Para pemain dan beberapa staff Golcha FC telah sampai dan menunggu di rumah sakit. Daeyeol dan Sungyoon juga sudah menjemput orang tua Jaehyun yang kini sedang menunggu di depan ruang UGD.
Keheningan di antara mereka terpecah ketika Nahyun, Bomin, Rowoon, dan Seungho datang ke rumah sakit. Tangisan Nahyun masih belum bisa reda bahkan kini semakin meledak ketika ibunya Jaehyun memberikan pelukan.
"Tenang ya, yakin Jaehyun bakalan baik-baik aja"
"Iya bu" Nahyun memeluk calon ibu mertuanya itu dengan sangat erat.
Suasana kembali hening. Mereka semua menunggu kabar Jaehyun yang sekarang sedang ditangani dokter. Nahyun terus saja melihat Jaehyun yang sedang ditangani dokter dari kaca yang berada di pintu ruang UGD.
Mata Nahyun menangkap tangan cekatan para dokter yang sedang memeriksa kondisi Jaehyun. Sesekali Nahyun memejamkan matanya berdoa untuk keselamatan Jaehyun.
Ketika membuka mata, Nahyun seakan tersambar petir karena melihat dokter yang sedang panik. Dahi Nahyun mengerut ketika salah satu dokter mengambil alat pacu jantung dan menggosokkannya sambil memberikan sinyal kepada salah satu dokter yang memegang kendali.
Setelah dirasa cukup, dokter tersebut menempelkan alat pacu jantung ke dada Jaehyun yang masih saja memejamkan mata. Kaki Nahyun sudah tidak kuat untuk menahan berat badannya sendiri hingga dia ambruk di lantai.
Bomin dengan cekatan langsung menghampiri Nahyun dan memberikan pelukan.
"Kenapa? Kenapa? Gausah diliat ya, dokter lagi berusaha bikin Jaehyun sembuh"
Nahyun tidak mau memberikan informasi tentang yang dilihatnya tadi. Dia semakin menangis di pelukan Bomin hingga tidak tersadar dokter yang memeriksa Jaehyun sudah keluar dari ruangan UGD.
"Dok, gimana keadaan anak saya?" Ibu dan Ayah Jaehyun langsung menghampiri dan memberikan pertanyaan tentang kondisi Jaehyun.
"Mohon maaf, pasien kehilangan sangat banyak darah dan kondisinya tidak dapat ditolong"
Nahyun langsung memejamkan mata ketika mendengarkan berita dari Dokter. Bomin langsung mengeratkan pelukannya dan memberikan kekuatan pada Nahyun. Ibu Jaehyun langsung menangis ketika mendengar kabar tersebut.
Air mata kesedihan langsung mengalir dari semua orang yang berada disana dan masih berharap kesembuhan bagi Jaehyun. Walaupun itu sudah sangat tidak mungkin.
Pintu ruang UGD semakin terbuka dengan sangat lebar. Dua orang suster mendorong seseorang yang sudah terbujur kaku keluar dari ruang UGD. Nahyun berusaha berdiri dan memaksa dokter untuk membuka penutup yang kini menutupi wajah Jaehyun.
Ketika wajah Jaehyun terbuka, Nahyun kembali tidak bisa menahan tangisannya. Bomin dan ayahnya berusaha menenangkan Nahyun yang sangat terpukul dengan kematian Jaehyun.
Nahyun semakin lemas. Kini Jaehyun sudah dibawa menjauh. Tubuhnya lemas. Pengelihatannya buyar. Hitam. Nahyun sekarang tidak sadarkan diri.

KAMU SEDANG MEMBACA
Without You [✓]
FanfictionKetika hati tak bisa memilih cinta yang sudah diharapkan karena takdir yang tak dapat diubah.