---
Lo salah, Karena lo juga terlahir untuk gue cintai, selucu itu memang.
-Isyana Sarasvati Wardhana-
---
Rayhan Marianto:
Syan, Sorry gue nggak bisa nganter lo sama jemput lo lagi, gue lagi ada urusan nih, sorry ya.
Pagi Isyana sudah ia lakukan untuk membaca pesan menyebalkan itu lagi dari Rayhan, sudah seminggu lebih setelah Rayhan menyatakan perasaannya kepada Isyana,dan setelah itu Rayhan jadi selalu tak bisa mengantar atau menjemputnya seperti biasa, selalu saja ada alasan. Saat di kelaspun Rayhan memilih menukar tempat duduknya agar tidak duduk dengan Isyana, dengan alasan Rayhan sedang terkena menyakit kulit, Rayhan takut Isyana tertular kalau mereka duduk bersama, namun kata Dikta dan Gamal, di kulit Rayhan tidak terdapat penyakit apapun.
Isyana menyadari, kalau Rayhan menjauhinya.
Isyana berjalan menuju meja ruang kamarnya untuk mengambil kunci mobilnya, mau tidak mau sekarang ia harus merasakan kemacetan karena membawa mobil.
Setelah berpamitan dengan Fani,Isyana memasuki mobilnya. dan mulai menjalankan mobilnya untuk menuju ke sekolah.
Baru sekitar 500 meter mobil Isyana keluar dari kompleks perumahannya, mobilnya sudah harus terhenti karena terhalang oleh kemacetan, tangan Isyana bergerak untuk menyalakan radio di mobilnya, agar mobilnya tidak terlalu sunyi. Dan lagu yang sedang di putar adalah lagu Hanya Rindu yang dinyanyikan oleh Andmesh.
Saat mendengarkan lagu itu yang pertama kali ia ingat adalah Rayhan, ia sangat merindukan Rayhan. Setiap malam Isyana kini selalu ia habiskan untuk merindukan pria itu, Tak ada lagi Rayhan yang selalu ia lihat di sebrang balkon kamarnya, tak ada lagi Rayhan yang selalu ia cubiti, tak ada lagi Rayhannya Isyana.
Lagi-lagi Isyana merasakan sakit di hatinya, ia baru menyadari sesuatu hal.
Bahwa ia juga menyayangi Rayhan, Bukan hanya sebagai sahabat saja, namun lebih dari itu.
Isyana baru mengingat, saat ia menangisi kacanya yang tak sengaja di pecahkan oleh Rayhan, kaca itu sangat special untuk Isyana, Karena kaca itu merupakan hadiah dari Rayhan saat Isyana berulang tahun ke-sepuluh. Rayhan adalah laki-laki yang pertama ia cintai, Sayangnya Isyana tak menyadarinya. Dan ia rasa saat ia menyadarinya, ia terlambat.
Sebelum Isyana merasakan jantungnya yang berdegub kencang karena Nino, Isyana sudah sering merasakannya ketika jantungnya berdegub kencang karena Rayhan. Isyana tak mengira deguban itu karena ia mencintai Rayhan, karena ia merasa tidak mungkin dirinya mencintai Rayhan. Namun pemikirannya salah, Setelah pengakuan Rayhan hari itu, Rayhan yang selalu ada di otak Isyana, selama dua puluh empat jam, tanpa henti ada Rayhan di sana. dan tentu saja ada Rayhan di hatinya.
Setelah empat puluh lima menit di perjalanan, akhirnya Isyana sampai di sekolah, yang biasanya ia hanya butuh dua puluh lima menit untuk sampai kesekolah saat ia pergi bersama Rayhan.
Saaat di parkiran Isyana dapat melihat Rayhan yang sedang turun dari motornya ia tersenyum lebar ketika melihat Rayhan, Isyana mempercepat langkahnya untuk menghampiri Rayhan, namun sayangnya ia terlambat, karena ada seorang gadis terlebih dahulu menghampiri Rayhan, Isyana terdiam, ia merasakan amarah di dirinya, ia rasa, ia cemburu.
***
Bell Istirahat berbunyi, dan tak lama kemudian ibu mawar yang telah mengajarkan pelajaran Bahasa Prancis keluar dari kelas, Saat itu Isyana langsung menghampiri Rayhan yang sudah siap-siap meninggalkan kelas. Meninggalkan kelas dengan tergesa-gesa, untuk menjauhi Isyana.
"Ray! gue mau ngomong sama lo!"
Namun Rayhan tidak menjawab Isyana dan tetap berjalan mengabaikan Isyana. Isyana sontak menarik tangan Rayhan, "RAY! GUE MAU NGOMONG!"
Rayhan akhirnya terpaksa menghentikan langkahnya, "Sorry Syan, Gue ada urusan."
"urusan apa?!"
"Basket.."
"Gak usah bohong, Kata Vidi basket lagi ga ada apa apa, ga ada yang harus di urusin!"
skakmat. Rayhan menelan ludahnya kasar.
"Tapi Sya--"
"RAY GUE KANGEN SAMA LO! PLEASE JANGAN JAUHIN GUE!"
Rayhan terdiam, dia tak salah dengar? Isyana merindukannya? "Gue jauh lebih kangen sama lo, Syan."
Rayhan akhirnya mengangguk kecil dan mengikuti kemana Isyana menarik tangannya, dan Ternyata membawanya ke lantai paling atas gedung sekolah.
"Ray... gue gak mau tau ya! Mulai detik ini kita pacaran!"
Seketika Rayhan merasa deguban yang kencang di jatungnya, tanpa Rayhan ketahui, Isyana juga merasakan hal yang sama.
"Kita gak bisa pacaran kalo lo ga say--"
"GUE SAYANG SAMA LO!"
"i don't need that beautiful lies, right now. syan.."
"GUE NGGAK BOHONG RAY!!"
Rayhan merasakan tangannya yang bergetar, ia merasakan hatinya yang berbunga-bunga, tapi di satu sisi ia tidak sepenuhnya percaya dengan pengakuan Isyana, "Mana buktinya?!"
"Surat Cinta dari gue uat lo, saat kita umur 13 tahun yang ada di kamar lo Ray!"
"Tapikan itu hanya tulisan anak ke--"
Kata-kata Rayhan terhenti ketika sesuatu menempel ke pipinya, dan itu adalah bibir Isyana, Isyana menciumnya.
Rayhan terpaku, Dan saat ia masih mencerna pikiraannya, Isyana memeluknya erat, "Gue Sayang sama lo!! percaya please Ray!!"
Dan saat itu juga Rayhan percaya bahwa Isyana juga menyukainya, Karena Rayhan dapat merasakan deguban jantung Isyana, Tidak hanya kali ini ia rasakan, ini sudah berkali-kali Rayhan merasakan deguban jantung Isyana saat ia memeluknya, namun ia tidak berfikir deguban jantung Isyana karena ia menyukainya.
Mereka berdua terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan mereka sendiri.
Rayhan memegang kedua bahu Isyana dan mencoba menjauhkan Isyana dari tubuhnya.
Rayhan menatap Isyana setelahnya, dan tersenyum, "Pacarku, besok malam kencan yuk?"
KAMU SEDANG MEMBACA
NEVER LET GO
Teen FictionRayhan dan Isyana yang bersahabat dari Sekolah Dasar sampai menginjak Sekolah Menengah Atas. Awalnya mereka saling menyayangi sebagai teman, Namun takdir berkata lain. Isyana selalu ada di hati Rayhan, dan begitu sebaliknya. Akankah mereka bisa sela...
