Matari tampak sedikit bersembunyi pagi ini, Isyana merapihkan perlalatannya yang akan ia bawa hari ini. Hari ini adalah hari pertama Isyana berkuliah.
Isyana berdiri di depan pagar rumahnya, menunggu ojek online yang ia pesan, ia tidak membawa mobilnya karena saat Ospek peserta dilarang membawa kendaraan.
"Masih 5 menit lagi..."
Mata Isyana yang tadinya menatap layar handphone sekarang menatap ke depan, ke rumah Rayhan.
Rumah itu nampak sepi, sudah berbulan-bulan rumah itu tidak ditempati, senyum Isyana memgembang saat mengingat Rayhan yang selalu menggodanya tiap pagi sebelum berangkat sekolah.
Sudah berbulan-bulan setelah Herman mengatakan Rayhan koma, dan sampai saat ini Rayhan tidak ada kabar sama sekali.
Isyana berusaha berpikir positif ketika semua teman-temannya mengatakan untuk mengikhlaskan Rayhan, ia tak bisa.
Isyana menundukan kepalanya, menatap ke tanah, dan berjongkok kemudian. Ia menyembunyikan wajahnya di atas tamgamnya yang terlipat diatas kakinya.
Tak lama kemudian terdengar suara motor yang tak asing di telinganya, berlahan Isyana mengangkat kepalanya dengan penuh harap, ia melihat motor yang ia kenali, yang ia tunggu tunggu selama berbulan bulan ini.
Senyuman Isyana mengembang, Isyana berdiri berlahan dengan penuh senyum.
Namun seketika senyuman Isyana menghilang ketika seseorang itu mengecek handphonenya, "Mba Isyana ya?"
Isyana menarik nafasnya kasar dan mengangguk, "Iya mas."
Isyana terlalu berharap, ia terlalu banyak berkhayal. Tentu saja itu bukan Rayhan, memang yang memiliki model motor seperti itu cuma Rayhan? Tentu tidak.
"Keren ya motornya mas.."
Peria berjaket hijau yang merupakan ojek online itu tersenyum, "Iyaa dong mbak, biar ganteng kayak tunangan penyanyi yang album barunya lexicon itu.. Baru tunangan katanya ya? Ganteng lakinya"
Isyana mengangguk, "Mantap mania mas!"
"ini ke universitas Masarsi ya mba?" Tanya Driver Ojek Online sambil memberikan Isyana helmnya
Isyana mengangguk, "Iya mas."
"Yuk naik.."
Isyana berlahan naik ke atas motor dan beberapa menit kemudian motor itu berjalan meninggalkan rumah Isyana.
******
"Udah bayar di Ojol-pay ya mas"
Driver Ojek Online itu tersenyum, "iya mbak"
"makasih mas." Ucap Isyana sambil berlahan meninggaljan supir Ojek Online itu, dan berlahan berjalan menuju fakultasnya.
Dari kejauhan Isyana melihat Reza dan Audrey yang melambai ke arahnya dari kejauhan.
Langkah Isyanapun langsung berputar menuju Reza dan Audrey.
Mereka berdua memang juga berkuliah di universitas yang sama dengan Isyana,Namun berbeda jurusan.
Isyana memilih Fakultas Kedokteran dan mengambil Jurusan kedokteran, Reza dan Audrey mengambil Fakultas Ekonomi,Reza mengambil Jurusan akuntansi dan Audrey mengambil jurusan Akuntansi.
Sedangkan Gamal dan Dikta melanjutkan kuliahnya di luar negri, Gamal di Singapura dan Dikta di Malaysia. Dan vidi berhasil mengejar cita-citanya menjadi taruna Akpol.
"Bu dokter apa kabar?"
Isyana tersenyum kecil, "Baru juga masuk udah dipanggil dokter aja, belum pantas tau."
Audrey tersenyum, "Pantes tau, orang karisma kedokteran lo sudah terpancar jelas"
"iya, deket lo silau banget syan, parah"
Isyana tertawa mendengar candaan Reza masih saja dianggap Isyana lucu.
"Syan.. Rayhan gimana kabarnya?"
Seketika Audrey menginjak kaki Reza dengan keras.
"Awwwww! Paan si drey!"
Audrey menunjuk Isyana, dan Reza mengarahkan pandangannya ke arah Isyana.
Isyana terlihat menundukan kepalanya sambil mengepalkan tangannya, seperti menahan gejolak yang sangat besar di dalam hatinya.
"Syan.. Sorry.. Nggak gitu maksudnya gue, gue cuma mau nanya kabarnya Rayhan. Gue minta ma--"
"gapapa za. Gapapa. Gue gatau kabar Rayhan gimana. Belum ada kabar"
Audrey bergerak untuk memeluk Isyana, tubuh Isyana memang agak berubah saat ini, Isyana terlihat kurus, sangat berbeda saat ia SMA. Mungkin ini akibat Isyana terlalu banyak memikirkan Rayhan dan tidak menjaga pola makannya.
"Isyan kuat.. Isyan kuat."
Isyana mengangguk dalam pelukan Audrey.
Reza bergerak mendekati Isyana dan audrey dan ikut memeluk mereka.
"Makasih udah mau nguatin gue berbulan-bulan kayak gini ya Za, Drey"
Audrey mengangguk, "Anytime, syan."
"Jangan takut untuk cerita apapun yang lo rasa ya Syan."
Isyana mengangguk, "Makasih ya..."
"Isyan!!!"
Seketika mereka bertiga melepaskan perlukan mereka saat mendengar suara yang familiar memanggil Isyana.
Pandangan mereka bertiga mengarah ke arah sumber suara, dan saat melihat orang itu mata Isyana, Audrey, dan Reza kompak membola.
"Gak.. Gak mungkin itu dia..."
----
Hooollaaaaaa kalian, maaf ya lama banget aku ga update.
Nih aku update, nulis langsung post. Padahal tadi udah jadi kan eh ke apus sendiri trs sekarang nulis dr awal lagi. Sedi wkwkwkwk
Tapi gapapa.
Buat next part aku belum tau di update kapan, minggu2 ini kok tapi. Sabar ya! Aku mau cepet cepet selesaiin kok.
Maaf kalau cerita part ini sedikit dan sedikit memaksa ya, soalnya udah lama ga nulis ga kebiasa.
Aku mau ngucapin terimakasih sebersar besarnya yang sudah tetap setia membaca wattpadku, dan request ke aku untuk ngelanjutin.
Maaf baru aku up sekarang ya... Dan terima kasihhhhhhhh!
Oiya, selamat buat temen temenku isyanation yang sudah nulis wattpad juga, boleh di cek loh guys. Maaf ya aku belumm bisa baca sekarang, soon aku baca yaaa!
Selamat juga buat mako dan Isyan. Akhirnya setelah ratusan purnama ya guys kita ngayal di wattpad, akhirnya terkabul khayalan2 indah kita. Alhamdulillah!
Sekali lagi terima kasihhhhhhhh ya semua!
See you (hopefully) soon Di part 31!
Selamat malam minggu semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEVER LET GO
Teen FictionRayhan dan Isyana yang bersahabat dari Sekolah Dasar sampai menginjak Sekolah Menengah Atas. Awalnya mereka saling menyayangi sebagai teman, Namun takdir berkata lain. Isyana selalu ada di hati Rayhan, dan begitu sebaliknya. Akankah mereka bisa sela...
