lo harus sabar. Lo nggak boleh lari dari masalah Lo. La jurus kuat. Coba Lo tanya baik-baik ke Devano. Apa alasannya dia mentingin Zea daripada Lo" jelas Aldi.

"Tapi gue udah terlanjur kecewa sama dia Al. Gue benci sama dia. Apaungkin perasaannya ke Zea belum hilang." Tangis Stevani. Aldi yang melihatnya sangat tidak tega. Aldi menarik Stevani dan mendekapnya kedalam pelukannya.

"Em, Van. Gimana Lo nanti sepulang sekolah gue ajak Lo jalan. Ya itung-itung buat ngehibur Lo gitu."

Stevani mengangguk dengan semangat. "Thanks ya Al, Lo udah ngehibur gue" ucap Stevani.

"Iya kan kita sahabat." Ucapnya . 'gue sayang sama Lo Van. Tapi gue akan selalu buat Lo bahagia. Gue pengen liat Lo hidup bahagia walaupun nggak sama gue' ucap Aldi dalam hati.

"Yaudah sekarang Lo masuk gih ke kelas. Jangan bolos, nggak baik. Kan sekarang kita udah kelas 12. Sebentar lagi kita ujian" lanjut Aldi.

"Iya. Yaudah gue duluan ya" . Stevani meninggalkan Aldi yang masih ditaman.

"Gue harus apa Van. Apa gue rela liat Lo sama orang lain. " Gumam Aldi.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Maaf ya buat part kali ini cuman dikit.
Jangan lupa Vote and comen sebanyak-banyaknya.
Oke🥰
Jangan lupa juga follow akun author ya.

Salam manis dari Author 😘

My Husband Is DEVANO (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang