Happy Reading!!!
"Lo mending pulang kasih tau orang rumah sekarang Grac" seru Arsen membuat Gracie menggeleng kepalanya takut.
"Gue takut pergi sendiri..hisk.. Gimana ini?" tanya Gracie membuat Arsen semakin bingung, Mobil yang dikendarai orang orang itu masih terlihat di penglihatan nya, berarti masih ada kesempatan untuk mengikuti mereka.
"Gracie. Liat gue! Gue percaya kalau lo bisa, lo bisa bawa Mobil kan?" tanya Arsen yang langsung diangguki Gracie.
"Jadi gue harap lo bisa pulang kasih tau orang tua lo tentang ini, kasih tau keluarga Lo. Tenang tenang rileks Okay. Tarik nafas, Keluarin. tarik Nafas kaluarin.. Coba ulang biar lo bisa tenang" seru Arsen sesekali masih melirik kearah Mobil yang semakin menjauh itu.
"Sekarang udah tenang kan? Gue bakalan kejar mobil itu dan sekarang lo pulang. Kasih tahu keluarga lo. Gue yakin lo bakalan sampai dengan selamat" ucap Arsen sambil membimbing Gracie untuk duduk di kursi pengemudi mobilnya.
"Inget kata kata gue, jangan terlalu buru buru Okay! Masih ada gue yang bakalan kasih kabar" lanjutnya yang dijawab anggukan oleh Gracie.
Meliha itu Arsen langsung berjalan kearah Mobil Jordi dan langsung mengendarai nya dengan kecepatan tinggi menyusul kedua Mobil yang membawa Tiffany dan Jordi.
Di dalam Mobilnya Gracie mencoba untuk tetap tenang walau air mata terus mengalir di pipinya. Setelah beberapa lama Gracie bernafas lega saat sudah sampai di depan Mansion Martadinata, melihat beberapa Mobil yang terparkir di halaman mansion membuat nya yakin kalau Seluruh keluarga besarnya sedang berkumpul karena hati ini adalah Hari ulang tahun Opa mereka.
Tidak mau berlama lama Gracie langsung berlari kedalam Mansion dengan penampilan yang acak acakan serta Noda darah yang ada di bajunya membuat Penampilan nya semakin Kacau.
"PAPA?!"
"PAPA!" panggil Gracie saat sudah sampai di dalam Mansion besar itu.
"PAPAA..HIKS PAPA?!" teriak Gracie mampu membuat semua orang yang ada di ruang keluarga langsung berhamburan keluar.
"Gracie yaampun kamu kenapa nak?!" panik Mario saat melihat keadaan putrinya yang tak karuan.
"Gracie kamu kenapa sayang?!" tanya Hanna melihat putrinya.
"Papa m..aaf.. Maaf.." ucap Gracie sambil sesenggukan karena Tangisnya.
"Maaf kenapa? Kamu kenapa sayang? Bilang sama papa siap yang nyakitin kamu?! Ini ada noda darah di baju kamu apa yang terjadi?!" tanya Mario khawatir melihat anak nya yang semakin menangis histeris.
Gracie tidak menjawab dan malah melangkah kearah Arnold dan langsung menggenggam tangan Om nya itu.
"Maaf Om..Hiks..Maafin Gracie hiks... Maaf" ucap Gracie membuat Arnold dan yang lain mengernyit bingung.
"Kamu kenapa hm? Tenaga dulu tenang.. Bicara baik baik ya.. tenangin diri kamu" seru Arnold membuat Gracie sedikit demi sedikit sudah bisa menguasai dirinya.
Arnold yang melihat itu langsung membimbing Gracie menuju Ruang Tamu dan mendudukannya disana diikuti keluarga nya yang lain.
"Kamu kenapa? Cerita sama kita, jangan bikin orang khawatir ya?" ujar Renata yang duduk disamping Gracie.
"Maafin aku om..maaf" ucapnya.
"Kamu minta maaf kenapa? Hm? Bilang sama Om" tanya Arnold membuat Gracie semakin takut.
"Jangan Takut. Ayo cerita mungkin kita semua bisa bantu" ujar Ronald melihat raut ketakutan dari Gracie.
"Itu darah siapa? Apa kamu luka?" tanya Claudia membuat Gracie menggeleng
KAMU SEDANG MEMBACA
La Vida [Completed✅]
Fiksi RemajaSomeone said : "everything will change, just a matter of time" Kalian percaya dengan kalimat itu? "Semuanya akan berubah, hanya tinggal menunggu waktu" Hm.. Entahlah menurutku itu tidak hanya sebuah kalimat penyemangat belaka tapi sebuah harap...
![La Vida [Completed✅]](https://img.wattpad.com/cover/192963610-64-k102225.jpg)