"Felix, ngapain kamu?"Felix menoleh ke arah sumber suara. Di tatapnya seorang laki-laki tampan yang berdiri di belakangnya.
"Pulang." Jawab Felix singkat.
Baekhyun tertawa hambar, "Pulang katamu? Memangnya dimana rumahmu? Kau itu tinggal disini, ya ini rumahmu." Jelas Baekhyun sambil tangan berkacak pinggang.
Felix menghembuskan nafas kasar. Bangkit dari tempatnya setelah selesai mengikat sepatu, lalu berbalik menghadap Baekhyun.
"Tahu nggak? Dari awal aku nggak pernah mau buat masuk ke kehidupan Cathrine. Dari awal aku nggak mau nyakitin dia. Kenapa harus aku?! Kenapa tidak kamu saja?!" bentak Felix yang hanya dibalas tawa dari bilah Baekhyun.
"Sejak kapan seorang vampire punya hati nurani? Sejak kapan vampire punya rasa tidak tega?" Baekhyun berjalan mendekat. "Ingat tugasmu." Jari telunjukknya menunjuk ke arah dada Baekhyun. "Kalau kau tidak ingin kepalamu di penggal dan tubuhmu dibakar sia-sia, selesaikan tugasmu." Baekhyun berjalan mundur. "Bawa Cathrine, dan suguhkan darahnya untuk yang mulia." Setelah berucap seperti itu, Baekhyun pergi meninggalkan Felix yang mengepalkan tangannya erat.
Dari awal, tugas yang tak pernah diinginkan Felix. Memburu seorang yang ternyata mampu meluluhkan hatinya. Ia sendiri bahkan bingung, kenapa ia harus tak tega pada Cathrine? Kenapa ia harus iba pada gadis itu?
Jawabannya adalah, hatinya.
Felix menaruh hati pada gadis dengan darah setengah vampire itu.
Apa perasaan Felix sah dan pantas di perjuangkan?
Tentu.
Karena mereka masih mempunyai garis keturunan yang sama.
Berdarah vampire.
***
Cahaya matahari memaksa masuk menyapa retina Nadine. Samar-samar, gadis itu membuka paksa matanya.
Lenguhan pelan terdengar dari bilah bibir gadis itu.
Mata yang terpejam memaksa terbuka. Sedikit berat namun berhasil menyesuaikan dengan bias cahaya.
"Nadine.." Suara lembut menyapa gendang telinga.
Satu hal yang ditangkap retina Nadine kala matanya berhasil terbuka sempurna. Raut wajah bahagia kedua orang tuanya.
"Nak, kamu sadar..." Sang ayah ikut menyambut anaknya.
Nadine terdiam sesaat.
Sadar?
Maksutnya sadar apa?
Tangan kiri yang terasa linu, juga kepala yang terasa pening. Nadine mengangkat tangan kirinya guna mengusap kepala yang teramat pening.
Namun satu objek panjang menjadi penghambat elusan kepalanya.
Selang infuse tertancap sempurna di pergelangan tangan Nadine, juga kepala yang terlilit perban.
Nadine, di rawat di rumah sakit.
"A-apa ini?" Tanya Nadine di tengan keterkejutannya.
"Kamu kecelakaan nak." Jelas sang ayah.
Mata Nadine menatap ayah dan ibunya dalam. Tatapan yang sebenarnya menuntut banyak penjelasan.
Helaan nafas terdengar pelan. Ibu Nadine duduk di kursi dan mengelus pelan lengan anaknya yang terbebas dari infuse.
"Kamu dirawat dua minggu di rumah sakit. Kemarin, pas kamu pamit mau liburan, mobil kamu tabrakan di persimpangan kota. Kamu nggak sadar padahal kata dokter lukamu nggak parah. Tapi sekarang, ibu sama ayah lega, kamu sudah sadar nak."

KAMU SEDANG MEMBACA
Are You Human? #TaehyungKim ✔
FantasyTAMAT. ✔ Pembaca diharap bijak!!! Beberapa scene mungkin kurang nyaman untuk beberapa pembaca. *** "Aku tahu dibalik dunia yang nyata, pasti ada dunia yang tidak nyata. Tempat berkumpulnya makhluk makhluk yang hanya ada di dalam novel maupun film...