Dia, Alysa Milania

865 87 20
                                        

Kenapa suka aku?”

Lelaki itu seketika menoleh, menyambut raut cantik penuh tanya di hadapannya. “Ya karena itu kamu.”

Sesuai prediksinya, alis tipis itu langsung mengerut sangsi bersama bibir kecil yang sedikit meberengut lucu. Alasannya? Masa nggak ada?”

Cinta nggak butuh alasan, Sa.” 

Nggak mungkin!” hardiknya keras-keras. Ini bukan drama korea jadi itu nggak mungkin.”

Si lelaki menyumbang tawa, Kenapa nggak mungkin?”

Ini dunia nyata. Real life. That’s impossible thing! Itu nggak masuk logika banget.”

Nggak semua hal harus pakai logika, Sa. Kayak yang pernah aku bilang, we can’t choose who we have crush on. It just happens, like us. Sayang sama kamu juga gitu, it just happens. Bahkan aku sendiri nggak sadar sejak kapan.”

Melihat bulan sabit muncul pada bibir sang gadis, Jeffrey sadar jika jawabannya cukup memuaskan didengar. Lalu tanpa sadar batinnya merapal harapan, bahagia terus ya, Sa.’






Nah itu juga, entah sejak kapan Jeffrey bertekad sekali mempertahankan senyum Si gadis Alysa itu. Kalau ditanya pun jawabannya sesederhana ini, “Karena gue suka liat senyumnya.”




Senyumnya, punya Alysa Milania Juanna ini,

Si cantik yang jarang banget nata rambut, yang bakalan gampang kalian jumpai di depan vending machine lantai dasar gedung E tiap pagi di hari Senin dan Rabu dengan susu kotak ultramilk low fat rasa plain.

Atau, cewek cantik super cuek yang kalau beli batagor sama siomay suka ngawur kasih kecap plus sambelnya—batagor yang tadinya menggiurkan berubah wujud kayak makanan beracun karena warnanya super pekat kebanyakan kecap.

Atau juga, cewek cantik tapi aneh yang tiap makan soto semarang nggak pernah dikasih jeruk tapi sekali lagi kecap sama sambelnya banyakin.

"Heh udah ih kecapnya!" peringat Jeffrey sambil sedikit bergidik, pasalnya sudah hampir seluruh permukaan soto itu ketutup sama kecap.

Tapi si gadis sama sekali nggak menggubris.

"Ntar sakit, Saa.." direbutnya botol kecap itu dari tangan Sasa.

Si gadis berdecak kesal sebelum beralih memasukkan tiga sendok penuh sambel ke mangkuknya.

Anaknya ngeyel banget, serius.

[✔] NUMBCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang