Sorry for typo
Warn! Little bit mature.
— Nikah Muda —
"Chenle gak jadi dateng Jen?" Tanya Jaemin seraya meletakan piring kotor mereka ke wastafel
"Besok kayak nya—gak usah di cuci, biar mang Ijang aja."
Jaemin mengangguk patuh. Ia berbalik untuk mengambil gelas nya, namun tubuh nya lantas tersentak ketika mendapati Jeno berdiri tepat di hadapan nya
"J-jen, aku mau ambil—"
"Jaemin." Sela Jeno
Kedua mata elang nya menatap wajah manis Jaemin intens. Nyatanya, Jaemin akan lebih manis jika di lihat sedekat ini
Tangannya terulur untuk meraih tangan Jaemin yang tengah menahan dada nya. Ia mengarahkan sepasang tangan itu untuk mengalung di leher nya
"Kamu ngapain Jen? Nanti Mark sama Haechan liat—"
"Mereka udah pulang, Jaemin." Sela Jeno lagi
Kedua tangan nya berpindah menyentuh pinggang ramping Jaemin lalu menarik nya semakin mendekat. Dapat ia lihat wajah Jaemin yang semakin memerah ketika hidung mereka bersentuhan
"Boleh kan gue minta hak gue sebagai suami lo?"
Jaemin terdiam menatap wajah Jeno lalu sesaat setelah nya ia mengangguk walau sirat keraguan terlihat jelas di wajah nya
Dengan sekali gerakan Jeno membawa Jaemin ke dalam gendongannya dan Jaemin langsung melingkarkan kedua kaki nya pada tubuh Jeno agar ia tidak terjatuh
Jeno membawa nya masuk ke kamar, pemuda Lee itu mentup pintu kamar mereka menggunakan kaki dengan cukup keras hingga menimbulkan bunyi yang sedikit kencang
Jaemin meringis kecil ketika Jeno membanting tubuh nya cukup keras ke atas ranjang. Bukan karena sakit, hanya saja ia merasa terkejut dengan perlakuan itu
Jeno menundukan tubuh nya merengkuh Jaemin di bawah kukungan nya. Dapat ia rasakan tangan besar Jeno yang bergerak meremat pinggang nya dari balik baju yang ia kenakan
"Enghh—"
Si sulung Lee tersenyum tipis mendengar lenguhan yang keluar dari mulut Jaemin. Ia memajukan wajah nya lalu menyatukan bibir mereka. Manis dan lembut, bibir Jaemin membuat nya semakin mabuk.
"Let's fall in love for the night."
— Nikah Muda —
Jeno terbangun dari tidur nya ketika mendengar suara ponsel nya yang berdering cukup keras. Dengan decakan kesal, ia meraih ponsel nya lalu mengangkat panggilan telpon itu
"Hall—"
'Kenapa baru di angkat sih kak?!'
Ia sontak menjauhkan ponsel nya dari telinga nya "Kakak baru bangu—"
'Aku di depan pintu nih, bukain dong. Pegel tau berdiri dari tadi!'
KAMU SEDANG MEMBACA
Nikah Muda
FanfictionKalo bukan karena bokap sama nyokap nya, Jeno gak akan sudi nikah muda.
