8. A plan

9.1K 1.2K 20
                                        

"Jadi gitu, menurut kakak gimana?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jadi gitu, menurut kakak gimana?"

Jena menoleh pada Damian yang sedang mengetik sesuatu di ponselnya, sepertinya sedang berbalas pesan dengan seseorang.

"Kak!"

"Apa?"

"Gimana?"

"Apanya?"

Jena mendengus, mau marah rasanya udah cerita panjang lebar tapi nggak didengerin. "Bang Theo, pendapat kak Doy gimana?"

"Emang Theo kenapa?"

"Ih! Kesel beneran aku" Jena melempar asal sedotannya ke lantai kantin, lebih memilih untuk minum lemon tea-nya langsung dari cangkir. "Sampe haus cerita ternyata kak Doy lagi mode budek!"

"Sorry."

"Emang kakak lagi chat-an sama siapa sih kayaknya sibuk banget!" Jena dengan segala kekurang ajarannya merebut ponsel milik Damian dari tangannya. Cowok itu mendelik tajam dan berniat mengambilnya kembali tapi sama Jena dijauhkan.

Damian mendengus, "Jen, balikin sini!"

"Cih! Sheren siapa? Gebetan baru kakak?" tuding Jena mengembalikan ponsel itu dengan kasar.

"Bukan siapa-siapa"

"Kalau mau selingkuh tuh bilang-bilang, minta izin aku dulu!"

"Emang kamu izinin?"

"Ya nggak lah!"

"Terus apa gunanya minta izin?"

"OH JADI BENER SHEREN ITU GEBETAN KAKAK?!"

"Heh!" Damian bekap mulut Jena biar nggak berisik. "Jangan teriak-teriak!"

Tangan besar itu Jena singkirkan dari mulutnya, dengan melipat tangannya sendiri Jena menatap Damian penuh kebencian. "Awas ya kalau sampai ketahuan selingkuh, aku teror nanti si Sheren-Sheren itu!"

"Dia lebih tua dari kamu btw"

"Aku nggak nanya!"

"Cuma mau ngasih tau"

"Nggak perduli, nggak penasaran, dan nggak mau tau juga!"

Damian menyaksikan bagaimana Jena membuang muka tidak mau menatapnya, cowok itu terkekeh pelan sebelum meletakkan ponselnya ke meja. "Nggak usah cemburu"

"Emang nggak!"

"Sheren cuma teman biasa aja, kebetulan partner tugas aku buat praktikum"

Jena diam.

"Dia bukan gebetan aku kok"

Masih diam.

"Jena, kamu marah? Hm?"

"Siapa bilang?" Cewek itu menyahut ketus.

"Itu marah"

"Nggak!"

[2] Boyfriend { Tsundere } ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang