Bertahun tahun akhirnya cinta menyadari bahwa seseorang yang selama ini membantunya adalah manitonya yang masih menjalankan tugasnya selama bertahun tahun untuk menjaga Cinta. Namun, Cinta tak pernah tau siapa manitonya, yang ia tau hanya ada dua ka...
Biru terus mengamati Cinta yang terus terusan mencoba memasukkan bola ke dalam ring yang entah sudah ke berapa kali. Gadis itu seakan tak tahu bahwa sekarang sudah jam setengah lima sore dan kini hanya beberapa biji manusia yang berada di dalam lingkungan sekolah. Tapi, lagi-lagi Cinta belum memiliki keinginan untuk berhenti memasukkan si oranye ke ring.
"Kenapa tiba-tiba pengen masuk tim basket?" tanya Biru pada Cinta.
"Karena Biru!" jawab Cinta membuat Biru bingung.
"Gue?"
"Iya Biru, semuanya bilang kalo Cinta temenan sama Biru itu jomplang banget. Biru jago basket sementara Cinta nggak ada satu pun yang bisa dibanggain," kata Cinta membuat Biru mendengus lalu mendekat ke arah Cinta.
"Bukan gitu cara megangnya." Dari belakang Cinta, Biru memegang bola yang ada di tangan Cinta, sekilas Biru terlihat seperti memeluk Cinta.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kaki lo lebarin, fokus ke kotak," kata Biru lagi.
"Sekarang lempar." Cinta melemparnya, Namun karena kekuatannya tak seberapa bola itu menggelinding.
"Cinta emang nggak bisa apa-apa," katanya sementara Biru mengambil bola basket yang menggelinding lalu berjalan mendekat ke arah Cinta.
"Cinta nggak jago olahraga, Cinta juga nggak jago pelajaran. Bener kata mereka, Cinta nggak bisa apa-apa."
Siapa yang dimaksud mereka Biru tahu, itu adalah anak-anak kurang kerjaan yang selalu menggosipkan orang-orang di sekitar bahkan guru guru pun tak lolos dari mulut mereka.
"Kenapa lo dengerin mereka?" Biru melangkah mendekat ke arah Cinta dan berhenti tepat di depan gadis itu.
"Mereka ngomongnya kenceng banget Biru dan Cinta nggak budek kayak Dora."
Untung Biru dilahirkan dengan stok sabar yang penuh sehingga ia tak akan pernah emosi menghadapi emosi Cinta yang naik turun.
"Kalo gitu sekarang lo dengerin gue. Cinta, lo emang nggak jago pelajaran dan olahraga."
"Tuh kan!" Biru berdecak, Cinta sangat hebat jika disuruh memotong pembicaraan orang.
"Dengerin gue dulu. Lo emang nggak jago dua hal itu, tapi lo punya keahlian lain Nta. Lo jago nyanyi, lo jago gambar, lo juga jago ngedance."
"Emang itu bisa dibanggain?" tanya Cinta dengan polosnya.
"Iya, kalo lo punya prestasi, lo bisa banggain itu semua. Jadi nggak usah maksain diri buat ngelakuin hal yang bukan passion lo." Cinta mengangguk seperti anak kecil.
"Udah sekarang balik, udah sore banget," kata Biru membawa bolanya dan menggandeng Cinta untuk ikut dengannya.
-o0o-
Sebagai anak full day, yang hanya masuk lima hari Biru memanfaatkannya untuk tidur hingga siang hingga bunyi alarm yang ia setel untuk pukul 13.00 berbunyi. Sebagai anak milinial hal pertama yang dilakukan saat bangun tidur adalah mengecek isi hpnya siapa tahu ada chat penting.