Bomin masih menatap makam Jaehyun yang basah. Dia belum meninggalkan pemakanan karena memutuskan untuk menunggu Nahyun disana. Tangisan Bomin tidak dapat disembunyikan. Dia sangat kehilangan sosok sahabat yang disayangi.
Ketika sedang membereskan bunga di gundukan tanah pemakaman, handphone Bomin bordering menandakan ada pesan masuk. Pesan masuk dari Nahyun yang memberitahukan bahwa dia sedang dalam perjalanan menuju ke pemakaman.
Tidak menunggu waktu lama, akhirnya Bomin menemukan sosok Nahyun yang ditemani oleh Rowoon. Ketika mereka berdua semakin mendekat, Bomin melihat cincin melingkar di jari mereka dan entah mengapa membuat Bomin semakin teriris. Walaupun mungkin ini adalah yang terbaik untuk Nahyun dan Jaehyun.
Setelah menyapa Bomin, Nahyun langsung menempatkan diri di depan gundukan tanah tempat Jaehyun tertidur untuk selamanya. Kembali, tangisan Nahyun keluar dan tidak bisa dibendung.
"Jaehyun, yang tenang disana ya" Nahyun mengusap nisan yang bertuliskan nama kekasihnya. Tuhan lebih sayang pada Jaehyun hingga memanggilnya terlebih dahulu.
"Maaf Ayah gabisa kesini, ayah masih pemulihan dari sakitnya kemarin. Maaf juga kalo keputusan ayah buat kamu sedih. Maaf"
Kembali Nahyun menundukkan kepalanya dan semakin merasa bersedih. Angin menerpa tubuh Nahyun dan kini semakin merasa kedinginan. Rowoon dengan sigap langsung membuka jaket yang dipakainya dan dipakaikan ke tubuh Nahyun yang berusaha menahan cuaca dingin.
Nahyun menatap Rowoon yang memberikan jaket padanya. Selintas dia juga memberikan senyuman pada Rowoon.
"Mungkin Rowoon memang pantas menggantikan Jaehyun. Semoga keputusan ayahnya Nahyun itu benar" batin Bomin merasakan ketenangan ketika melihat Rowoon yang menjaga Nahyun dengan sangat baik.
"Bomin, kalo mau pulang duluan gapapa gausah nungguin aku. Aku masih mau lama disini kayaknya. Eehhhmmm gapapa kan Rowoon?" Rowoon hanya mengangguk dan mengelus kembali rambut indah Nahyun.
"Gapapa Nahyun, nyantai aja sih. Aku juga gaada schedule apa-apa ko"
Suasana hening. Rowoon sedari tadi tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia hanya terus saja menatap nisan yang bertuliskan nama Bong Jaehyun. Jauh di lubuk hatinya, dia merasa sangat bersalah karena telah membuat keputusan untuk menyetujui keinginan Seungho bertunangan dengan anaknya, Nahyun.
Rowoon yang sedang sangat patah hati karena putus dengan Hyeyoon memutuskan untuk menyetujui pertunangannya dengan Nahyun karena tidak ingin berkelanjutan dalam galau. Rowoon akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencintai dan menyayangi Nahyun. Walaupun itu akan sangat sulit untuk mereka berdua.
"Jaehyun, yang tenang disana. Aku janji bakalan jagain Nahyun disini" Rowoon memejamkan mata dan berusaha berkomunikasi dengan Jaehyun yang sudah berada di alam berbeda.
Tak lupa dia juga mendoakan ketenangan Jaehyun di atas sana. Batinnya juga terus menerus meminta maaf pada Jaehyun. Pertunangan hari ini adalah tempat untuk Jaehyun bukan untuk Rowoon. Namun, takdir memang berkata lain. Dia harus menggantikan posisi Jaehyun yang terbujur kaku karena kecelakaan mobil yang dialaminya.
"Nahyun? Mau pulang kapan?" bisikan Rowoon membuat Nahyun terkejut dan akhirnya menengok ke arah Rowoon.
"Sebentar lagi ya, aku masih mau sama Jaehyun disini" Rowoon hanya mengangguk dan menyetujui keinginan tunangannya itu.
Rowoon sudah bertekad untuk menjaga dan menyayangi Rowoon seperti apa yang diinginkan ayahnya Nahyun. Dia tidak mau terbelenggu cinta buta pada Hyeyoon, mantan kekasihnya yang kini sudah berpacaran dengan Jaewook.
"Balas dendamku cukup. Akhirnya aku bisa ngebuktiin ke Hyeyoon bahwa aku bisa move on dari dia. Aku janji sama kamu Jaehyun, aku bakalan fokus sama Nahyun dan gaakan nyakitin Nahyun" batin Rowoon berjanji dengan disaksikan oleh Jaehyun di alam yang berbeda.
Apakah janji Rowoon pada Jaehyun akan terbukti? Lanjut baca aja ya guys ^^
Makasiih banget buat yang udah mau mampir, jangan lupa vomment
Jangan lupa juga terus dukung GOLDEN CHILD di KINGDOM ya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.