---
Karena lo emang terlahir untuk gue cintai, Tapi gue tidak terlahir untuk lo Cintai, menyakitkan memang.
-Rayhan Marianto-
---
"GUE GAK MAU LIAT LO KAYAK GINI SYAN, LO YANG BIASA MANA? LO YANG SELALU TERSENYUM MANA! LO TERLALU FOKUS SAMA NINO SAMPE LO GA SADAR KALAU ADA SESEORANG YANG SANGAT SAYANG SAMA LO DI SINI. DAN PENGEN BANGET GANTIIN POSISI NINO YANG ADA DIHATI LO!"
Isyana mencoba mencerna perkataan Rayhan, Mengganti posisi Nino dihatinya?!" Siapa?...."
Rayhan menarik nafasnya kasar dan mentap Isyana tajam, "Gue.. "
Isyana merasakan hatinya berdegub kencang, ia menggigit bibirnya, tangannya gemetar. "mak.. Maksudnya?"
Rayhan mendekatkan wajahnya ke arah Isyana hingga mungkin jarak wajah mereka hanya berjarak sejengkal, "Iya, Gue suka sama lo, Syan."
Isyana terdiam, hatinya terasa sakit, selama ini sahabatnya menyukainya?! Isyana samasekali tidak membayangkannya. Berarti selama ini Rayhan selalu menahan rasa sakitnya ketika ia bersama Nino? Isyana merasa sangat jahat saat ini.
Rayhan melihat Isyana yang hanya terdiam dan menunduk, nampaknya ia harus menerima kenyataan bahwa Isyana tidak memiliki perasaan yang sama dengannya.
"Sorry, Syan."
Isyana hanya menggeleng pelan dan tersenyum, "kenapa minta maaf?"
"karena gue suka sama lo. Gue tau gue salah.. gue minta maaf."
Isyana menatap mata Rayhan yang terlihat sayu, dari matanya Isana tau Rayhan menahan rasa sakit di hatinya. Isyana sangat bingung harus berkata apa, Rayhan tidak salah karena menyukainya, tapi dirinya yang salah karena tidak mempunyai perasaan yang sama seperti Rayhan.
"Lo jahat banget Syan, Lo jahat banget." batin Isyana. Tak terasa air matanya menetes, ia kecewa dengan dirinya sendiri, karena hatinya lebih memilih Nino yang tidak tulus kepadanya dan mengabaikan Rayhan yang selama ini selalu ada di sisinya, selalu ada ketika ia sedih maupun senang. "Lo Bodoh Syan!!"
Rayhan yang melihat Isyana menangis langsung mengubah posisi duduknya di samping Isyana, yang tadinya mereka duduk bersebrangan "Syan.. Jangan nangis.. Maafin gue... gue janji gue bakal berusaha menghapus perasaan gue ke lo, gue jan--"
"Gue yang harusnya minta maaf Ray.. gu--"
Perkataan Isyana terhenti ketika ia merasakan dirinya sedikit terhempas karena ada tubuh yang tiba-tiba memeluknya, dan yang memeluknya adalah Rayhan, "Please, jangan pernah nyalahin diri lo, lo ga salah Syan.. Mungkin gue yang emang gak pantes di cintai gadis sesempurna lo.."
Hati Isyana semakin sakit mendengan kata-kata Rayhan, Air matanya tidak bisa berhenti mengalir. Tangan Isyana bergerak untuk memeluk Rayhan balik. Rayhan merasakan pelukan erat dari Isyana, itu membuat lengkungan dibibirnya, walau sedikit.
Setelah Rayhan mendengar tangisan Isyana yang sudah mereda, Rayhan melepaskan pelukannya berlahan, Rayhan dapat melihat mata Isyana yang sembab, tangan Rayhan terangkat untuk mengapus sisa-sisa air mata Isyana, "Maaf ya Syan.. ini kali kedua gue buat lo nangis, setelah terakhir kali gue buat lo nangis 4 tahun lalu,pas gue nggak sengaja mecahin kaca kesayangan lo, gue janji dari saat itu gak bakal buat lo nangis lagi, tapi gue ngelanggar janji gue.. Gue minta Maaf." Rayhan tersenyum kecil setelahnya, namun bukan senyuman yang tulus.
Rayhan sangat manis, Isyana lagi-lagi menyalahkan dirinya karena dia telah menyia-nyiakan Rayhan. Isyana menarik sebelah tangan Rayhan untuk ia genggam, Rayhan sedikit kaget karena perlakuan Isyana. "Sejak kapan lo suka sama gue,Ray?"
Rayhan menggeleng kecil, "gue nggak tau, kayaknya udah sangat lama. tapi gue baru sadar akhir-akhir ini, hehe"
"Kenapa lo bisa suka sama gue?"
Lagi-lagi Rayhan menggeleng, "Gue gak tau... mungkin Karena lo emang terlahir untuk gue cintai, Tapi gue tidak terlahir untuk lo Cintai, menyakitkan memang."
"Please Ray, Jangan buat gue semakin bersalah" Pinta Isyana sambil menundukan kepalanya yang sudah terasa berat.
"Ma--"
"please, Ray."
"Okay."
Terjadi keheningan diantara mereka selama beberapa saat, dan akhirnya Rayhan membuka suaranya kembali, "Pulang yuk?"
Ajakan Rayhan di sambut oleh anggukan Isyana.
*****
Kurang dari 15 menit akhirnya mereka telah sampai di depan pagar rumah Isyana, Isyana langsung turun dan mengembalikan helmnya kepada Rayhan, "Makasih Ray"
Rayhan menjawab dengan senyumannya, "Syan, Boleh gue minta 2 permintaan? Janji, habis ini gue nggak bakal minta apa-apa lagi ke lo, ini terakhir kalinya."
Isyana mengangguk, "Lo mau apa Ray?"
"Satu, biarkan gue ngomong sekali lagi kalo... Gue sayang sama lo,Syan."
Isyana menarik nafasnya kasar dan tersenyum setelahnya, senyuman termanis yang pernah Rayhan lihat.
"Kedua, gue minta lo jawab pernyataan gue tadi, tapi lo harus berbohong."
"tapi Ray..."
"Please, Syan."
Isyana mengangguk, dan menatap Rayhan tajam, "Gue juga Sayang sama lo, Ray."
Rayhan tersenyum setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Isyana tadi, "beautiful lies hehe."
Isyana hanya bisa menggigit bibir bawahnya canggung.
"Gue pulang ya Syan, lo masuk gih."
"lo aja yang duluan masuk Ray kerumah lo."
"Lo lah! Lo kan cewek."
"Gak mau!"
"Yaudah, gue juga gak mau!"
"Please lah Ray.."
"Please lah Syan.."
"ck! bawelll! Oke, gue masuk ya Ray, bye!" Isyana berjalan masuk kedalam rumahnya sambil melambaikan tangannya ke arah Rayhan, dan Rayhan membalas lambaian Isyana sambil tersenyum.
"Mungkin hari ini terakhir kali gue ngomong sama lo, liat senyuman lo, dan nganterin lo balik kayak gini Syan..." Rayhan menarik nafasnya kasar, dan mulai menjalankan motornya untuk kembali kerumahnya.
----
Mon maap, tadinya aku mau upload semalem namun sinyal lagi tidak bersahabat. Huhu. Maaf ya sekarang jadi slow update~~~ :(
KAMU SEDANG MEMBACA
NEVER LET GO
Novela JuvenilRayhan dan Isyana yang bersahabat dari Sekolah Dasar sampai menginjak Sekolah Menengah Atas. Awalnya mereka saling menyayangi sebagai teman, Namun takdir berkata lain. Isyana selalu ada di hati Rayhan, dan begitu sebaliknya. Akankah mereka bisa sela...
