Happy Reading!!
"Kok Raka lama banget ya?" pertanyaan itu keluar dari bibir Risna Dirgantara saat dia menyadari kalau putra bungsu nga belum terlihat sampai sekarang.
"Iya ya tan padahal dia bilang 'Otw' tapi sampai sekarang belum dateng juga" timpal Kenzo teman dari Raka begitupun dengan Kenzo. Sekarang mereka semua sedang berkumpul di Mansion Martadinata, Keluarga Dirgantara (keluarga Raka), Nugraha (keluarga Ezra), Keluarga Viandra (keluarga Edward) dan tanpa Tiffany sadari Papa Ed nya juga sudah berada disana karena mendapat Telpon tiba tiba dari Adiknya Lusi istri dari Tomi orang tua Kenzo dan Kenzi kalau Keluarga Martadinata mengajak untuk berkumpul, karena Edward adalah kakak dari Ayyana orang tua Rendra dan Varro, tentu mereka masih memiliki hubungan darah.
"OH! My God!" teriak Jonathan membuat semua orang terkejut dan melihat kearah pandangan Jonathan.
Disana Raka Berjalan dengan wajah yang ada lebamnya di beberapa bagian sambil menggendong seorang .... Perempuan?.
Sesekali Mereka melihat Raka menggerutu dan mendapat jitakkan di kening nya dari orang yang di gendong.
"Lo bisa diem gak sih?! Berisik!" ucap Perempuan yang ada di gendongan nya membuat perempuan itu memekik tertahan.
"Gue ntar jatoh bego!"
"Lo sih banyak bacot"
"Lo nya aja yang marah marah terus"
"Lo nya aja siapa suruh jitak gue"
"Muka lo ngeselin soalnya hehehe" ucap Tiffany mendapat tatapan tajam dari Raka, Tiffany yang tidak terima langsung menampar pipi Raka walau tidak keras tapi mempu membuat Raka tertoleh.
Karena Raka yang sudah tidak tahan dia mengerjai Tiffany dengan pura pura menjatuhkan tubuh Tiffany dilantai tapi belum sempat menyentuh lantai Tiffany mengeratkan Tangannya yang melingkar di leher Raka sambil berteriak.
"PAPA!!" teriak Tiffany membuat semua orang yang tadi diam memperhatikan langsung tersadar dan Arnold yang sadar Lebih dulu langsung berlari kearah Raka yang menggendong Tiffany dan langsung mengambil alih anak perempuan nya.
"Ini kamu kenapa?" pertanyaan itu keluar dari bibir Arnold saat Tiffany berpindah ke gendongan papanya.
"Kaki ku sakit" ucapnya pelan.
"Terus wajah kamu kenapa? Kamu juga Raka? Wajah kalian kenapa? Ya ampun Tiffany! Kamu mau bikin papa jantungan?!" pertanyaan bertubi tubi dari Arnold tak satupun Tiffany cerna dengan baik kecuali...
"Emang papa punya penyakit jantung?" pertanyaan itu meluncur dengan sempurna dan dibarengi dengan tatapan polos Tiffany membuat Arnold gemas ingin mencubit pipi Tiffany tapi diurungkan karena posisi nya sekarang tidak mendukung.
"Bi! Tolong ambilin kotak p3k!" seru Arnold dan langsung di turuti oleh Laila kepala pelayan Mansion Martadinata.
Arnold langsung membawa Tiffany duduk di sofa dan langsung membantu melepaskan jaket yang masih dia kenakan.
"Ya ampun kamu kenapa Re?!"
"Tiffany kamu kenapa bisa kayak gitu?"
"Ini kenapa bisa luka?"
"Kaki kamu kenapa?"
"Wajah kamu luka itu!"
"Muka lo udah jelek tambah jelek lo Fan!"
Oh Gosh! Kenapa mereka sangat cerewet?! Pertanyaan itu melintas di pikiran Tiffany saat melihat keluarga nya yang banyak bertanya.
"Aku gak papa" jawab Tiffany santai membuat Rendra yang tak tahan langsung melempari nya dengan bantal Sofa, membuat Tiffany meringis pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
La Vida [Completed✅]
Novela JuvenilSomeone said : "everything will change, just a matter of time" Kalian percaya dengan kalimat itu? "Semuanya akan berubah, hanya tinggal menunggu waktu" Hm.. Entahlah menurutku itu tidak hanya sebuah kalimat penyemangat belaka tapi sebuah harap...
![La Vida [Completed✅]](https://img.wattpad.com/cover/192963610-64-k102225.jpg)