Nahyun masih melamun di kamarnya. Hari ini dia harus tetap melaksanakan pertunangan tetapi bertepatan dengan Jaehyun yang harus dimakamkan. Nahyun memegang kedua kepalanya yang tidak pusing. Dia sangat tidak mau berada di rumahnya sendiri. Namun, semua ini harus dia lakukan. Dia tidak mau mengecewakan ayahnya.
Suasana sepi di kamarnya membuat Nahyun melamun.
Dia kembali ke posisi kemarin ketika Bomin dengan sekuat tenaga sedang membujuknya.
"Bomin! Pokoknya aku gamau nurutin ayah kali ini! Ayah udah keterlaluan!"
"Nahyun, mungkin ini yang terbaik buat kamu"
"Bomin! Kok kamu jadi ikut-ikutan ayah sih? Nyebelin!"
"Nahyun, Pak Seungho pingsan" Nahyun langsung bergegas ketika mendengar berita dari Rowoon yang berhasil menemukan dirinya.
"Ayah!"
Nahyun langsung menggenggam tangan ayahnya yang sekarang sedang tidak sadarkan diri. Nahyun kembali menangis dan merasa sangat menyesal karena membuat ayahnya seperti ini. Ayahnya memang memiliki penyakit jantung yang selalu sukses membuat Nahyun sangat khawatir pada kondisi ayahnya.
Terkadang Nahyun juga heran, ayahnya itu sangat rajin berolahraga bahkan sekarang menjadi pelatih sepak bola tapi dia mengidap penyakit jantung. Memang penyakit tidak memandang siapapun.
Mata ayah Nahyun terbuka. Nahyun langsung memeluk ayahnya dan meminta maaf. Tangisannya kembali membludak ketika ayahnya sudah bisa menatap kembali dirinya.
"Ayah maaf, Nahyun gak maksud buat ayah sakit"
"Nahyun, mau nurut apa kata ayah kan? Percaya sama ayah, Rowoon itu laki-laki yang baik. Dia bisa jagain kamu lebih dari Jaehyun." Nahyun memejamkan matanya dan tertunduk.
Dia masih tidak bisa menerima kenyataan yang dihadapinya sekarang. Tangan mungil Nahyun perlahan digenggam oleh ayahnya. Rowoon diberikan sinyal untuk mendekat dan kini tangan Rowoon juga digenggam. Seungho menyatukan tangan mereka berdua.
"Rowoon kenapa kamu ga nolak aja sih maunya ayah" batin Nahyun tiba-tiba ingin memaki Rowoon.
Akhirnya Nahyun tidak punya pilihan lain selain mengikuti keinginan ayahnya untuk bertunangan dengan Rowoon.
Lamunan Nahyun terhenti ketika handphonenya berdering dengan sangat keras. Layar handphonenya tertulis nama Bomin dan langsung diangkat tanpa menunggu lama.
"Bomin gimana keadaan disana?"
"Gausah khawatirnya, disini semuanya lancar"
"Beres tunangan aku kesana"
"Okay kabarin aja, maaf gabisa dateng kesana ya"

KAMU SEDANG MEMBACA
Without You [✓]
FanfictionKetika hati tak bisa memilih cinta yang sudah diharapkan karena takdir yang tak dapat diubah.