Twenty Five

8 2 0
                                        

"Kalau bentuknya hati, tandanya apa?"
~Maryam
"Gak tau, kan hati gak tau bentuknya apa."
~Dimas


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_

Pernah merencanakan sesuatu yang sangat rinci dan teratur sampai pada waktunya mulutmu sendiri yang menggagalkan rencana tersebut?

Itu terjadi pada Maryam. Tidak hanya satu kali, sudah lebih dari tiga kali rencana yang dibuat susah payah, disusun sedemikian rupa hampir sempurna. Namun sayang mulutnya gatal dan sangat ingin ia ungkapkan kebenarannya.

"Tau gak kenapa aku pengen kamu ke rumah?"

"Kenapa?"

"Aku udah beliin kado buat kamu, tinggal kamunya yang ambil di rumahku."

Terdengar tawa renyah dari ponsel Maryam yang gemas dengan aksi marahnya. Maryam memasang wajah bete dan sebal. Walau pun wajahnya tidak terlihat dilayar ponsel namun Dimas mampu menghapal setiap ekspresi Maryam saat ini.

"Wiih.. makasih loh, sampe niat gitu beliin kado buat Mas."

"Iyalah. Kasian aku setiap kamu ultah gak ada yang kasih kado."

"Dih, siapa bilang?"

"Aku."

"Enak aja, aku udah dapet tiga kado dari temen aku loh. Cewek semua lagi."

"Oh ya? Kok bisa? Emang dia suka sama kamu?"

"Iya dong."

"Serius? Kok kamu terima? Nanti kalau dia anggapannya beda gimana? Kalau misal dia ngira kamu juga suka gimana? Nanti kalau—"

"Ssst.. Hei! Jangan suka suudzon. Mereka suka karena memang teman sekelasku. Gak lebih."

"Bohong!"

"Jangan berpikir yang buat kamu jadi emosi, aku gak suka ya."

"Kamu bohong kan?"

"Maryam, jangan bahas ini lagi. Aku gak suka kamu marah-marah."

"Ya tapi aku butuh kejelasan, Mas.."

"Aku kan udah bilang, mereka temanku. Just it. Gak ada unsur suka yang kamu maksud, okey."

"Tapi tadi kamu bilang dia suka kamu.."

"Suka sebatas teman, gak lebih Maryam.." tidak jarang, tidak sering pula obrolan seperti ini dapat menyulut emosi sepasang muda-mudi yang dilingkari perasaan saling menjaga satu sama lain. Intinya Dimas tidak suka gadisnya mulai marah atau berlanjut pertengkaran karena hal sepele.

"Jadi, kado apa yang kamu kasih ke aku, Yam? Baju? Jam tangan? Tempat makan? Sepatu?" Dimas mencoba menghibur Maryam kembali. Sabar sekali memang.

"Ih kepo. Jangan kasih tau lah, nanti gak kaget kamunya."

"Kamu mau buat aku jantungan? Tanggung jawab loh.."

"Ish, maksud aku surprise gitu loh.. masa iya aku kasih tau isi kadonya apa?"

"Loh gak apa-apa dong. Biar nanti aku pura-pura kaget aja pas buka kado. Hahaha.."

Second Love (Slow Update) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang