PART. 24

20.5K 711 48
                                        

Happy Reading 😘

Stevani berlari meninggalkan kelas Devano dengan berlari. Dia kecewa sangat kecewa. Bukankah Devano tadi pagi berkata jika dia akan menghampirinya saat jam istirahat. Bukannya menghampirinya, tapi Devano malah bersama mantan kekasihnya. Zea.

Devano berlari keluar kelas mencari keberadaan Stevani. Devano harus segera menjelaskan semuanya, sebelum Stevani salah paham.

Devano telah mencari ke kelas Stevani, namun yang dicarinya tidak ada. Dikantin pun juga demikian. Devano mulai frustasi, akhirnya Devano menemui sahabat Stevani yaitu Stella dan Keisya.

"Kalian tau nggak Stevani ada dimana" tanya Devano.

"Bukannya Stevani tadi nungguin Lo dikelas ya Dev." Jawab Keisya.

"Nggak ada. Dia nggak ada disana"

"Lah, terus dimana dong dia sekarang"

"Lo udah coba cari ditanam belakang sekolah belum. Biasanya sih dia kalo suka kesana" jawab Stella

"Yaudah gue kesana dulu"

Sesampainya di taman belakang sekolah, Devano mencari keberadaan Stevani. Dan matanya tertuju dengan seseorang yang duduk di salah satu kursi taman yang tersedia. Devano menghampiri orang tersebut. Dia yakin bahwa itu pasti Stevani.

Ternyata dugaan Devano benar. Stevani memejamkan matanya, dan sesekkai masih terdengar sesenggukan, gara² habis menangis.

"Van" panggil Devano lirih.

Yang dipanggil pun terkejut, dan langsung menghapus air mata yang tersisa di mata dan pipinya.

"Eh Devano, kenapa kesini?" Tanya Stevani dengan senyuman terpaksa ya. Devano tau jika senyuman yang ditampilkan Stevani adalah senyuman palsunya.

"Maaf" ucap Devano sambil menunduk.

"Maaf, buat apa" ucap Stevani pura-pura tak mengerti.

"Maaf, apa yang kamu lihat tadi nggak seperti yang kamu bayangin kok Van. Aku minta maaf. Zea sendiri yang datengin aku dan tiba-tiba nyuapin aku. Aku nolak kok Van. Aku nggak Nerima suapan Zea." Jelas Devano.

Stevani tersenyum tipis, "nggak papa kok Van. Kalo emang kamu itu masih punya rasa sama Zea. Aku tau kok, kamu merindukan dia kan" ucap Stevani dengan menahan air matanya yang sebentar lagi pasti akan tumpah.

Devano langsung menggeleng," enggak Van enggak. Aku udah nggak punya rasa sama sekali sama dia. Aku sayang sama kamu. Aku nggak mau kamu ninggalin aku. Aku cinta kamu Stevani." Ujar Devano tulus.

"Aku pernah bilangkan sama kamu. Didalam suatu hubungan itu harus saling percaya. Tapi kamu kenapa nggak percaya sama aku Van " lanjut Devano.

"Maaf" ucap Stevani lirih. Tak terasa air matanya pun tumpah.

"Enggak kok. Kamu nggak salah. Emang aku yang salah. Aku minta maaf yang atas kejadian tadi. Aku mohon kamu jangan nangis lagi Van. Aku mohon. Hati aku sesak liatnya" terang Devano. Devano langsung menarik tubuh mungil Stevani kedalam pelukannya.

"Aku sayang sama kamu Stevani" ucap Devano sambil mengecup puncak kepala Stevani.
Stevani yang mendengarnya langsung tersenyum bahagia.

"Oke. Ini masih belum seberapa. Liata ia nanti. " Ucap seseorang dibalik dinding.

🌻🌻

"Van gue sama Keisya pulang duluan ya" ucap Stella.

"Iya hati-hati."

Stevani segera membereskan barang-barangnya. Dan kemudia dia keluar dari kelas, sebelum dia melangkah akan pergi keluar. Ada seseorang yang memanggil Stevani,

My Husband Is DEVANO (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang