"Haaahh.." helaan napas yang sangat berat bagi Maryam. Ia merasa seseorang disebelahnya terus saja memperhatikan setiap gerakannya. Dan itu sangat menganggu.
"Ada yang mau ditanya?" begitu selesai membersihkan sisa salep yang melekat pada mortir yang dicucinya, Maryam menghadap kanan.
Melihat respon Sarku yang sedikit terkejut dengan ucapan Maryam.
"Lu.. Ngapain?"
What the?!
"Gak salah? Bukannya lu yang mau tanya sama gue?"
"Nanya apaan?"
"Terserah." begitu hendak pergi, Sarku menahan gerakan Maryam.
"Gue.. Belum sarapan tadi."
Maryam merasa Sarku hanya mengulur waktu saja. Waktunya di laboratorium Farmasi ini tidaklah banyak. Ia harus cepat selesaikan piketnya.
"Gue juga, mau makan bekal siang gue?" Maryam sebenarnya baik. Hanya sedikit malas saja dengan sifat orang satu ini.
"Nanti aja, gue pinjem duit lu lagi." untuk kesekian kali, Maryam tidak heran dengan wajahnya yang setiap bertemu Sarku pasti bertuliskan 'bank berjalan' bagi Sarku.
"Oh, sorry tapi gue ninggalin duitnya di dompet. Nanti lu ambil aja di tas."
"Ck, mana berani gue. Lu aja ntar yang ambil. Gue tunggu di kantin." meski tampang ngeselin, Sarku masih punya sopan santun sebagai warga negara Indonesia.
"Gimana kalau lu bantu sapu lantai? Biar cepet beres?"
"Ashiaap. Tapi jangan lupa ya, duitnya."
"Ck. Bawel."
Tidak hanya Maryam dan Sarku yang piket, beberapa anak lainnya membereskan peralatan Lab dan mengelap meja. Ada yang membersihkan kotoran yang menumpuk di masing-masing loker. Dan ada pula yang menyetarakan timbangan. Semua terbagi rata. Tidak ada yang protes untuk pekerjaan sederhana ini.
"Yam, kok lu gak mau pacaran?"
Ukhuk! Seketika Maryam terbatuk dan menyumpahi Sarku.
"Kenapa?"
"Ya, kan biasanya cewek jaman sekarang lebih suka pacaran sama anak SMA lain gitu. Kok lu enggak?"
"Kepo. Pacar gak harus diumbar kali. Biar gak ada yang rebut." itu hanya alasan Maryam saja yang ingin menghindar dari desakan Sarku.
Lagian ngapain sih, nih bocah nyapu kok deketan.
"Ohh, emang lu punya pacar?"
Ukhuk!
"Ya enggak lah."
"Kenapa gak pacaran? Gue aja punya pacar dua." Sarku berhenti dengan kegiatan menyapunya, dia lebih tertarik menunjukkan jarinya yang menyisakan telunjuk dan jari tengah.
"Sombong banget lu, kena karma baru tau rasa." tidak peduli, sih hanya asal ucap saja mengingat Sarku yang bikin emosi setiap perkataannya.
"Bukan sombong, cuma mau bilangin. Lu tuh, cantik. Tapi sayang galak banget sama cowok."
"Oh ya?"
"Tuh, kan. Judes banget."
"Ih, suka-suka gue lah."
"Nih, ya gue kasih tau. Lu jadi cewek jangan terlalu jual mahal. Senyum dikit sama cowok. Asem tau kalau liat lu cemberut."
"Lu lagi berusaha nge-gombal?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Second Love (Slow Update)
Acak"Jika kamu mencintai dua orang, pilihlah yang kedua, karena jika kamu mencintai yg pertama dengan tulus, kamu tidak akan mencintai yang ke dua." Seorang perempuan yang bimbang memilih laki-laki yang pantas untuknya, membuat pikiran buruk dari siapa...
