---
Apakah perasaan ini kembali ada?
-Isyana Sarasvati Wardhana-
---
"Isyan!!!"
Seketika mereka bertiga melepaskan perlukan mereka saat mendengar suara yang familiar memanggil Isyana.
Pandangan mereka bertiga mengarah ke arah sumber suara, dan saat melihat orang itu mata Isyana, Audrey, dan Reza kompak membola.
"Gak.. Gak mungkin itu dia..."
Orang itu melanhkahkan kakinya ke arah Isyana, dan tersenyum lebar ke arah Isyana, sedangkan Isyana hanya terdiam membeku.
"Hai syan.. Long time no see!"
Isyana terdiam, dan mengangguk kecil "Eh.. No?"
Seseorang itu tersenyum lebar kepadanya, "Iya masih inget sama gue kan?"
Isyana menagngguk kaku "Iya No.. Masih kok."
Nino, iya dia adalah Nino. Orang yang pernah menjadi bagian hidupnya saat SMA. Kembali hadir lagi dihidupnya.
Audrey dan Reza yang masih terpaku berusaha menyadarkan tubuhnya, dan menarik tangan Isyana, "Syan.. Pindah yuk."
Namun Isyana menahan tangannya yang ditarik oleh Reza dan Audrey, "Tunggu.. Gue mau ngobrol sama Nino.."
Reza dan Audrey menarik nafas kasar, "Yaudahh kita duluan ya.."
Isyana mengangguk tanpa menoleh ke arah Reza dan Audrey yang melangkah meninggalkan ia dan Nino.
"Hai No.. Ambil jurusan apa?" Isyana tersenyum lebar ke arah Nino
"Kedokteran Syan, lo gimana?"
Isyana mengangguk nganggukan kepalanya, "Wah sama donggg!"
Nino mengangkat ujung bibirnya dengan sempurna, "Semoga gue sekelas sama bidadari!"
"bidadari?"
Nino mengangguk, "iya.. Lo.."
Isyana mengembangkan senyumannya. Dan tertawa kecil.
Tanpa mereka sadari, ke akraban mereka di awasi oleh Audrey dan Reza dari kejauhan, "Gue takut Isyan CLBK deh za"
Reza mengangguk "Iya, mana kondisi Rayhan lagi jauh ya.."
"Semoga Isyan masih bisa jaga kesetiaannya ke Rayhan"
Reza mengangguk keras dan menarik nafas dalam, "Semoga..."
-------
Kegiatan Mos hari inipun berakhir pada pukul 16:45. Isyana sekarang sedang duduk di sebelah pohon cerry di halaman kampusnya.
Seketika seseorang datang menghampirinya dan memberinya sebotol minuman isotonik, "Cape ya?"
Isyana mengangguk, "Iyaa.. Makasih ya No"
Nino mengangguk dan tersenyum manis ke arah Isyana.
"Pulang bareng mau?"
Isyana mengangguk, "Boleh.."
Cukup sehari bertemu kembali, ke akraban Nino dan Isyana kembali terjalin dengan hangat. Mereka terus bersama saat Mos marena mereka satu jurusan dan kebetulan juga satu kelompok, membuat ke akraban yang telah lama musnah kembali terakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEVER LET GO
Teen FictionRayhan dan Isyana yang bersahabat dari Sekolah Dasar sampai menginjak Sekolah Menengah Atas. Awalnya mereka saling menyayangi sebagai teman, Namun takdir berkata lain. Isyana selalu ada di hati Rayhan, dan begitu sebaliknya. Akankah mereka bisa sela...
