Kau telah berhasil menghancurkan jembatan kokoh kepercayaan yang telah ku bangun dengan susah payah.
Ku berusaha tersenyum menerima semua keadaan, masih berusaha menjadi yang terbaik untukmu, memperjuangkan pernikahan kita dan tidak mengingkari janji sakral yang kita ucapkan di pelaminan saat itu, tapi ternyata hanya aku yang ingin bertahan, dan hanya aku yang memenuhi Janji itu, karena sesungguhnya di hatimu bukanlah namaku, bahkan mungkin biar sepeserpun perasaan cinta yang tumbuh di hati mu untukku pun tidak ada.
Anakku menangis, dia rindu ayahnya tapi ternyata ayahnya merindukan wanita lain. Tak mengapa tidak adil denganku, tapi kalau menyangkut anakku, maaf aku tidak bisa diam jikalau harus melihat anak yang ku kandung dan ku lahirkan dengan susah payah menangis dan memohon ayahnya hadir di hari bahagianya.
Aku mengira jika dalam pernikahan sudah hadir seorang anak, maka semuanya akan sempurna, maka cinta kita semakin kuat karena anak pertanda buah cinta kita, tapi nyatanya semua itu salah. Aku baru sadar bahwa status, tidak menjamin cinta.
Seiring berjalan waktu yang kamu sempatkan untukku, seiring itu pula semakin banyak duri yang menancap di hati ini, dan hari ini kuputuskan untuk pergi meninggalkan luka yang sangat menyakitkan itu. Ku memilih hidup sendirian.
Janji manis yang kau ucapkan seolah membuat ku terbang dan dengan begitu mudahnya kau jatuhkan aku, sejatuh-jatuhnya, kali ini aku percaya sebuah kata yang mengatakan bahwa berharap pada manusia adalah kecewa yang disengaja. Rasanya begitu sakit.
Part ini khusus kata-kata Nanda yah
Jangan lupa vote dan komen
Komen dari kalian selalu suka author baca sih
Afwan,banyak typo
Makasih
KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Istana Impian √(End)
Romance(Sudah terbit) Jika kamu pusing akan memilih antara aku dan dia. Sini aku bantu pilihkan, pilih saja dia, karena aku bukan lah sebuah pilihan, tapi tujuan. Jan lupa vote yah.
