Sembilan

10.5K 556 9
                                        

Saat ini Nanda tengah menonton pertunjukan seni puisi putrinya.
Nanda sudah menelfon Fajar sedari tadi, tapi hp Fajar tidak aktif, dan Fajar pun tak kunjung datang.

Kamu dimana sih mas, batin Nanda.

Setelah Kayla tampil, anak itu langsung berlari menuju sang bunda dengan tangisan diwajahnya.

"Bunda ayah mana?" lirih Kayla.

"Kok nangis sih nak. Ayah ada pekerjaan, kan ada bunda," jawab Nanda sambil mengelus lembut kepala Kayla.

"Ayah jahat!!!" teriak Kayla lalu berlari ke luar sekolahnya.

"Kayla, kayla, tunggu bunda nak!!" ucap Nanda sambil mengejar Kayla.

Sesampainya di rumah, Kayla mengurung dirinya di kamarnya. Nanda sudah berusaha membujuk putrinya itu, tapi Kayla tak juga membuka pintu.

Dua jam sudah Kayla didalam kamarnya, dan datanglah Fajar bersama dengan Jihan, Nanda yang melihatnya pun tersenyum miris, sungguh hatinya terluka, dan lebih parahnya lagi, hati putrinya juga terluka saat ini.

Dengan perlahan Nanda berjalan kearah mereka dan langsung menampar Fajar membuat Fajar dan Jihan terkejut.

"Kamu tau, tamparan itu yang seharusnya aku berikan untuk kamu dari awal kamu mengkhianati ku mas," ucap Nanda dingin.

"Nan, kenapa kamu menampar aku?, aku punya salah apa lagi?, bukannya kamu sudah tidak apa-apa kemarin," ujar Fajar, sedangkan Jihan, wanita itu hanya bisa terdiam menyaksikan apa yang terjadi dihadapannya saat ini.

"Kamu nanya mas salah apa!,
Kamu hari ini ada janji sama Kayla nonton dia pentas puisi. Kayla anak kamu kalau kamu lupa juga Kayla itu siapa," ucap Nanda berusaha menahan air matanya yang hendak keluar.

"Astagfirullah hal azim. Aku benar-benar lupa Nan, tadi Jihan perutnya keram, jadi aku bawa dia ke rumah sakit,"

"Cukup mas, aku capek. Kamu emang nggak akan pernah perduli terhadap Kayla apa lagi aku setelah perempuan ini masuk ke kehidupan rumah tangga kita," ujar Nanda sambil menunjuk Jihan dengan wajah emosinya.

"Nan plis, ini salah aku, tolong kecilkan suara kamu, jihan sedang hamil," mohon Fajar.

"Terus apa pedulinya aku mas. Sudah dua jam anakku menangis dalam kamarnya menunggu ayah yang dia banggakan datang, dia cuma pengen kamu nonton dia pentas mas, sesibuk itukah kamu sama wanita ini sampai 5 menit waktu untuk anak mu saja tidak ada," ujar Nanda.

"Aku akan minta maaf sama Kayla," ujar Fajar hendak melangkah menuju kamar Kayla, tapi tangannya dicekal oleh Nanda.

"Tidak perlu minta maaf jika kamu akan mengulangnya kesalahan itu lagi, itu hanya akan membuat Kayla lebih kecewa," ujar Nanda lalu melepaskan tangan Fajar dan langsung berlari ke kamarnya.

Aku benar-benar nggak akan sanggup tinggal disini lebih lama lagi mas, batin Nanda.

Wanita itu pun mengambil kopernya dan membersihkan pakaiannya, setelah itu, dia berjalan menuju kamar Kayla.

"Nan kamu mau kemana?" tanya Fajar sebelum Nanda sampai ke kamar Kayla.

"Mau pergi dari neraka dunia ini," ujar Nanda.

"Mba, biar saya yang pergi. Mba Nanda sama Kayla disini aja," ujar Jihan.

"Tidak Jihan. Tidak ada yang boleh pergi dari sini tanpa izin aku!!" ucap Fajar tegas.

Jangan lupa vote and komen yah

Hargai usaha author

Makasih

Bukan Istana Impian √(End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang