Dua

14.5K 687 10
                                        

"bunda!!!" suara anak kecil membuat Nanda menghapus air matanya. Dia berbalik dan menemui Putrinya, putrinya itu yang menjadi alasan satu-satunya mengapa dia kembali kerumah ini.

"Anaknya bunda udah pulang sekolah yah?" ujar Nanda lalu mencium kening Kayla, dia berusaha sekuat mungkin bersikap biasa saja dihadapan Kayla.

"Iya bunda, kok tadi malam Kayla cariin bunda nggak ada?"

"Tadi malam bunda nginap di rumah Tante ririn sayang," jawab Nanda terpaksa berbohong.

Owh yah ririn adalah sahabat Nanda dari Nanda SMA,jadi bisa dibilang mereka sangatlah dekat terutama Kayla juga sangat dekat dengan ririn.

"Kok bunda nggak ngajak Kayla sih?" ujar Kayla cemberut.

"Gimana kalau besok aja yah,kita kesana lagi" Jawab Nanda dan mendapatkan anggukan serta senyuman dari Kayla.

"Owh yah bunda di dalam rumah ada tante Jihan lo,kata papa temennya. Emang benar bunda?" tanya Kayla dengan wajah polosnya.

"Iya benar nak," jawab cepat Nanda lalu membuka pintu rumah itu membuat Fajar dan Jihan langsung menatap kearahnya.

"Kamu darimana aja?, aku khawatir sama kamu," Nanda tersenyum miris mendengar ucapan Fajar.

"Oh ya, kamu kelihatan lebih baik lo tanpa aku," ucap Nanda. "Kayla, kamu masuk kekamar gih sayang, ganti baju terus makan," lanjut Nanda dan Kayla pun langsung berlari menuju kamarnya.

Setelah kepergian Kayla, Nanda dibuat terkejut oleh Fajar yang tiba-tiba memeluknya.

"Maafkan aku Nan, aku tau aku salah," lirih Fajar

"Maaf kamu bilang!?" ujar Nanda lalu mendorong tubuh Fajar menjauh darinya. "Mengucapkan kata maaf emang gampang mas, tapi memaafkannya yang sulit, dan sekarang aku diposisi memaafkan, jadi berikan aku waktu." ujar Nanda lalu melangkah menuju kamarnya.

Saat memasuki kamarnya itu, dia menjadi heran, sebab disana Nanda melihat foto pernikahan Jihan dan fajar persis berada disamping foto pernikahannya.

"Maafkan saya mba. Saya akan cabut foto itu, dan saya akan bersihkan kamarnya," ujar Jihan sambil berjalan ingin mencabut foto itu, tapi ditahan oleh ucapan Nanda.

"Tidak perlu, kamu bisa tidur disini,biar saya di kamar tamu" ujar Nanda melangkah pergi, tapi tangannya dicekal oleh Fajar.

"Nan, aku mohon, tolong jangan bersikap seperti ini,jadilah Nanda yang aku kenal dulu," Nanda yang mendengarnya pun berbalik menatap mata Fajar dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kamu menyuruh ku jadi Nanda yang dulu, sedangkan kelakuanmu sendiri yang merubah ku seperti ini, dan kalau kamu mau aku kembali seperti dulu,ceraikan perempuan itu,"

"Nan, jihan lagi hamil sekarang. Aku nggak bisa cerain dia gitu aja," ujar fajar dengan suara lemas, dia bingung harus bagaimana saat ini.

"Bukan karena dia hamil mas, karena kamu mencintainya kan!!?" ujar nanda membentak.

Fajar terdiam, dia mencintai dua orang dalam waktu bersamaan, dan dia sadar itu tidak benar, sebab pasti salah satunya lebih mendominasi dihatinya, namun dia belum tau Nanda atau jihan yang lebih memiliki hatinya.

"Jawab aku!!?" ujar Nanda lagi disertai setetes air matanya yang jatuh begitu saja.

"Nan, tolong kecilkan suara kamu. Kamu nggak mau kan Kayla sedih kalau dengar ayah dan bundanya bertengkar," Nanda melirik sekilas ke arah Jihan, lalu menghapus air matanya, kemudian menarik tangannya yang digenggam Fajar, lalu berjalan menuju kamar tamu.

Jangan lupa vote dan komen yah

Karena nggak akan keluarin biaya sepeser pun

Syukron💜

Bukan Istana Impian √(End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang