Not lying

13.3K 1.5K 318
                                        

Sorry for typo

— Nikah Muda —

Ryan menangis lagi setelah ia bangun dari tidurnya. Anak itu langsung mencari Jaemin dan menolak ketika Minhee hendak menggendongnya.

"Kamu kenapa?" Jaemin membawa tubuh Ryan ke dalam gendongannya. Anak itu hanya menggeleng pelan lalu menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Jaemin

"Kalian pulang aja, Minhee butuh istirahat." Ujar Jaemin

Minhee menggeleng "Nanti, nunggu Jeno balik ke sini kak." sahut nya

"Dia udah di parkiran, i'm okay."

Minhee menatap Yunseong meminta pendapat, si pemuda Hwang lantas mengangguk.

"Kakak yakin?" Tanya Minhee memastikan

"Kenapa harus gak yakin?"

Minhee terdiam sesaat lalu menganggukkan kepalanya. Ia memakai jaketnya lalu berjalan mendekati Jaemin

"Dadda pulang dulu ya?" Ia mengelus lembut kepala Ryan, lalu tatapannya beralih kepada Jaemin "Kak aku pulang dulu, bye." Dikecupnya pipi sang kakak sekilas

Jaemin hanya berdehem pelan. Terdengar suara pintu yang terbuka lalu kembali tertutup, itu tandanya Minhee dan Yunseong sudah pergi dari sini. Perhatiannya beralih kepada Ryan yang tengah mengusakan wajahnya di dadanya

"Haus?" Tanya nya lembut

Sang putra mengabaikannya dan terus mengusak wajahnya di sana. Tanpa sadar Jaemin tersenyum. Tangannya bergerak mengelus kepala anak berusia tiga tahun itu dengan lembut

"Disitu udah gak ada susu lagi," ia terkekeh lalu membenarkan posisi Ryan. Sang putra nampak merengut ketika Jaemin memindahkan wajahnya dari dadanya

"Maafin muma ya. ."

Dan air matanya pun turun membasahi wajahnya. Untuk pertama kalinya sejak sekian lama, ia kembali menyebut dirinya muma kepada Ryan.

"Ryan mau susu?"

Ryan mengangguk, ia mengangkat wajahnya untuk menatap sang ibu. Namun ia nampak terkejut begitu melihat jejak air mata di pipi Jaemin. Ia mengulurkan tangannya hendak meraih wajah Jaemin

"Kenapa hm?" Tanya Jaemin lembut

Ryan justru menangis. Air matanya turun membasahi wajah mungilnya dan membuat Jaemin panik

"O-okay, ayo kita buat susu"

Jaemin menghapus jejak air matanya lalu memanggil Lami untuk membuatkan sebotol susu, sedangkan ia duduk di tepi ranjang dengan Ryan di atas pangkunnya

"Ini, tuan." Lami menyerahkan botol susu Ryan kepada Jaemin

Ceklek

Pintu terbuka, menampilkan Jeno dengan setelan kemejanya. Masih dengan surai blondenya, ia terlihat berkali lipat lebih tampan dari sebelumnya

Lami membungkuk kecil kepada Jeno lalu segera keluar dari ruangan itu.

"Sayang?"

Jaemin hanya berdehem kecil menyahuti Jeno, ia masih fokus kepada Ryan yang duduk di pangkuannya

"Minhee sama Yunseong kemana?" Tanya Jeno

"Aku suruh pulang, aku takut Minhee kecapean."

Jeno mendudukan tubuhnya di kursi yang ada di depan Jaemin. Ia mengadah untuk menatap Jaemin dan Ryan lalu tangannya terulur untuk mengelus kepala Ryan

Nikah MudaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang