Tanda aneh

46 8 1
                                        

Di perut nya terlihat semacam tanda aneh dikelilingi es beku dan berduri. Tanda itu hitam pekat dan bergerak.

Itu seperti tanda lahir, tapi itu lebih kuat dari kekuatan apapun, bahkan makhluk es yang sangat kuat pun tidak memiliki kekuatan sebesar itu.

"Kau pergilah keluar dan bilang tidak terjadi apa apa, dan pergi ke perpustakaan carikan aku buku tentang tanda kekuatan." Perintah Dewi ke perawat sekaligus penjaga setianya.

"Baik Dewi." Ucap perawat itu membungkuk dan pergi dari kamar.

Perawat itu keluar, dan disuguhkan dengan banyak pertanyaan dari Anggota keluarga kerajaan. Mereka menatapnya dengan khawatir.

"Tidak apa apa, Dewi Ratih sudah menangani Putri es. Aku permisi," ucap perawat itu.

Anggota kerajaan merasa lega akan perkataan sang perawat. Tapi tidak semua, Andira mengikuti perawat itu ke perpustakaan.

"Permisi apa disini ada buku tentang kekuatan?" Tanya perawat itu pada penjaga perpustakaan.

"2 lemari kekanan dan di lemari kiri," ucap Ghaffar. Dia tidak ke perpustakaan istana, karena tidak sembarang orang bisa masuk kesitu.

"Ahh, baiklah terima kasih," ucap Perawat itu dan pergi.

Andira berhenti mengikuti, karena dia merasakan bahwa Anak nakal itu mengikutinya.

"Nad, ngapain?" Tanya Andira melihat ke belakangnya.

"Hehe, ketauan. Gak papa," ucap Nadya.

"Uda ah ayo balik," ucap Andira sambil menarik tangan Nadya.

Perawat itu mendapatkan bukunya, ia segera meminta kartu perpustakaan dan pergi ke ruangan Juwa.

Dia datang dengan berlari, yang membuat seluruh anggota kerajaan bingung. "Apa? Apa? Apa yang terjadi?" Tanya Alexa.

"Tidak ada Dewi, semua situasi sudah terkendali sekarang," Ucap Perawat itu.

'kenapa dia membawa buku itu?' Batin Alika.

"Dewi aku sudah mendapatkannya," ucap perawat itu mengatur nafasnya.

"Terima kasih, kau dapat menyembuhkan beberapa tubuh Juwa, dan jangan menyentuh tanda itu," ucap Dewi Ratih.

perawat itu mengangguk paham.

6 Angel


Flashback

Juwa berdiri dibelakang nya sambil mengejar makhluk itu dengan jubah menghilang, "Hoi, mau kemana?" Ucap Juwa.

"Apa? Bagaimana kau bisa melihat ku?" Tanya makhluk itu.

Juwa tidak menjawab pertanyaannya, "balikin bukunya," ucap Juwa. Dia melipat tangannya menumpuk satu sama lain.

"Jika aku tidak mau?"

"Aku akan melawanmu, oh iya kau kaki tangan keberapa lagi?" Juwa berbicara sambil mengeluarkan senyum tipisnya.

"Kau tidak perlu tau," ucap makhluk itu dan mulai menyerang.

"Ternyata benar kau kaki tangan yang sama"

Makhluk itu kemudian mengayunkan tangannya, air air keluar dari jari jarinya.

'kau makhluk air ya?? Ini mudah.' ucap Juwa menampilkan senyum dan menyerangnya. Ribuan duri es menghujani makhluk itu.

6 ANGEL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang