---
I hope he have same felling like me..
-Isyana Sarasvati Wardhana-
---
menunjukan pukul 1 siang, Isyana sedang merapihkan kopernya untuk pergi ke German nanti malam, ia sangat bersemangat untuk bertemu Rayhan.
"Hufttt akhirnya selesai juga!"
Isyana membaringkan tubuhnya diatas kasur, melemaskan punggungnya yang terasa pegal karena berjam-jam duduk untuk merapihkan koper.
Tiba-tiba laptopnya yang sedaritadi hidup berbunyi. Isyana menarik laptopnya yang berada di atas bantal dan ia letakkan dikedua pahanya.
Ia melihat panggilan video call, dan itu dari Rayhan.
Isyana sontak mengangkat panggilan itu, tak lama kemudian wajah Rayhan tampil di layar laptop Isyana, dan itu membuat senyum Isyana mengembang dengan sangat manis.
"Selamat Siang, Sayang."
Isyana tersenyum mendengarnya, "Selamat pagi, Sayang"
Rayhan tertawa mendengar jawaban Isyana, memang terasa aneh berada di zona waktu yang berbeda jauh satu sama lain, "Kamu lagi apaa?"
"Kepo!"
Rayhan menaikan sebelah alisnya, "Kok gitu?"
Isyana menjukurkan lidahnya meledek, "Biarin."
Rayhan tertawa setelahnya, "Kamu gemes banget sih, kalau kita deket aku udah tarik pipi kamu!"
Tawa Rayhan menular, Isyanapun ikut tertawa karenanya, "Kalo kita dekat aku udah peluk kamu! Aku kangen banget Ray..."
Rayhan terdiam, menggulung bibirnya, "I miss you more.."
Isyana tersenyum kecil, Rayhan tak tahu saja jika ia akan pergi menyusul Rayhan nanti malam, Isyana sengaja merahasiakannya kepada Rayhan agar menjadi kejutan nantinya.
"Kamu udah sarapan?"
Rayhan menggeleng, "Belum..."
Isyana menarik nafasnya kasar mendengar jawaban Rayhan, "Makan.. Kamu udah kurus banget Ray. Gak mau cepet pulang ya ketemu aku?"
Rayhan sedikit menunduk, "Aku mau ketemu kamu.."
"Makanya makan ya? Aku tutup dulu video callnya ya. Biar kamu makan dulu."
Rayhan menggeleng, "Aku masih mau liat muka kamu, Syan."
"Makan dulu ya?"
Rayhan terdiam sesaat, dan tak lama kemudian ia mengangguk lemas, "Iya... Aku makan dulu ya."
Isyana tersenyum, "Nah gitu dong! See you soon Baby.." Isyana mengecup layar Laptopnya singkat, "I love you."
Rayhan tersenyum lebar melihat tingkah Isyana, "Love you too, Syan. See you soon!"
Isyana melambaikan tangannya, dan di balas lambaian pula oleh Rayhan. Dan tak lama kemudian layar laptop Isyana gelap, dan tak ada lagi Rayhan disana.
Isyana menarik nafasnya kasar dan kembali membaringkan tubuhnya, "See you real soon, Ray...."
****
Pukul menunjukkan waktu pukul 9 malam, Isyana sudah berada di Bandara, bersiap untuk memasuki pesawat sekitar satu jam lagi, ia pergi di antar oleh Fani, Vidi, Gamal, Audrey dan Reza. Sedangkan Dikta tak bisa mengantarnya karena Dikta sudah seminggu lalu pindah ke Australia untuk melanjutkan pendidikannya.
"How do you feel syan?" Tanya Gamal yang duduk disamping Isyana, dan sedang merangkul Isyana juga.
Isyana yang sedang mengecek jadwal penerbangannya melalui handphone memberhentikan aktifitasnya, "I can't feel anyting, because i'm too excited!"
Gamal tersenyum lebar, Dia tau, Inilah saat yang benar-benar di tunggu Isyana berbulan-bulan ini.
Vidi, Gamal, Reza dan Audrey sedaritadi memang dapat melihat senyuman yang tak luntur dari wajah Isyana.
Reza yang juga berada di samping Isyana menepuk tangan Isyana singkat, "Kita seneng kalo lo seneng, Syan."
Vidi, Gamal, dan Audreypun mengangguk setuju.
"Bagi Para penumpang Pesawat AirProject diperkenankan untuk segera Check-in, karena 30 menit lagi akan boarding. Terima Kasih."
Isyana yang mendengar penguman itu langsung berdiri dari duduknya. Vidi, Audrey, Reza, Gamal, dan Fani ikut berdiri.
"Aku pergi dulu ya, Mi." Ucap Isyana sambil memeluk Fani kencang.
"Jaga diri ya Syan disana, Mami titip salam buat Rayhan."
Isyana menganggukan kepalanya, dan melepaskan pelukannya kepada Fani, "Iya, Mi."
Audrey memeluk Isyana, "Hati-Hati Syan."
Tiba-tiba Gamal, Vidi dan Reza juga ikut memeluk Isyana, "Hati-Hati Syan!!!!"
Isyana tersenyum lebar, ia sangat bahagia sahabat-sahabatnya sangat peduli kepadanya, "Iya.. Iya.."
Akhirnya satu persatu dari mereka melepaskan pelukannya kepada Isyana, "Titip salam juga buat Ray, ya?"
Isyana mengangguk dan mengancungkan Ibu jarinya "Siap!" dan tertawa setelahnya, "Gue pergi yaa!"
Isyana mulai melangkahkan kakinya, dan melambaikan tangannya ke arah Fani, Vidi, Gamal dan Reza yang juga melambaikan tangannya ke arahnya.
****
Sekitar 24 jam lebih Isyana berada di Pesawat, akhirnya ia sudah sampai di bandara Hamburg, Setelah mengambil bagasinya dan mengurus kepentingan lainnya di bandara ia langsung pergi menuju Asklepios Klinik Barmbek, yaitu Rumah sakit ke-5 terbaik di Dunia.
Tak membutuhkan waktu yang terlalu lama akhirnya Isyana sampai ke Rumah sakit, Ia menelfon Herman untuk dijemput di Loby, karena rumah sakit ini adalah rumah sakit swasta terbesar di Eropa, Isyana pasti akan sulit menemukan kamar rawat Rayhan jika tidak sendirian.
Sekitar 30 menit menunggu akhirnya Ia bertemu dengan Herman, Saat Isyana melihat Herman ia sontak langsung memeluk Herman, dan tentu saja Herman membalas pelukan Isyana dengan erat.
"how's the filght syan?"
Isyana tertawa kecil, "Hahahaha the Flight was Great om. I'm very happy to see you again."
"me too! Apalagi Rayhan ya? Sesenang apa dia kira-kira?"
Isyana tersenyum, "I hope he have same felling like me om."
"absolutely! He miss you alot!"
Isyana mengangguk semangat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Herman. "Ayok om ke kamar Rayhan!"
Herman tertawa melihat Isyana yang begitu bersemangat, ia merangkul Isyana dan langsung menuju ke kamar Rayhan yang berada di lantai 30, dikamar nomor 3332 sekarang Isyana dan Herman berdiri, di depan kamar Rayhan.
Isyana menarik nafasnya dalam-dalam, akhirnya penantian panjangnya untuk bertemu Rayhan tercapai, tangannya terasa dingin, ia sangat gugup untuk bertemu lagi dengan Rayha n.
"Ready?"
Isyana menatap Herman dan mengangguk.
Tangan Herman terangkat untuk membuka pintu, dan saat pintu terbuka Isyana dapat melihat laki-laki yang ia sayangi sedang menonton televisi di ranjang rumah sakit, dan itu membuat senyuman Isyana lagi-lagi mengembang, "Rayhan...."
KAMU SEDANG MEMBACA
NEVER LET GO
Novela JuvenilRayhan dan Isyana yang bersahabat dari Sekolah Dasar sampai menginjak Sekolah Menengah Atas. Awalnya mereka saling menyayangi sebagai teman, Namun takdir berkata lain. Isyana selalu ada di hati Rayhan, dan begitu sebaliknya. Akankah mereka bisa sela...
