"Orang yang tidak kita sukai, bukan berarti dia tidak baik."
By. IstiqaJeinRow
Halo, untung lapak ini nggak lumutan kelamaan di tinggal Wkwkw
Ngomong-ngomong mau nyobain Odading Mang Oleh :(
"Mau?"
Vika menoleh kaget, yang tadinya asik memandangi cowok-cowok berbadan atletis langsung mendesah dan mengangguk. Mengambil jagung bakar yang di belikan Ibram.
Ibram tersenyum tipis."Liat pantai atau yang berotot lagi pada berenang?"
Mood Vika bangun, ia terkikik."Mau jawaban jujur atau bohong?"
"Kayaknya saya udah tau pertanyaan kedua adalah jawaban paling tepat."Sahut Ibram melirik Vika yang tampak menarik dengan rambut di gerai.
Ibram buru-buru mengalihkan perhatian, takut rasa ketertarikan nya bertambah drastis.
"Coba Lo buka baju Bram, kayaknya Lo gak kalah seksi dari mereka."Cetus Vika, membuat Ibram melotot horror.
"Tidak, terimakasih. Saya tidak ingin membuat mata gadis-gadis ternodai."Kelakarnya, tawa Vika menggema."Ugm ... Vika, terimakasih sudah mau menerima Kevara."
Vika menoleh."Gue si berteman dengan siapa aja gak masalah, yang penting gak munafik."Sindir Vika keras, ia berharap Ibram mengerti kodenya agar lewat Ibram nanti Kevara akan kena ceramahan.
Ibram lalu, membalikan badannya. Kevara menyusul bersama Rehan, mereka saling senyum."Mau ngapain lagi?"
Kevara melirik Vika, lalu lautan di sana."Aku boleh main air, Dok?"
"Jangan dulu ya, Keva. Nanti kamu kelelahan."
Kevara mendesah, sudah ia duga. Bahunya segera melorot seketika. Sebelum kemudian Ibram bertanya."Masih suka gambar?"Kevara mengangguk.
"Diem sini ya, saya ambilin alat-alat painting di mobil."Ujar Ibram.
"Kamu bawa itu?!"
Ibram mengangguk."Masih suka kan?"
Kevara ternganga, tidak percaya Ibram ingat kesukaan nya. Jantungnya berdetak lebih cepat, menatap Ibram lekat-lekat.
"Tunggu ya."
Kevara menahan nya sigap setelah sadar."Gak usah, Bram. Ngerepotin banget."
"Gak apa-apa, jarak dari sini ke parkiran belum seberapa buat saya Keva."
"Tapi ---"
"Bentar aja ya?"Ibram meyakinkan."Biar kamu bisa merasakan lautan dengan lukisan, seenggaknya kamu nggak bosan di sini kan?"Ibram tersenyum."Saya kangen lihat lukisan indah kamu, saya kangen liat senyum kamu saat menyelesaikan satu karya luar biasa. Saya kangen segala hal tentang kamu, tolong biarkan saya melepaskan rasa rindu itu."
Vika terdiam parah mendengar nya. Beneran, Ibram perlu di fotocopy sampe 50! Ia melirik Rehan, cowoknya balas menaikan alis tak peka.
Sialan!
"Kamu suka ngekukis Keva?"Tanya Rehan, baru tau.
"Iya, nggak bagus-bagus banget si."
"Lukisin pacar saya mau nggak? Terus segel biar nggak keluar-keluar dalam lukisan. Pusing saya lama-lama bareng dia terus, jantungan tiap hari."Canda Rehan, Vika langsung membalas nya dengan bogeman di bahu."Sakit."
"Gimana kalo Lo aja yang Gue cekik, Hah?! Abis itu tubuh Lo Gue mutilasi! Gue lempar ke sungai Amazon biar di kunyah sama ikan piranha!"
Rehan geleng-geleng."Sadis kamu ah, ngambek nih. Cari cewek baru."
KAMU SEDANG MEMBACA
Gentle Soldier
Духовная литератураSOLDIER SERIES 2 "Saat patah hati, membawamu pada ilahi."--J. S Row ________________________________________ Ravika Bilqis Adityaswara, Chef yang mempunyai pacar tampan seorang Dokter bernama Rehan. Hubungan keduanya tidak berjalan mulus, ketika Vik...
