Happy Reading!!!
Sudah 5 bulan semenjak kejadian itu dan dokter yang merawat Tiffany menyatakan kalau perempuan itu mengalami Koma dan sampai sekarang belum terbangun.
Selam 5 bulan itu pula keluarga nya bolak balik Ke rumah sakit dan tidak jarang mereka menginap, walau keadaan Tiffany sudah membaik seperti lebam dan luka di sekujur tubuhnya sudah perlahan lahan menghilang tapi tidak membuat perasaan mereka tenang karena Tiffany yang tak kunjung bangun.
Sikap Renata dan Hardi masih saja dingin terhadap Tiffany membuat yang lain marah terutama Jordi yang sudah mengetahui segalanya tapi dia belum sama sekali menceritakan tentang kejadian itu setelah dia sudah dinyatakan sembuh oleh dokter, ada perasaan ragu menyelimuti nya saat ingin menceritakan semua nya, dia harus menanyakan nya kepada Tiffany terlebih dahulu sebelum bertindak.
Tidak hanya keluarga Tiffany bahkan teman teman Tiffany juga sering mengunjungi nya termasuk Fabian, Denis, Brian, Ezra, Rendi, Ari dan sinta begitupun teman sekolahnya. Mengetahui kalau Sebastian dan Satria juga ikut campur dalam hal ini membuat mereka semua marah atas ulah Mantan temannya itu.
Seperti sekarang beberapa saat yang lalu mereka semua pulang kerumah masing masing karena hari sudah menjelang malam.
"Fanny.. Kapan lo bangun sih? Ya ampun gue kangen loh. Gue gak punya temen bercanda lagi, kalo sama Joshua gak asik, sama Varro juga, bang Rafael sibuk sama kuliah nya. Masa lo tega biarin gue main sendiri kan gak asik" celotehan Jonathan mengisi ruangan yang sunyi itu, walau sebenarnya dia sangat terluka saat melihat keadaan Tiffany sekarang tapi dia tidak mau menunjukkan nya karena itu hanya akan memperkeruh suasana.
"Lo juga kan harus sekolah, masa lu tidur terus! Lo mau gak naik kelas apa?! Eh nggak deng lo kan pinter ya jadi gampang. Tapi kan lo harus bangun baru bisa naik kelas! Bangun dong kasian gue nih. Lo juga pernah janji mau bonceng gue pake si seksi itu masa lo gak mau nepatin janji sih! Gue gak punya sodara lemah ya? Inget itu! Dan lo bilang kalo lo paling benci dibilang lemah tapi sekarang apa? Lo lemah fan! Makanya kalo gak mau gue bilang lemah cepet bangun dong!" tidak ada respon hanya suara alat penunjang kehidupan yang terdengar membuat Jonathan menelusupkan wajahnya diantara lipatan tangan nya yang menggenggam tangan Tiffany.
Sesaat kemudian suara isakan terdengar dari Jonathan membuat keluarga nya yang lain terutama para perempuan disana tak kuasa menahan tangisnya. Varro dan Joshua juga tidak mampu menahan tangisnya membuat mereka juga ikut menangis.
Dan malam itu kembali seperti malam malam sebelum nya dimana hanya di isi oleh kesunyian dan berakhir dengan tangisan pilu yang saling bersautan, menangisi seseorang yang masih belum mau membuka matanya sampai detik ini.
🍁🍁🍁
Kantin SMA Gemilang penuh dengan siswa siswi yang menikmati waktu istirahat mereka dengan mengisi perut masing masing, begitupun dengan Raka dkk.
"Gak nyangka gue njir!" celetuk Reyhan.
"Apa?" tanya Dion.
"Satria orang nya kayak gitu, diliat liat sih kayak anak baik baik tapi ternyata.. Tau lah" ujarnya membuat yang lain mengangguk.
"Bener ya kata orang. Jangan liat sesuatu dari cover nya aja" timpal Teressa.
"Beda di depan beda di belakang. Baru ketemu gue orang yang katakan gitu"
"Gue gak nyangka dia sodaraan sama Sebastian, mereka sama sama mau ngejatuhin Tiffany"
"Iya! Gosip nya udah tersebar luas njir! Temen temen nya Tiffany aja pada gak nyangka"
"Bisa diem gak?" ucap Jordi dingin membuat mereka semua merapat kan bibirnya menyadari pembicaraan sensitif untuk anak anak keluarga Martadinata itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
La Vida [Completed✅]
Fiksi RemajaSomeone said : "everything will change, just a matter of time" Kalian percaya dengan kalimat itu? "Semuanya akan berubah, hanya tinggal menunggu waktu" Hm.. Entahlah menurutku itu tidak hanya sebuah kalimat penyemangat belaka tapi sebuah harap...
![La Vida [Completed✅]](https://img.wattpad.com/cover/192963610-64-k102225.jpg)