8

8.8K 1.1K 58
                                        

Jeno mengernyitkan dahinya saat menemukan bekas gigitan Donghyuck dipundaknya. Ia sangat yakin kalau ia seperti baru ditusuk menggunakan pisau tajam tapi entah mengapa saat ia bercermin, ia hanya mendapati bekas gigitan yang sudah mulai membiru.

Ia baru saja selesai mandi, dan mengacak surainya frustasi. Ia keluar dari kamar mandi dan mendapati Donghyuck masih terlelap di tempat tidurnya.

Ya, tadi malam Jeno tidak sengaja menjatuhkan Donghyuck. Lagipula, kenapa juga Donghyuck harus menggigitnya. Ah sudahlah, Jeno yakin itu hanya efek mabuk Donghyuck. Ia sudah bilang bahwa ia tidak pernah minum sebelumnya.

Ia berjalan kearah Donghyuck dan mendudukan diri disamping Donghyuck. Ia mengelus surai Donghyuck lembut sehingga Donghyuck mengernyit dalam tidurnya lalu menggeliat pelan, "Min-minhyung?..." Lirih Donghyuck tanpa membuka matanya.

Jeno sedikit terkejut saat mendengar nama asing yang disebut oleh pria manis itu, "Aku Jeno, Chan. Ayo bangun, sudah pagi" tutur Jeno lembut lalu kembali mengelus kepala Donghyuck.

Donghyuck hanya membalikkan posisinya menghadap Jeno dan memeluk pinggang Jeno. Jeno tersentak saat tubuh dinginnya yang baru saja mandi bersentuhan dengan kulit Donghyuck yang bersuhu tinggi, "Hey! Kau demam, Haechan! Astaga, tunggu disini aku belikan obat ya?"

Jeno melepaskan lengan Donghyuck pelan yang melingkar di pinggangnya, namun pergerakan Jeno ditahan oleh Donghyuck, "Jangan pergi! A-aku suka suhu tubuhmu" ucap Donghyuck pelan yang sudah mulai membuka matanya dan kembali memeluk pinggang Jeno.

Jantung Jeno seperti berhenti berdetak saat Donghyuck mengatakan hal tersebut. Dan yang benar saja, Jeno langsung salah tingkah, "T-tapi Haechan, aku harus berpakaian terlebih dahulu..."

Uhm, mengingat Jeno yang baru saja selesai mandi. Tentu saja tubuhnya masih dililit oleh handuk.

Donghyuck terlihat tidak bergeming dan sepertinya Donghyuck kembali terlelap sambil memeluk Jeno.

Sekarang Jeno harus apa...

***

Donghyuck meringis pelan, ia merasakan tubuhnya didekap erat. Ia mencoba membuka matanya dan pandangannya langsung mendapati leher jenjang dan rahang tegas yang indah.

Donghyuck mendongakkan kepalanya dan langsung menjerit tertahan, ternyata Lee Jeno lah yang sedang mendekap tubuhnya dengan erat, "AHKK!!! ORANG MESUM!" Donghyuck langsung mendorong tubuh Jeno sekuat tenaga sehingga Jeno terjatuh dari tempat tidur.

Sepertinya, nyawa Jeno masih tertinggal diatas kasur.

Jeno terkejut dan terhuyung, "H-haechan! Oh syukurlah kau sudah sadar..." Parau Jeno sambil mengucek kedua matanya untuk mengumpul fokusnya pada jam digital di nakas, "Ah, jam setengah dua pagi. Ayo lanjut tidur"

Donghyuck langsung membelakkan matanya tidak percaya saat Jeno mengucapkan hal tersebut dengan santai, "WAH KAU INI MESUM GILA YA? LAGIPULA KENAPA JUGA KAU TIDAK MENGUNAKAN KAOS ATAU ATASAN LAINNYA?"

Ugh, jiwa Lee Ketus Donghyuck sepertinya kembali ke raganya.

Jeno hanya mendecak malas dan mencoba kembali naik ke kasur. Namun, Jeno langsung tersadar saat Donghyuck melempar wajahnya menggunakan bantal, "JANGAN BERANI KAU NAIK KESINI!"

"Wah..." dengus Jeno. Jeno langsung merangkak kearah Donghyuck dan mengukung Donghyuck dibawahnya, "Lee Haechan, ini rumahku sayang. Dan ini juga kamarku, jadi apa hakmu untuk mengatur apa yang aku lakukan dirumahku sendiri. Salahkan dirimu yang mabuk berat, sayang." Bisik Jeno seduktif.

Jeno mendekatkan wajahnya ke telinga Donghyuck dan membisikkan sesuatu, "Asal kau tahu, kau begitu nakal saat kau mabuk. Itu berbahaya, Lee Haechan."

Wajah Donghyuck langsung memerah hebat saat Jeno menatapnya dengan sedikit seringaian yang melengkung di bibirnya, lalu Jeno langsung kembali tersenyum polos dan beranjak dari atas tubuh Donghyuck, "Sudah ya, aku mengantuk." Ucap Jeno santai, tanpa ada tatapan ataupun bisikan menuntut.

Jeno langsung menjatuhkan dirinya di sisi kasur dan kembali terlelap menghadap kearah Donghyuck lalu menarik Donghyuck kedalam pelukannya tanpa mempedulikan Donghyuck yang memberontak dalam pelukannya.

Jeno menaruh dagunya di puncak kepala Donghyuck dan mengelusnya pelan, "Aku bingung, kenapa kau selalu menginap di rumahku hanya karena kecelakaan. Dulu kau pingsan, sekarang kau malah mabuk." Ucap Jeno lembut lalu terkekeh sekilas.

"Ditambah, kau selalu tidak sadarkan diri lebih dari 10 jam. Imun tubuhmu lemah ya. Sudahlah, selamat tidur, Lee Haechan"

Jeno sudah kembali terlelap, berbeda dengan Donghyuck. Ia mencoba untuk membuat jarak dengan dada bidang Jeno yang tidak dilapisi helaian kain apapun, ditambah pula wajahnya yang masih merah padam dan detak jantung yang tidak karuan.

Apa tadi dia bilang kalau Donghyuck mabuk dan berbuat nakal? Oh sial! Apa yang sudah Donghyuck lakukan?!

Sekarang jam 2 pagi, lagi.

Lagi lagi ia siuman dari 'koma' nya dirumah Lee Jeno. Mengapa harus selalu Lee Fahking Jeno! Sudah begitu, Jeno tidak pernah menceritakan hal apa yang ia lakukan jika ia tidak sadarkan diri.

Bahkan tadi Jeno sempat menyebutkan sesuatu yang Berbahaya.

Sial, Donghyuck tidak akan hidup tenang mulai detik ini.

***

TBC

Halo, hehehe. Selamat menunaikan ibadah puasa buat fwends yang melaksanakan:3 semoga tida mengharapkan adanya sesi mantap² karena ini bulan suci ramadhan, slurಠ‿ಠ

H3h3.

Ngga ah, Ayen cuma mau minta maaf ya untuk para awak kapal yang harus slalu menunggu kelanjutan work ini ataupun work Ayen lainnyaಠ︵ಠ🖤

Udah ah. See ya next chap!(・ัω・ั)

Dont forget to Vote, Comment and Follow me🖤

Master Vamp ;NoHyuckTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang