---
Apakah aku tidak pantas untuk merasakan perasan ini? Apa aku tidak diperolehkan?
-Isyana Sarasvati Wardhana-
---
"mau ke Kantin gak?"
Isyana menggeleng pelan ke Arah Rayhan.
"beneran gak mau kekantin lagi?" tanya Audrey lagi untuk meyakinkan.
"Iya. Pergi aja sana."
Gamal mendekati Isyana dan mencoel pipinya. "kenape lo? Kenapa akhir akhir ini selalu nolak kalo diajak ke kantin?"
"kepengen dikelas aja. Udah sana ah pada pergi!"
"Yaudahh kita pergi ya syan. Nyusul ajaaa ya ntar kalo merasa kesepian!" Pinta Vidi sambil meninggalkan kelas.
"Gak bakal dia nyusul, orang ada yang nemenin dikelas kalo kita pergi" Ucap Dikta sambil menjulurkan lidahnya ke arah Isyana meledek.
Isyana hanya membuang mukanya mengabaikan Dikta.
"Isyan suka sama Nino kayaknya..." Batin Rayhan. Seketika ia merasakan sesak didadanya namun dia berusaha untuk mengabaikan yang ia rasa dan memilih berjalan meninggalkan kelas menyusul yang lainnya.
Sudah seminggu Nino selalu menghampiri Isyana setiap jam Istirahat, Mereka kadang pergi ke kantin berdua untuk memakan Bakso mang Ujang.
Sahabat-sahabat Isyana yang mengetahui kabar Isyana sedang dekat dengan Nino semua turut bahagia, Karena akhirnya Isyana bisa merasakan Mencintai bukan hanya dicintai. Sebuah kemajuan untuk Isyana bagi sahabat sahabatnya. Namun tidak dengan Rayhan, Rayhan nampak terlihat lebih pendiam dan banyak melamun saat mengetahui Isyana sedang dekat dengan Nino.
"Hai Syan."
Isyana membalas sapaan Nino yang baru memasuki kelasnya dengan senyuman yang ia miliki "Hai.. No.."
"kamu udah makan?"
Isyana cukup terkaget dengan panggilan 'kamu' yang Nino utarakan kepadanya, Jantung Isyana lagi-lagi berdegub kencang karena Nino.
"emm.. Belum.." Jawab Isyana kaku.
Nino menaruh tempat makan berwarna ungu di atas meja Isyana. "Buat kamu."
"Apa ini?"
Nino tersenyum ke arah Isyana, "Buka aja Syan."
Isyanapun menggerakkan tangannya untuk membuka tempat makan tersebut, ia menemukan nasi goreng mentega di dalamnya. "Nasi goreng?"
Nino mengangguk sambil tersenyum manis, "Iya, aku yang buat, Khusus buat kamu."
Hati wanita mana yang tak leleh mendengar kata-kata Nino saat ini, Begitupun dengan Isyana. Rasanya hatinya terbang tinggi setinggi awan.
"Ma.. Makasih No" Jawab Isyana gemetar.
Nino lagi-lagi tersenyum dan mengangguk pelan "Dimakan Syan."
Isyana menggerakan tangannya untuk menyuapkan nasi goreng ke mulutnya. "enak... Udah ganteng terus pinter masak...."
"enak?" tanya Nino dengan penuh penasaran.
"En---"
Suara Gamal yang berteriak memotong omongan Isyana, "Syaaaannnn!!! Gawat gawat itu buruan liat keluar!!" ajak Gamal sambil menarik Isyana untuk keluar dari kelas.
Isyana cukup kaget dengan ajakan Gamal, saat ia sampai didepan kelas matanya membola melihat banyak sekali Siswa-Siswi yang sedang berkumpul di lapangan melakukan aksi Demo. Dan Isyana melihat Surya yang menjadi pemimpin Demo tersebut.
Siswa-Siswi itu berteriak menggunakan loud spesker "KAMI MENOLAK KEDEKATAN ISYANA DENGAN NINOO!!!"
"JAUHKAN ISYANA DENGAN NINO!!"
"ISYANA HANYA MILIK KAMI!" Seru Siswa-Siswa perkumpulan 'Team Bucin Isyana'
"NINO MILIK KITA BERSAMAA!!" Seru Siswi-Siswi perkumpulan 'Nino For Us' fanclub Nino yang sudah terbentuk padahal Nino baru seminggu bersekolah di SMA Cahaya Semesta.
Isyana, Nino dan Sahabat-sahabat Isyana panik dengan pemandangan yang ia lihat, Namun tidak dengan Rayhan. Rayhan malah terkikik geli di belakang Isyana.
Isyana yang muak mendengar tawa Rayhan langsung mencubit pinggang Rayhan. "RAY!!"
"AWWW!!!" Tangan Rayhan langsung bergerak mengusap pinggangnya yang terasa perih saat di cubit Isyana "apa banget sih fans fans lo, Hak milik bersama masa katanya." ledek Rayhan yang masih tidak bisa memberhentikan tawanya.
"HAI ANAK-ANAK! DIAM! KALAU KALIAN TIDAK MAU DIAM DAN BUBAR, SAYA AKAN KELUARKAN KALIAN DARI SEKOLAH INI!" Teriak Ibu Retno.
Surya sebagai Pencuat aksi demo ini langsung berlari melihat Ibu Retno yang sedang berapi-api. Tak lama dengan perginya Surya, Masa di lapanganpun akhirnya membubarkan diri.
Tak lama setelah kejadian tersebut Isyana dan Nino dipanggil Ibu Retno ke ruangannya.
"Isyana.. Nino... Mengingat kalian memiliki penggemar yang cukup banyak dan fanatik di sekolah, Ibu minta tolong agar kalian berdua agak sedikit menjaga jarak atau mungkin jangan terlalu sering berdua untuk mencegah terjadinya keributan lagi."
"Baik bu.." Jawab Isyana dan Nino kompak.
Mereka berjalan keluar ruangan kepala Sekolah dengan perasaan campur aduk. Isyana merasakan hatinya sakit, "gue ga bisa lagi dong sama Nino terus. Padahal pas sama dia gue ngerasa sangat bahagia."
"walaupun kita dilarang untuk sama sama di sekolah, bukan berarti kita ga bisa bareng samasekalikan? Aku bakal usahain biar kita bisa ngobrol kayak biasa kayak gini, tanpa memancing keributan kayak tadi." Jelas Nino sambil tersenyum manis, Nino sangat suka tersenyum ke arah Isyana dan senyuman itu mampu menggetarkan hati Isyana dan menempel dalam pikirannya.
Tangan Nino terangkat untuk mengelus kepala Isyana singkat. Jantung Isyana sangat ingin lompat saat ini karena sikap Nino kepadanya.
"Gue panggilin Surya Ahhh..."
Seketika Nino dan Isyana mengarahkan pandangan mereka ke sumber suara, Terdapat Rayhan yang sedang bersender di tembok memperhatikan mereka berdua.
Seketika Nino dan Isyana membolakan matanya saat melihat Rayhan mulai berlari mencari Surya" SURR!! LO DIMANA SUR!! ISYANA NINO MINTA DIDEMO LAGIII!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
NEVER LET GO
Fiksi RemajaRayhan dan Isyana yang bersahabat dari Sekolah Dasar sampai menginjak Sekolah Menengah Atas. Awalnya mereka saling menyayangi sebagai teman, Namun takdir berkata lain. Isyana selalu ada di hati Rayhan, dan begitu sebaliknya. Akankah mereka bisa sela...
