"Gue sama Willy udah didepan komplek nih, lagi jalan kerumah lo"
"Yaudah buruan"
"Iya kalem, jangan ngomel mulu, tengok belakang coba"
Marsya menengok kebelakang dan benar disana ada Willy dan Onad sambil nyengir kearahnya.
"Sialan lo" kataku sambil menghampiri mereka
"Sorry lama, nih si Willy dandannya lama dia" kata Onad
"Kampret enak aja lo."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Widih cakep bener lu Sya! Sering-sering aja lu kaya gini, gak salah sih cita-cita lo pengen jadi artis hahaha" puji Onad padaku
"Bisa aja lo. Tapi emang cocok kan gue kalau jadi artis hahaha" ucapku dengan pd
"Iya cocok. Yaudah ayo buruan salam sama bokapnya Marsya dulu" kata Willy
"Kuy"
Mereka bertiga masuk menuju ke tempat Ayah dan tante Irene, mereka sedang berbincang dengan teman-temannya.
"Halo Om Tante, selamat ya" kata Onad dan Willy
"Makasih ya, temannya Marsya ya" kata Ayah
"Iya om"
"Ayo pada makan dulu ya. Marsya ajak temen kamu makan gih" kata Ayah dengan lembut
"Ayo Wil, Nad, makan" ajakku
Mereka mengambil makan dan mencari tempat duduk yang jauh dari Ayah.
"Sya bokap lo jadi baik gitu kalau di depan kita" kata Onad
"Ya gitu deh, topengnya banyak" kataku "Gak usah di pikirin. Makan aja makan"
"Selow pasti abis whahaha"
Mereka makan bersama, sambil bercanda tawa bersama.
"Marsya! Ikut ayah bentar nak" ajak ayah
"Iya yah bentar. Gue kesana dulu ya" aku bicara ke Onad dan Willy
"Yo"
Aku ikuti ayah kedalam rumah.
"Eh kita ikutin yuk" usul Onad ke Willy
"Ayo!"
Onad dan Willy mengikuti Marsya dan Ayahnya.
"AWAS YA KAMU BILANG MACEM-MACEM KE TEMEN-TEMEN KAMU TENTANG AYAH! AYAH USIR KAMU KALAU MACEM-MACEM SAMA AYAH!" bentak Ayah
"Iya yah, Marsya gak cerita apa-apa kok" jawabku
"AWAS AJA KAMU! YAUDAH GIH BALIK LAGI! JANGAN SAMPE MEREKA CURIGA!!" kata Ayah
Onad dan Willy menyaksikan langsung sifat Ayahnya Marsya yang berbeda 180 derajat didepan mereka dan didepan anaknya.
Onad dan Willy langsung balik lagi ketempat mereka.
Begitupun Marsya. "Sorry ya, ayo nambah, tuh disana ada buah, mau gue ambilin?" tanyaku
"Boleh deh" kata Onad
"Bentar ya gue ambilin"
"Thank you"
Aku pergi ke meja yang menyediakan potongan buah-buah segar dan dingin.
"Gila ya si Marsya, gue baru pertama kali anjir liat secara live, sikap bokapnya Marsya, ini mah udah kelewatan kejamnya" kata Onad
"Iya lo bener Nad, gak kebayang gue kalau jadi Marsya. Gimana keadaan mental dia coba, gue yakin banget dia gak baik-baik aja. Ya walau si Marsya selalu ceria depan kita. Iya sih dia selalu cerita ke kita, tapi ini kita lihat secara live anjir, gue yang liatnya aja miris" kata Willy
"Kita harus jagain Marsya Wil, jangan sampe dia terlalu depresi, lo tau sendiri kan kalau dia lagi stress gimana, iyakan?" kata Onad
Willy mengangguk.
Ya Marsya memang sudah beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya, dengan loncat dari lantai kelasnya saat pulang sekolah tapi untungnya di tahan oleh Willy dan Onad, pernah mencoba meminum obat melebihi dosisnya, dan masih banyak lagi.
"Nih buah buat kalian" melihat kedatanga Marsya, Willy dan Onad langsung menghentikan perbincangan mereka.