Satu

17K 693 4
                                        

Di sebuah ruangan di rumah sakit, ada seorang wanita yang baru sadar dari pingsannya tadi malam.

Tak lama darinya sadar datang seorang suster membawakan makanan.

"Makan dulu mba. Owh yah kalau mba mau menghubungi keluarga mba,telfonnya ada di sebelah sana" ujar suster itu lembut sambil menunjukkan arah telfon.

Keluarga?,batin wanita itu.

"Tidak usah sus. Terima kasih," ujarnya datar kepada suster itu.

Wanita itu bernama lengkap Faizah ayunanda yang kerap dipanggil Nanda.

Setelah menebus vitamin untuk calon anaknya yang kedua dia Menyetopkan taksi dan pulang kerumahnya.

Rumah yang mungkin akan menguras kesabarannya, rumah yang dulunya menjadi tempat pulang dan bahagianya kini mungkin akan menjadi tempat sengsara hidupnya.

Di dalam taksi, Nanda kembali mengingat yang terjadi padanya beberapa hari yang lalu.

Flashback on.
Saat ini Nanda sedang bermain dengan Putri kecilnya yang baru berusia 5 tahun itu.

Tiba-tiba suara ponsel terdengar.

Nanda mencari asal suara ponsel itu yang ia yakini bukan suara ponselnya.

Dia membuka ponsel yang berbunyi itu yang tak lain adalah ponsel suaminya. Dan terpampang lah notif sms.

Jihan💜
Mas kalau kamu pulang kantor,aku minta tolong beliin bubur ayam yah. Soalnya aku lagi mau makan bubur.

Nanda yang membaca nya pun heran. Siapa perempuan bernama Jihan di hp suami nya itu?.

Tiba-tiba hp itu terampas dari tangan Nanda, dan orang yang merampasnya adalah suaminya yang bernama, Fajar Algifari.

"Kamu tau kan membuka hp orang lain tanpa sepengetahuan nya itu dosa, ini privasi ku dan tidak semuanya harus kamu buka," ujar Fajar dengan raut kesal.

Nanda menjadi bingung dengan sikap Fajar yang terlihat sangat berlibahan, pasalnya awal-awal mereka menikah, malah Nanda lebih sering memakai hp suaminya itu dibandingkan hpnya sendiri, dan dulu Fajar tidak pernah sekesal ini.

"Maaf mas, tapi tadi hp mas bunyi dan mas belum pulang, jadi aku buka aja sapa tau penting," ujar Nanda.

"Ini terakhir kalinya kamu buka hp aku tanpa sepengetahuan ku!!" ujar Fajar lalu pergi begitu saja.

Apa perempuan yang bernama Jihan itu yang sudah merubah mu mas.

Flashback off

Nanda kembali meneteskan air matanya kala mengingat itu. Jihan, wanita yang selalu kelihatan sempurna dimata suaminya.

"Sudah sampai mba," ujar supir taksi itu membuyarkan lamunan Nanda.

"Owh yah. Makasih pak," ujar Nanda sembari menghapus air matanya lalu turun setelah memberikan selembar uang lima puluh ribu pada supir taxi itu.

Nanda berjalan memasuki rumah yang dia tempati beberapa tahun ini, baru saja dia ingin membuka pintu rumah itu, tangannya terhenti kala sebuah suara memasuki indra pendengarannya.

"Kamu cantik sekali pakai baju itu," ujar seseorang yang Nanda yakini adalah Fajar.

Nanda pun memegang dadanya yang terasa sakit, dia semakin sadar bahwa kehadiran Jihan jauh lebih Fajar butuhkan daripada kehadirannya.

"Makasih mas," ujar Jihan dengan lembut.

Kuatkan hati hamba ya Allah, karena mulai dari sekarang hamba harus terbiasa mendengar suami hamba memuja wanita lain, batin Nanda.

Jangan lupa di vote dan komen yah

Salam manis author

Bukan Istana Impian √(End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang