PART. 10

30.9K 1.2K 16
                                        

Jangan lupa Follow my akun😁

Aku akan mencoba untuk menerimamu dalam kehidupanku. Walaupun rasa ini belum ada untukmu.
-Devano

Keesokan harinya, keadaan Stevani mulai membaik. Seperti biasa, dia selalu menyiapkan sarapan untuknya dan juga Devano suaminya.
Setelah semua selesai, Stevani langsung menemui Devano ke kamarnya.

Saat akan mengetuk pintu Devano, tenyata pintunya sudah lebih dahulu di buka oleh pemiliknya. Devano hanya menaikkan sebelah alisnya, tang berarti "kenapa"

"Em, Van sarapnya udah aku buatin. Aku berangkat dulu ya" Ucap Stevani

"Tunggu gue"

"Nggak usah, aku naik angkot aja."
Tangan Stevani langsung dicekal oleh Devano.

"Bareng gue, nggak Nerima penolakan."

Sesampainya di sekolah, seperti biasa banyak pasang mata yang menatap mereka.

"Kok mereka barengan sih berangkatnya"

"Tuh cewek sok cantik banget deh, eneg gue liatnya"

"Yaampun mereka cocok banget sih, jadi baper, "

"Couple goals"

Stevani hanya menundukkan kepalanya takut.

"Nggak usah didengerin." Ucap Devano. Stevani hanya mengangguk.

Sesampainya di kelas Stevani, Stevani langsung memasuki kelasnya.

" Vani, semua itu beneran?" Tanya Keisya.

"Apanya yang beneran sih kei?" Tanya Stevani.

"Lo beneran tadi berangkat bareng Devano"

"Em, iya. Tadi papasan pas di jalan. Yaudah bareng aja"

" Oh, tumben si Devano baik. Eh tapikan kemarin lusa Lo di bawa Devano ke UKS juga. Apa mungkin ya Si Devano suka sama Lo Van. " Tanya Stella.

"Hah, ya nggak mungkin lah Devano suka sama gue."

Tiba- tiba pak Bambang datang untuk mengajar mereka. Stevani tetap fokus dengan penjelasan yang diberikan Oleh Pak Bambang.

Kring... kring...

Bel tanda istirahat telah bunyi. Murid-murid pada berhamburan keluar kelas untuk menuju ke kantin.

"Kantin kuy" ajak Keisya.

"Oke." Jawab Stevani dan Stella.

Sesampainya di kantin, mereka dihadang oleh seseorang.

"Eh, Lo yang namanya Stevani? " Tanya salah satu diantara mereka.

"I-iya kenapa ya? " Tanya Stevani dengan gugup.

" Gue cuman mau meringatin Lo ya, jangan Lo deket-deket lagi sama Devano. Kalo Sampek Lo deket-deket sama Devano lagi, liat aja yang bakal gue lakukan sama Lo." Ucap Nimara. Terlihat di tag seragamnya.

" Emangnya, Lo siapanya Devano?" Tanya Stevani

" Oh, Lo mau tau gue siapanya Devano. Gue pacarnya. Kenapa Lo nggak terima?" Jawab Nimara dengan meninggikan suaranya.

Deg

Tiba-tiba ada perasaan aneh di dalam hati Stevani. Apakah benar Nimara adalah pacar Devano. Tapi kenapa Devano tidak pernah bilang. Kenapa?.
Stevani segera menghapus air matanya. Dan dia langsung pergi dari kantin. Ternyata sudah banyak pasang mata yang melihat kejadian itu, tak terkecuali gengnya Devano.
Devano yang melihat itupun langsung geram. Dia langsung pergi dari kantin.

"Eh eh, Dev. Mau kemana Lo. Main pergi aja." Teriak Ferdi.

Stevani langsung lari ketaman belakang sekolah. Dia menangis.
Entah mengapa, apakah Stevani mulai menyimpan rasa ke Devano. Padahal dia belum sepenuhnya lupa dengan mantan kekasihnya yang sangat ia sayang. Tapi dia pergi entah kemana meninggalkan Stevani.

Tanpa sadar , ternyata ada seseorang yang memperhatikan Stevani dari kejauhan.

"Gue akan mencoba buka hati buat Lo Van." Guman seseorang yang ada dibalik pohon, dia Devano.

     🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲

Yeyeye, akhirnya selesai. Next ya.
Jangan lupa klik bintang yang ada dibawah dan komen sebanyak-banyaknya

Salam manis dari author❣️

    

My Husband Is DEVANO (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang