" Kemana saja, Kau?!" Yixing terlihat marah saat melihat kedatangan Sehun. Sudah dari tadi malam Yixing, Kyungsoo dan Junmyeon bergantian mencoba menghubungi nya saat terjadi penyerangan, tapi ponsel Sehun tidak pernah aktif.
" Apa yang terjadi?" Sehun menatap Kyungsoo, mengabaikan pertanyaan Yixing.
" Markas di Gangnam di serang."
Sehun mengepalkan tangannya. Merasa benar-berar tertipu dengan segala sikap dan bujukan Chanyeol. Semua benar-benar sandiwara.. Apa hanya dia yang terlalu terbawa perasaan hingga mudah terbuai?
" Penyerang meninggalkan pesan pada kita untuk berhenti melakukan penyerangan. Jika tidak, mereka akan menghabisi klan kita.." Junmyeon menambahkan.
" Mereka juga mengembalikan anak buah kita dalam keadaan babak belur dan tidak sadarkan diri." Yixing kembali bicara.
" Kalian mengirim orang untuk menyerang markas Black Tiger?" Sehun ingin memastikan kebenaran ucapan Chanyeol tadi.
" Tidak. Mereka adalah anak buah yang diperintahkan Kyungsoo untuk menjaga kawasan di distrik Gangseo.. Dari laporan yang kuterima ternyata kawasan Kyungsoo di distrik Gangseo juga diserang beberapa hari yang lalu, aku baru mendapatkan laporannya kemarin malam saat pemimpin kelompok yang bertugas berjaga di Gangseo kembali bersama anak buah Kyungsoo yang lain karena mereka di tahan oleh klan Black Tiger."
Sehun mengerutkan keningnya. Lalu kenapa Chanyeol mengatakan kalau anak buah Kyungsoo lah yang menyerang kawasannya? Sehun pusing. Kenapa semuanya terasa janggal. Apa Chanyeol benar-benar membohongi nya?
" Kau yakin?"
" Tentu saja!" Kyungsoo kini angkat suara. " Jangan mengalihkan pembicaraan. Kemana saja, Kau?" Kyungsoo mengulangi pertanyaan Yixing tadi dengan nada dinginnya. Baru kali ini Sehun melalaikan tugasnya, sebelum-sebelumnya Sehun selalu siaga saat dia hubungi.
Sehun terdiam sejenak. Menarik napas panjang lalu menjawab dengan jujur. " Bersama Chanyeol.."
Kyungsoo memicingkan matanya, ternyata dugaannya benar.. " Apa yang kau lakukan?"
Sehun terdiam dan menarik napas panjang lagi lalu kembali bicara. " Menghabiskan waktu bersamanya." Sehun lalu menatap Kyungsoo. " Dan sekedar informasi, Chanyeol adalah si pemimpin." Sehun tidak bisa menyembunyikan lagi mengenai siapa Chanyeol, keadaan sudah makin tak terkendali dan menyembunyikan rahasia itu bukanlah hal yang baik lagi.
Kyungsoo mengepalkan tangannya. " Sejak kapan kau tau?"
" Beberapa minggu yang lalu.." Jujur Sehun lagi, dia sudah siap dengan segala resiko yang akan dihadapinya.
Kyungsoo menggertakan rahang nya. Yixing dan Junmyeon saling pandang, kebingungan.
" Apa kau baru saja mengakui pengkhianatan yang kau lakukan, Oh Sehun?" Geram Kyungsoo.
" Ya." Sehun tidak merasa gentar sedikitpun, dia tau dia salah. Dia terlalu terbawa perasaan terhadap misi yang sedang dijalaninya hingga lengah dan membuat klan berantakan.
" Kau tau apa hukuman untuk pengkhianat?"
" Lakukanlah.. Aku siap menerimanya."
Kyungsoo makin kuat mengepalkan tangannya. " Apa alasanmu menyembunyikan nya?"
Sehun terdiam. Konyol rasanya kalau dia menjawab karena perasaannya.
" Aku menyembunyikan nya atas keinginanku dan aku tidak bisa menyebutkan alasannya."
" Oh Sehun!! Jangan main-main denganku!" Kyungsoo menghentak mejanya. Habis sudah kesabaran Kyungsoo.
" Aku bisa memerintahkan anak buahku untuk mengeksekusi mati dirimu hari ini juga.."
