12

541 118 29
                                        

Sore yang melelahkan bagi Biru yang baru saja menyelesaikan latihan basket yang semakin hari durasinya diperlama oleh sang pelatih hanya karena alasan bahwa mereka akan tanding dalam waktu dekat. Padahal menurut Bagas jika mereka berlatih terus maka mereka akan mengalami pegal linu, tapi tentu saja dia tak akan mengatakannya secara lantang kepada pelatih. Bisa-bisa dia mendapat hukuman lainnya yang semuanya juga tak ingin melakukannya.

Bagas menghela napas lalu melirik ke arah Biru yang menenggak air mineral yang sempat diberikan Cinta sebelum lelaki itu memulai latihan. Berbicara tentang Cinta, gadis itu tadi pergi bersama Dony. Katanya mau busking atau apalah Bagas tak tahu yang ia tahu Biru sempat kesal bahkan mata lelaki itu seakan mengeluarkan api saat melihat Cinta dibonceng Dony.

Bukan hal yang baru memang, tapi tetap saja itu menakutkan untuk Bagas dan Vano yang biasanya akan mendapat imbasnya.

"Biru, lo jangan kaget ya. Demi apa pun jangan kaget dan jangan marah sama gue." Feeling Bagas langsung tak enak saat Vano mendekat dan mengatakan hal itu.

"Apa?"

"Liat ini."

Botol aqua yang dipegang Biru langsung diremas kala melihat apa yang ditunjukkan oleh Vano. Foto Dony dan juga Cinta dalam post Instagram Dony, tak ada caption apa pun hanya saja semua komen yang ada di sana menunjukkan betapa cocoknya sepasang orang itu bahkan Vano pun ikut komen di sana.

"Kenapa lo bilang mereka cocok sih?"

"Ya maaf, reflek." Biru memejamkan matanya sepertinya omongan Dony kemarin sore bukanlah main-main.

He loves her and want to steal her from Biru. Ah tidak, tak ada yang mencuri di sini sejak awal Cinta bukan milik siapa pun.

"Terus gimana nih, lo mau gimana?" tanya Bagas.

"Gue upload juga foto cinta sama gue di IG, Path, Snapchat, status WA semua medsos."

"FYI Path udah nggak ada, lo hidup jaman batu  ya?" Bagas tanpa sadar membuat Biru melotot ke arahnya.

"Bir, lo nggak punya instagram." Vano mengingatkan Biru fakta itu.

"Tinggal bikin apa susahnya." Tanpa menunggu waktu Biru yang terbakar api cemburu langsung membuat instagram dan postingan pertama dia adalah foto ia dan Cinta.

"Lo berdua follow gue dan komen kalo gue sama cinta cocok." Vano hampir tak percaya bahwa orang yang ada di depannya itu benar-benar Biru yang katanya anti dengan medsos yang katanya hanya menebar hoax.

"Gue promote juga deh," kata Bagas akhirnya.

Karena memang pada dasarnya Biru tampan dan lumayan terkenal hanya dalam beberapa menit IG Biru sudah banyak yang follow dan beberapa sudah mengomen betapa cowoknya Biru dan Cinta.

"Ini kekanak-kanakan nggak sih?" bisik Vano pada Bagas.

"Banget."

Biru mendengar, tapi ia tak peduli yang ia lihat sekarang adalah Cinta yang baru saja menyukai posting-an itu. Senyum pun terbit tanpa bisa dibendung.

"Cinta nelpon." Senyum Biru makin lebar sambil menunjukkan id caller Cinta pada Bagas dan Vano yang sebenarnya tak digubris keduanya.

"Halo." Biru langsung menyapa Cinta.

"Nggak mau tau kirimin foto itu! Cinta cantik di situ, huhu."

Lo selalu cantik Cin. Batin Biru.

"Iya ntar gue kirim. Lo dimana sekarang?" tanya Biru.

"Oh ini Cinta lagi makan bareng kakak band ehehe."

✅ ManitoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang