Part 28

80.2K 3.1K 97
                                    

"Archa!" pekik Arga sekali lagi.

Matanya bahkan terlihat jelas sekali berkaca kaca.

Arga melangkah, hendak memeluk Archa. Namun segera dihalangi oleh Errick yang sedang menggendong anaknya.

"Sayang, apaaa.... aku mengenalnya?" ucap Archa. Pandangannya terlihat linglung. Ia seperti bingung. Entah mengapa hatinya merasakan sakit pada saat ini. Entah mengapa ia merasaa seperti rindu dengan sosok dihadapannya ini.

Bagai ditusuk beribu jarum, Arga merasa sangat sakit ketika panggilan sayang keluar dari bibir Archa. Bahkan selama mereka menikah, Archa tak pernah memanggilnya dengan sebutan itu.

"Archaa... kamu Archaaa" ucap Arga.

"Tidak. Pak Arga, apakah kita jadi membicarakan bisnis" sahut Errick tegas. Entah mengapa ia tidak akan rela mengijinkan Archa kembali ke kehidupan sebelumnya.

"Mari kita bicarakan sekarang" ucap Arga kembali duduk dengan menatap tajam kearah Errick. Entah apapun yang telah dilakukan laki laki itu terhadap Archa. Ia pasti akan menyelidiknya.

Mereka pun terlibat perbincangan yang amat panjang mengenai bisnis.

Sedangkan Archa memilih bermain di taman dengan Echa.

Saat Archa sedang duduk bersantai di bangku taman. Dengan mata melihat kearah Echa yang bermain dengan teman barunya, entah kapan mereka berkenalan.

"Sherly!"

"A-ah! Iya?" sahut Archa sedikit terkejut.

"Salam kenal, saya Daniel. Sekretaris Pak Arga" ucap Daniel.

"Oohh ya, salam kenal" sahut Archa tersenyum.

Melihat senyuman itu, Daniel sedikit mengernyit. Dulu, Arga pernah bercerita padanya bahwa Archa istrinya sangat jarang tersenyum. Mungkin, karena itulah Archa pergi.

Entah apa yang akan dilakukan Arga kalau tahu, Archa yang sekarang murah senyum dan ramah. Apakah laki laki itu akan tega mengambil Archa kembali?

"Jadi, apa hubunganmu dengan Pak Errick?" tanya Daniel.

"Eumm, ituu kurang jelas juga. Aku tidur dirumahnya. Dan dipanggil mommy sama Echa. Errick sangat baik padaku. Mungkin sebentar lagi kita akan bertunangan. Karena Errick telah melamarku" ucap Archa sambil tersenyum lebar.

"A-ahhh begitu. Kalau begitu jangan lupa mengundang kami" ucap Daniel kaku.

"Tentu, kalian rekan Errick kan" ucap Archa tersenyum.

Lalu, terlihat Arga dan Errick berjalan berdampingan. Mereka berjalan menuju Archa dan Daniel.

"Echa mana?" tanya Errick. Tangannya bergerak memeluk Archa. Archa pun menyambutnya, tangannya ia lingkarkan di pinggang Errick dengan posisi mereka berhadapan.

"Lagi main, dia dapet temen baru tahu! Asik banget dari tadi, sampe mommy nya dianggurin" ucap Archa sambil terkikik.

Errick mencium kening Archa sebentar lalu melepaskan pelukan mereka.

"Daddy! Mommy!" panggil Echa sambil berlari kearah mereka.

"Hei! Anak Daddy udah pinter ya deketin cowok" ucap Errick, tangannya bergerak menggendong Echa.

"Ini apa ini? Masi kecil udah dapet bunga kamu yaa" sahut Archa sambil menunjuk bunga yang dibawa Echa.

"Ishhh" Echa bergerak memeluk Daddynya, menyembunyikan kepalanya di lekukan leher Errick. Ia malu rupanya.

"Yasudah, Pak Arga kami pergi dulu. Saya harap kerjasama kita akan berjalan lancar" ucap Errick sambil menjabat tangan Arga.

"Ya, semoga akan berjalan lancar. Saya tunggu perkembangan selanjutnya" ucap Arga. Errick hanya mengangguk.

Lalu mereka pergi meninggalkan Arga yang tersenyum miris menatap keluarga itu. Mereka benar benar terlihat menjadi keluarga yang sempurna dan bahagia dilihat dari manapun sisinya.

"Mereka akan bertunangan " ucap Daniel tiba tiba.

Arga yang terkejut langsung menatap Daniel.

Bukan ekspresi sakit hati yang Daniel lihat. Melainkan ekspresi bahagia penuh dengan kelicikan.

Mulutnya pun tersenyum miring seperti tengah merencanakan sesuatu yang hebat.

"Kenapa lo malah senyum!" sahut Daniel.

"Hah! Ternyata baru akan bertunangan" sahut Arga sambil berbalik pergi meninggalkan Daniel.

"Ga! Lo ga punya rencana jahat kan Ga!"

"Arga! Ishh!! Heh! Dia rekan kerja lo! Kerjasama kita taruhannya!"

"Arga! Jangan gila!"

Teriakan teriakan Daniel pun tak di pedulikannya. Arga tetap berjalan sambil menyusun matang rencana yang ada didalam otaknya itu.

Make It Right (Telah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang