16

7.3K 921 119
                                        

Selama perjalanan pulang, Donghyuck dan Jeno benar benar tidak melontarkan satu kata pun. Mereka hanya terdiam dan saling membalas helaan napas. Donghyuck bahkan hanya menatap kosong kearah keluar jendela—tidak ingin membuat kontak apapun dengan Jeno.

Sesampainya di halaman gedung kantor, Jeno memberanikan diri menawarkan Donghyuck tumpangan pulang, namun Donghyuck hanya menggeleng dan langsung turun di depan lobby utama. Dan saat mobil Jeno menuju parkiran Basement, Donghyuck mengambil kesempatan untuk segera pergi pulang ke apartment menggunakan taxi.

Donghyuck benar benar masih tidak habis pikir dengan apa yang sebelumnya Jeno lakukan padanya. Ia menyesal, ia seharusnya menolak segala ajakan Jeno, waspada terhadap pria itu. Namun, mata dan  telinganya seakan ditutup lalu tetap menerima ajakan Jeno, yang jelas jelas sebelumnya menciumnya. Dan sekarang, ia bahkan sampai menyentuh Donghyuck.

Ia masih marah dan tidak percaya, hanya mengingat hal itu, pelupuk mata Donghyuck terasa kembali memberat. Syukurlah taxi yang ia tumpangi bisa mengantarnya cukup cepat sampai ke apartment. Donghyuck membayar biayanya dan segera menuju ke apartmentnya. Ya, ia memutuskan untuk tidak singgah ke apartment Minhyung. Ia akan mengurung diri saja.

Sesampainya di apartment, Donghyuck segera membuka setelan jasnya dan menyisakan celana pendek dan kemeja yang ia gunakan. Ia melemparkan diri ke kasurnya dan terisak dibalik bantalnya, Ia berusaha sebisa mungkin untuk menepis dan melupakan segala perbuatan Jeno, namun Donghyuck tidak bisa.

Dan bahkan, entah mengapa, semakin keras ia mencoba, hal itu malah menjadi satu pemicu tubuhnya terasa sakit—seakan diremuk menjadi satu remukan kertas bekas. Terutama di bagian perutnya, terasa sangat nyeri. Donghyuck meringis kesakitan, ia meremat kemejanya dan menangis kencang. Tubuhnya terasa sangat lemas sekarang.

Ia mencoba bangkit dari tempat tidur namun kakinya tidak bisa menumpu tubuhnya. Terpaksa ia menyeret tubuhnya di lantai untuk meraih setelan jas yang tadi ia taruh di lantai—untuk mengambil ponsel yang berada di sakunya.

Donghyuck mengeluarkan ponselnya dan sempat terkejut melihat notifikasi panggilan dari Minhyung, ia sempat panik dan juga bersyukur. Dengan segera ia menekan notifikasi itu dan kembali menelepon Minhyung. Syukurlah tanpa harus menunggu lama, Minhyung segera menjawab panggilan teleponnya.

"Ya! Kenapa tidak mengangkat teleponku hah?! Kalian darima—" belum sempat Minhyung selesai memarahi Donghyuck, Ia langsung tersentak mendengar ringisan adiknya dari telepon, "Hhyungg! Akhh–hiks!" Ringis Donghyuck dengan suaranya yang bergetar.

Minhyung langsung merasakan detak jantungnya berpacu, dirinya langsung resah saat mendengar suara Donghyuck yang begitu kesakitan, bahkan Minhyung bisa mendengar isakan adiknya semakin kencang di seberang sana, "Donghyuck?! Ada apa?!"

Bukannya menjawab, Donghyuck malah terdengar melepas ponselnya ke lantai dan menangis semakin kencang. Hal itu benar benar membuat Minhyung semakin resah dan segera mengambil jasnya, "Tunggu aku, bertahan sebentar! Aku pulang sekarang!" Final Minhyung lalu mematikan sambungan teleponnya.

Dengan segera Minhyung berlari menuju parkiran dan memasuki mobilnya, tanpa ragu, Minhyung langsung menancapkan gasnya sehingga meninggalkan gema decitan ban mobilnya di basement. Minhyung bahkan rela menerobos beberapa lampu lalu lintas.

Minhyung mengeram rendah sembari memegang stir mobilnya erat. Tangisan adiknya benar benar berdengung di kepalanya, asumsinya sudah sangat tidak baik. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada adiknya,  bahkan, baru mendengar suara Donghyuck dari telepon, Minhyung bisa merasakan adrenalinnya meningkat tiba tiba.

Dan sialnya, ia tertahan di satu lampu merah terakhir yang sudah sangat dekat dengan blok apartment mereka, Minhyung langsung memukul stir mobilnya dengan keras sehingga membuat bunyi dentuman yang cukup nyaring di dalam mobilnya. Ia mengacak surainya frustasi, Minhyung segera menyambar ponselnya yang berada di jok samping dan menekan kontak Donghyuck.

Master Vamp ;NoHyuckTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang