Part 24

2.7K 98 0
                                        

Aku sedang memakai sepatu sekolah ku.

Lalu turun untuk sarapan bersama.

Semenjak ada tante Irene, kata ayah kita harus sarapan bersama. Karena Irene akan menyiapkan masakannya untuk kita makan bersama.

"Pagi Marsya" sapa Irene saat aku duduk di kursi ku

"Pagi" jawabku singkat

Ayah menatapku tajam. Ku balas dengan tatapan jengahku.

Di meja makan ada masakan Irene, ada nasi putih, telur mata sapi, capcay dan cumi goreng.

Tapi yang ku pilih susu putih dan roti gandum yang ku beri selai nutella, kalau roti memang selalu ada dimeja, kalau aku sempat buat sarapan roti ya aku sarapan tapi kalau ayah buru-buru ya terpaksa aku selalu sarapan disekolah.

"Kamu gimana sih? Gak menghargai masakan Mamah Irene? Udah dimasakin malah makan pake roti!" kata ayah

"Mamah? Aku gak punya mamah, aku cuma punya Ibu! Lagian aku lagi mau makan roti ayah, terserah aku dong mau sarapan pake apa aja, lagian biasanya juga aku sarapan di sekolah kok!"

Ku habiskan susu dan roti itu.

Aku juga membuat bekal roti lapis nutella untuk Willy dan Onad.

"Ayo yah cepetan, aku udah telat nih. Aku ke mobil duluan deh kalau gitu!" kataku lalu pergi ke mobil

Tak lama ayah masuk ke dalam mobil.

"Kamu bisa kan sopan sedikit ke mamah Irene, pamit dulu gih" kata Ayah

"Gak mau! Udah deh yah cepetan aku udah talat nih" kataku

"Cepat turun! Pamit dulu! Ayah gak akan berangkat kalau kamu gak pamit sama Mamah Irene" bentak Ayah

Aku terpaksa turun dan menghampiri Irene yang berdiri dekat mobil. Aku pamit. padanya.

"Aku berangkat!" ucapku sambil salam padanya tapi aku tak cium tangan melainkan ku arahkan tangannya ke pipiku, lebih tepatnya hampir ke telinga ku.

Lalu aku masuk kembali ke dalam mobil.

Barulah ayah diam dan melajukan mobilnya.

Aku sampai di sekolah.

Aku pamit dan berlari masuk ke sekolah.

Sebenarnya gak telat sih, cuma malas aja dirumah yang sekarang udah ada penghuni baru itu!

Aku menghampiri Willy dan Onad yang tadi kulihat di kantin.

"Woi! Gue cariin dari tadi juga! udah ke kantin duluan aja kalian" sapaku lalu duduk di depan mereka

"Ada apaan? Mau sarapan lo? Gih pesen" tanya Onad

"Gak deh udah makan roti dirumah, nih gue bawa buat kalian juga" Aku mengeluarkan bekalku dan ku berikan pada mereka agar mereka ambil masing-masing satu roti yang ku buat.

"Thank you"

Aku tersenyum pada mereka.

"Gimana rumah lo ada si tante girang itu?" tanya Onad

"Ya gitu deh, nyebelin abis, kemarin dia nyuruh gue dong ke mini market, yaudah kembaliannya buat gue jajan aja eh dia marah dong hahaha. Pelit emang!" kataku

"Bukan pelit. Emang gak punya uang kali dia, makanya nikahin bokap lo" kata Onad

"Iya. Bener juga lo"

"Terus? Bokap lo tau?" tanya Willy

Aku menggeleng. "Kayanya sih gak tau. Lagian nih ya. Si tante girang itu acting nya lumayan jago juga. Ayah jadi gak curiga apa-apa"

"Tapi lo gak di apa-apain kan sama dia?" tanya Willy

"Nggak sih. Cuma dia suka ngancem bakal laporin ke ayah kalau gue gak nurut, biar ayah marahin gue kata dia"

"Yaudah lo sabarin aja, lo balik kerjain dia aja kaya yang lo cerita barusan." kata Willy

"Sabar banget gue mah anaknya guys"

"Iyaaa percaya" kata Onad

Broken Home [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang