🎭Masa Akhir Menuntut Ilmu

18 1 8
                                        

Selamat membaca!
Semoga kalian suka dan tertarik.
Jangan lupa VOTE DAN KOMENYA YAAA
Kalau perlu share juga.
@@@

Empat tahun sudah Taling mencari ilmu di kota jauh ini. Skripsinya sudah diterima pihak kampus dan hari ini waktunya Taling sidang. Terasa cepat memang tetapi diwaktu yang cepat itu setidaknya Taling mendapat pelajaran. Tentang cinta dan pertemanan. Jangan tanyakan soal Reka pada Taling! Karena tidak ada yang Taling tahu mengenai Reka. Dia seakan menghilang ditelan bumi, tidak ada kabar sama sekali bahkan Hesa, Ketua BEM pada masanya, tidak tahu-menahu tentang Reka. Terkadang Taling menangis untuk itu, merutuki dirinya yang selalu membuat Reka repot.

“Hhhh.” Taling menghela nafas berat. Tidak akan ada akhirnya jika Taling terus-menerus memikirkan hal yang telah berlalu.

Berjalan menuju ruang sidang ditemani Yusi. Sangat disayangkan, mereka tidak bisa wisuda bersama. Beberapa bulan lalu Yusi mengalami kecelakaan yang mengharuskannya cuti kuliah dan jadilah dia harus mengulang beberapa matkul.

Disepanjang perjalanan Yusi terus saja menggerakan bibirnya, menyemangati Taling yang justru membuat kepala Taling pusing.

“Kamu udah berulang kali ngomong itu, Yusi. Udah dong ngomongnya, nanti hafalanku buyar, Yus.” Sekesal apapun Taling, nada bicaranya masih sama seperti biasanya tidak ada penekanan.

“Iya, deh. Sorry.” Balas Yusi lalu mengerucutkan bibirnya sebal. Maksudnya, kan baik.

Sampai di depan ruang sidang, Taling baru merasakan tangannya bergetar takut, jantungnya berpacu cepat. Sedangkan Yusi kembali menyemangati Taling dengan celotehan panjang lebarnya.

Sebelum memasuki ruangan, Taling mencoba mengingat semua hafalannya. Jangan sampai presentasinya gagal karena melupakan satu hal saja dalam hafalannya. Satu kali salah maka seluruhnya juga ikut salah.

Masuk dengan senyum ramah lalu membungkuk kearah dosen penguji. Tangannya benar-benar gemetaran melihat tatapan-tatapan datar para dosen pengujinya.

“Mulai.” Perintah salah satu dosen yang duduknya ditengah dosen lainnya.

@@@

Benar-benar menguras energi. Ada banyak pertanyaan yang diajukan dosen penguji, untungnya dia bisa menjawab semua itu. Taling sempat menerima teguran, ada sedikit kesalahan dalam presentasinya, syukurnya Taling mampu mengatasi itu. Dan perlu kalian tahu, Taling bisa wisuda tahun ini. Yusi langsung berteriak histeris mendengar bahwa dia lulus sidang. Yusi bahkan langsung meminta Taling untuk mentraktirnya. Tentunya Taling tidak bisa menolak permintaan temannya itu. Taling juga harus menelpon Ayahnya untuk memberitahukan ini.

Mereka memilih café yang terletak di depan kampusnya. Dulu café tersebut merupakan tempat tongkrongan Reka dan teman-temannya baik teman dari organisasi ataupun diluar itu.

Datang ke café ini membuat Taling kembali mengingat momen-momen berharganya dengan Reka. Membuka aplikasi chat di handphonenya, mencari satu nama mencoba mengirim pesan, berharap orang itu mau membalas chatnya.

TalingAJ: Aku ikut wisuda tahun ini. Aku pengin kamu datang. Tapi nggak maksa, kok :v.

Menutup ruang chat tersebut dan beralih mencari kontak ayahnya. Menelpon untuk memberitahukan berita bahagia ini. Nada dering beberapa saat memenuhi rongga telinganya sebelum sebuah suara seseorang yang Taling rindukan pelukannya.

“Hallo. Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam, Ayah.”

“Ada apa? Tumben telpon duluan, biasanya juga Ayah dulu yang telpon.”

METAFORACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang