/Kali ini beneran lanjutannya kok:"")/
Hehe, silahkan...
Seperti biasa, Minhyung pasti belum menunjukkan batang hidungnya walaupun langit sudah gelap. Kakak tiri Donghyuck benar benar penggila kerja, padahal tidur dirumah lebih nikmat.
Donghyuck sudah selesai membersihkan apartment Minhyung dan miliknya. Bahkan ia merasa, seharian ini ia hanya membabukan diri. Mulai dari mencuci, menyapu bahkan menyiram tanaman di apartment kakaknya dan miliknya sendiri.
Sekarang Donghyuck hanya merebahkan diri di sofa empuk berwarna abu tua yang terpajang di ruang tengah Minhyung. Ia hanya menonton TV, walaupun tidak ada acara dari stasiun TV yang menarik.
Ia mendesah keras lalu mematikan TV, Donghyuck sudah tidak tahu apa yang harus ia perbuat sekarang. Semua pekerjaan rumah sudah ia lakukan.
"Ugh, aku bosan! Apa aku jalan jalan saja ya?" Gumam Donghyuck. Ia mulai mendudukan dirinya dan merapikan beberapa helaian rambutnya.
"Ah sudahlah! Aku pergi jalan jalan saja!"
Donghyuck akhirnya memutuskan untuk pergi berjalan menyusuri kota, ia keluar dari apartment Minhyung dan pergi ke apartmentnya yang hanya bersebelahan, tak lupa juga ia merapikan apartment Minhyung sebelum pergi dan menguncinya.
Ia mengganti pakaiannya menjadi kaos oversize putih dan celana pendek, ia mengambil kacamata bulatnya dilaci nakasnya lalu mengambil handphonenya. Ia berkaca sekilas untuk merapikan rambutnya lalu keluar dari apartmentnya.
Bertepatan ada seseorang yang sudah menekan tombol lift sehingga Donghyuck tidak perlu menunggu lift datang. Ia masuk ke lift dan mulai memasang headset nya.
Orang yang masuk ke lift bersama Donghyuck tadi sudah turun di lantai 16 dan sekarang terlihat di layar bahwa lift mulai turun lagi dan berhenti di lantai 14.
Donghyuck sesekali merapikan penampilannya di kaca lift, mengingat tidak ada siapapun di lift, kan? Ia bahkan menggumamkan lagu yang ia dengar.
Namun, mata Donghyuck langsung membulat sempurna saat melihat pantulan seseorang dari lantai 14 yang akan masuk ke lift. Pria tersebut menggunakan kaos sleeveless didampingi dengan jaket rajut hitam dan celana pendek berwarna hitam. Tidak lupa kacamata dan baseball cap yang ia gunakan.
"H-heol? K-kau lagi?!" Ucap Donghyuck tidak percaya.
"Eoh? Vampir abal?" Balas orang itu santai lalu melangkahkan kakinya menuju kedalam lift.
Detak jantung Donghyuck terasa berhenti total saat orang itu menunjuknya dan memanggilnya vampir, ia berdehem untuk menetralkan suasana, "E-ekhem! Apa maksudmu?! Sembarangan saja kalau ngomong!"
Pria tersebut terkekeh sekilas, "Haha, aku bercanda. By the way, aku Jeno. Kau ingat iya kan?"
Donghyuck hanya memalingkan wajahnya kesal lalu melipat kedua tangannya di dada.
Dan begitulah bagaimana Donghyuck berakhir pergi bersama Jeno untuk berjalan malam ini.
***
Donghyuck mendongakkan kepalanya untuk melihat papan besar dengan lampu led yang menerangi tulisan disana. Mereka berhenti di Supermarket.
"Ya! Bukankah kau bilang kita akan pergi makan?"
Jeno hanya fokus memarkirkan mobilnya dan melirik spionnya sesekali, "hmm iya. Aku ingin membeli bahan dan memasaknya dirumah. Aku yang masak kok."
Mendengar jawaban Jeno, Donghyuck hanya mendengus kesal dan menatap Jeno tidak percaya, "ya! Tadi kau berjanji untuk traktir makan malam diluar, bukan berbelanja bahan makan malam!"
Mendengar protes Donghyuck, Jeno yang sudah selesai memarkirkan mobilnya langsung mendekatkan wajahnya pada Donghyuck dan tersenyum polos, "setidaknya aku traktir, kan?"
Yang benar saja! Entah bagaimana Donghyuck merasa wajahnya memanas, Ia langsung mengerjap sesekali dan mendorong wajah Jeno, "H-huh! Terserah!"
Jeno hanya terkekeh melihat ulah Donghyuck yang sudah turun terlebih dahulu dari mobilnya. Ia akhirnya ikut menyusul keluar dari mobil dan mereka berjalan bersama kedalam Supermarket.
Sesampainya didalam, Jeno mengambil trolley dan membuka daftar belanjaan yang ia catat di notes handphone nya, sementara Dongyuck terlihat berbinar saat dirinya menemukan pendingin minuman yang menampilkan segala jenis susu dan yoghurt.
"Ayo kita ke tempat sayuran dulu. Kau mau ap—" ucapan Jeno terhenti saat ia menyadari bahwa Donghyuck tidak mengikutinya dan malah asik melihat beragam susu dan yoghurt di kulkas.
Jeno tersenyum tipis lalu berjalan menuju Donghyuck, "Hey, kau boleh mengambil yang kau mau kok. Tapi kita ambil bahan dulu, ok?"
Mata Donghyuck langsung memberikan sorot sedih dan tetap mengikuti Jeno untuk mengambil bahan terlebih dahulu. Dan sungguh, tatapan Donghyuck benar benar menusuk telak ke hati Jeno, ia merasa seperti baru saja melihat anak malaikat yang menggemaskan.
Mereka berkeliling supermarket untuk mengumpulkan bahan. Donghyuck membacakan daftar dari handphone Jeno sedangkan Jeno yang mencari bahan tersebut, "Hey, itu sudah daftar terakhir." Ucap Donghyuck sambil memastikan tidak ada daftar terlewat.
"Oh oke, baiklah. Sekarang kau mau beli apa hmm?" Tanya Jeno sambil menumpukan kedua sikutnya di pegangan trolley.
Benar saja, tatapan Donghyuck langsung kembali berbinar dan melompat senang, "Ayo ke kulkas!"
Donghyuck langsung berlari menuju ke tempat pendingin tersebut dan melihat itu, Jeno benar benar ingin berteriak melihat ulah menggemaskan Donghyuck.
Jeno yang baru saja sampai di daerah pendingin, langsung mendapati Donghyuck yang sudah mulai menggandeng beberapa jenis minuman. Melihat Jeno yang baru datang, Donghyuck langsung tersenyum, "Aku masih mau memilih, boleh kan?"
Jeno hanya tersenyum dan mengangguk. Donghyuck bergumam senang lalu mengisi beragam minuman seperti susu dengan semua varian rasa dan beberapa yoghurt ke dalam trolley. Bahkan minuman Donghyuck hampir terjatuh karena tidak ada cukup ruang, "Jeno, kau tidak mengambil minuman?"
Oh, tanggal berapa ini?
Baru saja Donghyuck memanggil namanya? Sial! Hampir saja Jeno menjerit bahagia karena ini pertama kalinya pria manis itu menyebut namanya!
Ia harus mencatat ini di handphonenya!
Tetapi, Jeno mencoba bersikap netral dan hanya mengambil 4 botol kaca soju, "Hmm aku akan mengambil minuman ini. By the way, kau hanya mengambil itu?" Tanya Jeno santai sambil mencoba mencari ruang untuk botol sojunya di trolley.
Donghyuck sebenarnya hampir meloncat bahagia mendengar pertanyaan tersebut, artinya ia masih diizinkan untuk mengambil lebih banyak, bukan? Tapi ia mengurungkan hal tersebut. Sepertinya lain waktu saja, bahkan minuman yang ia ambil itu sudah cukup sampai bulan depan.
"Ah, tidak usah. Terimakasih. Ayo sini kubantu dorong trolley nya. Kita pulang, ya?" Ucap Donghyuck.
Donghyuck langsung ikut mendorong trolley tersebut menuju kasir, tangan mereka bersentuhan dan hal itu membuat detak jantung Jeno tidak karuan. Ditambah, sesekali Donghyuck berbalik kearahnya hanya untuk sekedar tersenyum.
Ah, Jeno sepertinya akan pingsan sebentar lagi.
***
TBC
CIEEE JENO KLEPEG KLEPEG AWOKAOWKWK
MOGA SYUKA SYG:3
Don't forget to Vote, Comment and Follow me💕
KAMU SEDANG MEMBACA
Master Vamp ;NoHyuck
FantasyRather than Master, you're better to be called baby. [YAOI] [BXB] [VAMPIRE] [ABO] HOMOPHOBIC? NAGA AWAY JUSEYO! ©Caramelizedbear, 2020 Highest Rank #61 - Markhyuck - 02/04/20 #101 - Vampire - 09/05/20 #649 - Fantasy -07/05/20 #4 - Nohyuck - 03/06/20...
