Zaky terus mengetuk pintu kamar. Berharap Keyra membuka dan ia bisa menjelaskan semuanya. Namun, Keyra masih enggan membuka pintu. Suara benda pecah membuat Sela khawatir. Ia naik ke lantai atas dan memanggil suaminya.
"Mas, keluar dulu, Mas!" pinta Sela. Alan-suaminya-keluar dan menatapnya khawatir.
"Kenapa, Dek?"
"Keyra!"
....
"Keyra! Buka pintunya, Sayang. Mama mau jelasin semuanya," ucap Sela.
"Dia nggak bakal buka. Zaky, bantu papa dobrak pintunya!"
Zaky mengangguk, ia dan Alan mengambil ancang-ancang dan ....
BRAK!
Pintu akhirnya terbuka. Sela ternganga, dengan cepat ia mendekati Keyra yang terlihat tak berdaya.
"Keyra! Apa yang kamu pegang itu? Buang!" bentaknya ketika melihat Keyra memegang pecahan kaca. Zaky hendak mendekat tapi ditahan papanya.
Keyra mendongak, tatapannya kosong. Ia bagai kerasukan, bukan Keyra yang berdiri sekarang. Matanya memerah, pecahan kaca itu tersebar di sekelilingnya. Sela menangis khawatir, ia takut Keyra akan menyakiti diri sendiri.
Mental wanita itu sedang diuji. Keberadaan sang ibu yang tak tahu di mana. Rasa rindu teramat dalam pada sang ayah. Lalu ditambah perih luar biasa karena suaminya. Kebohongan itu lebih menyakitkan. Keyra terjebak dalam cinta yang palsu.
"Sayang, buang belingnya, nanti kamu luka," pinta Zaky khawatir. Keyra menatapnya tajam. Baru kali ini melihat sikap Keyra yang seperti dirasuki setan.
Zaky mendekat, berusaha meraih tangan istrinya.
"Mundur," ucap Keyra.
"Apa? Mundur?" tanya Zaky tak percaya.
"Mundur," kata Keyra sekali lagi. Kini, Sela benar-benar ketakutan. Ini bukan Keyra!
"MUNDUR!"
Alan menarik tangan Zaky. Meminta agar ia menuruti perintah Keyra. Saat ini istrinya sedang kacau, pikirannya kalut. Salah-salah bisa saja Keyra mencelakai dirinya sendiri. Bencana sudah ada di depan mata.
"Sayang? Kakak panggil aku 'sayang'?" Zaky bergeming. Ia tahu emosi Keyra akan meledak sekarang.
"Semuanya palsu! Gak ada aku di hati Kakak! Cuma ada Luna!"
"Keyra, denger mas du-"
"Apa lagi? Mau jelasin kalau Kakak cinta mati sama Luna? Kakak bohong, pembohong besar! Kakak bilang ciuman pertama itu aku, ternyata Luna," lanjut Keyra. Tak terasa ia meremas beling di tangannya dan darah menetes jatuh ke lantai.
Sela panik dan pergi mengambil kotak P3K. Alan dan Zaky berniat menenangkan tapi bagaimana? Keyra masih menggenggam beling itu.
"Key, buang belingnya! Mas nggak suka kamu nyakitin diri sendiri kayak gini!" bentak Zaky emosi. Keyra terkekeh, membuat dua lelaki di hadapannya keheranan.
"Gak suka? Bukannya Kakak gak peduli sama aku? Bukannya gak ada aku di hati Kakak? Terus buat apa aku hidup!"
"Akhhh!" pekik Keyra ketika beling itu semakin dalam menusuk telapak tangannya. Zaky panik dan langsung mendekati Keyra, tak peduli pecahan beling di sekitar istrinya. Ia meringis menahan sakit, demi menarik Keyra keluar dari kepedihan ini.
Keyra menangis, ia terduduk dengan darah yang masih mengalir. Sela datang sedikit terlambat. Ia langsung mencuci luka Keyra dengan air mineral. Menantunya hanya diam, tatapannya kosong dan hampa. Zaky berjongkok, mengelus kepala istrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mendiang [END]
RomanceTELAH TERBIT || Part Masih Lengkap! Plagiator Harap Menjauh! Pelajari undang-undang hak cipta agar Anda tidak dikenai sanksi. *** "Aku mencintaimu, tapi maaf. Keberadaan dia di hati untuk pertama kali belum bisa tersisih. Aku menyayangimu, tapi cint...
![Mendiang [END]](https://img.wattpad.com/cover/220718742-64-k677386.jpg)