PART 27

19.4K 702 46
                                        

Happy Reading para Readres tercinta❣️❣️🥰
Maaf jika ada typo

Sepulang sekolah, Stevani tetap seperti tadi pagi. Hanya murung. Stella dan Keisya yang melihatnya pun sangat tidak tega. Mereka sudah tau apa yang telah menimpa Stevani hari ini. Mereka sangat kecewa dengan Devano.

Dikelas Devano, Zea terus saja mendekati Devano. Tetaoi Devano tetap biasa saja, tanpa memikirkan perasaan Stevani. Tidakkah dia peka?.

Setelah selesai memasukkan barang-barang nya ke tas. Stevani beranjak dari tempat duduknya.

"Gue duluan ya" ucapnya kepada kedua sahabatnya.

"Lo mau kemana Van. Kok kayak nya Lo buru-buru banget." Tanya Stella.

"Gue ada janjian sama Aldi"

"Ngapain" tanya Keisya.

"Udahlah. Mungkin Stevani juga butuh hiburan." Lerai Stella.

"Yaudah gue duluan ya. Kalian hati-hati pulangnya."

"Iya, Lo juga hati-hati"

Aldi berjalan menuju kelas Stevani. Senyumnya tak pudar-pudar sedari tadi. Walaupun dalam hati kecilnya sedikit ada kekecewaan. Bukankah cinta tidak harus memiliki?

"Aldi" panggil Stevani di depan pintu kelas.

"Hai Van. Udah dari tadi ya"

"Enggak kok. Baru aja keluar kelas."

"Yaudah yuk. Keburu sore"

"Yuk"

Devano berjalan menuju kelas Stevani. Niatnya dia ingin mengajak Stevani pulang bareng. Sudah lama dia tidak pulang pergi bersama Stevani semenjak Zea ada masalah dalam keluarganya dan dia harus rela mengantar Zea pergi datang rumah sakit.

Tangan Devano mengepal melihat seseorang yang dia ingin temui bersama seorang laki-laki, siapa lagi kalau bukan Aldi.
Ingin sekali Devano menohok muka Aldi. Tapi dia mengurungkan niatnya karena tidak ingin masalahnya sama Stevani terlalu rumit. Karena Devano tau pasti Stevani sedang marah karena tadi pagi.

Disepanjang jalan, Aldi dan Stevani hanya membisu. Karena tidak tahan dengan Susana seperti ini, Aldi memecahkan keheningan, "Van" panggilnya.

"Iya" jawab Stevani sedikit teriak.

"Lo mau kemana" tanya Aldi.

"Bukannya Lo yang ngajak. Ya gue sih terserah Lo aja"

"Ke Timezone mau?" Tanya Aldi

"Mau" jawab Stevani semangat. Sudah lama dia tidak pergi ke timezone.

Sesampainya ditujuan, Stevani tak henti-hentinya tersenyum. Aldi yang melihatnya juga ikut tersenyum. Dia sangat bahagia jika melihat irnag yang dicintainya bahagia karena dirinya.

"Yuk masuk" Stevani mengangguk.

"Kita kesana yuk Al" ajak Stevani sambil menunjuk suatu permainan yanga akan mendapatkan boneka. (Permainannya apa ya. Author Gatau namanya heheh).

"Oke"

Aldi membeli lima koin. Aldi menggerakkan alat untuk mencapai boneka. Percobaan 1 dan kedua gagal. Saat percobaan ketiga akhirnya,

"Yeah" teriak Aldi bangga.

"Nih"

"Wah makasih ya Al." Stevani menerima pemberian boneka berbentuk Keroppi.

"Sekarang mau kemana" tanya Aldi

"Kita beli permen kapas aja ya"

"Oke"

"Mas beli permen kapasnya dua ya"

"Iya dek"

"Ini dek"

"Berapa mas"

" Tiga puluh ribu dek"

"Ini mas. Makasih ya"

"Nih Van"

"Makasih Aldi"

Jam menunjukkan pukul 17.00. Devano terus mondar-mandir memikirkan Stevani yang tak kunjung pulang sedari tadi.

"Kamu kemana sih Van. Aku chat kamu gak bales. Aku telepon kamu nggak angkat. Apa gue susulin aja ya. Tapikan gue nggak tau dia kemana. Argh" ucap Devano mulai frustasi.

"Ah iya. Gue suruh aja Rasya sama Ferdi buat nyariin Stevani."

Saat Devano ingin mengechat kedua sahabatnya, ternyata ada notif baru dari Ferdi.

Ferdi
Bro, gue tadi liat Stevani di Timezone. Dia lagi sama cowo. Tapi bener gak ya. Soalnya persis sih

Me
Thanks buat infonya.

Ferdi
Tapi kalo slaah Lo jangan marah loh Dev. Kan gue cuma kayak liat.

Me
Hm.

Setelah membalas pesan Ferdi Devano bergegas untuk menyalakan motornya.

Sesampainya di Timezone, Devano mengelilingi tempat tersebut. Dan penglihatannya berhenti pada seseorang yang sedang memakan permen kapas berdua. Apalagi yang laki-laki dengan beraninya mengusap bibir Yang perempuan. Emosi Devano sudah tidak bisa tertahankan. Devano dengan segera menghampiri mereka.

Buk

Aldi terjungkal kebelakng sambil memegang bibirnya yang sedikit berdarah akibat ditonjok oleh Devano.

"Devano. Kamu kenapa sih hah" Teriak Stevani. Stevani menghampiri Aldi dan membantunya untuk bangun.

Devano yang melihatnya langsung mengepalkan tangannya, "pulang!" Ucap Devano dengan nada dinginnya.

"Nggak" jawab Stevani.

"Pulang sekarang Stevani" ucap Devano lagi dan menatapnya tajam.

"Lo pulang aja duluan aja Van. Gue nggak papa kok."

"Kalo gue pulang, terus Lo sama gimana"

"Gue nggak papa. Cepet selesein masalah kalian." Ucap Aldi dengan lemah.

"Yaudah gue pulang dulu. Maaf ya" Aldi mengangguk.

Devano menarik tangan Stevani dan membawanya menuju tempat parkir.

Selama perjalanan tidak ada yang membuka suara. Devano memberhentikan motornya disalah satu taman. Mereka duduk disalah satu kursi yang kosong.

Devano mengehela nafasnya, " Ngapain jalan bareng Aldi. " Tanya Aldi dingin.

Stevani diam. "Aku udah bilangkan. Jauhin Aldi." Ucap Aldi lagi dengan nada tegas.

"Emangnya masalah buat kamu hah"

🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑

Hai para Readers. I'm comeback.
Gimana part kali ini. Kalo ada yang kurang jangan lupa komen oke.

Maaf baru update. Buat kalian jangan lupa vote comen ya.

Sayang kalian 🥰🥰
Tunggu part selanjutnya🤗

My Husband Is DEVANO (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang