32. Purple Light

865 126 15
                                    

Cathrine meletakkan tubuh Hobi disamping tubuh Taehyung. Makhluk itu kemudian berdiri dengan mata sembab dan isakan yang masih terdengar. Menatap nyalang ke arah Raja vampire yang berdiri menjulang dengan angkuh dan sombong.

“Beraninya cecunguk lemah seperti mu membinasakan orang-orangku! Apa kau berharap kau akan menang?! Apa kau fikir ini sudah akhir dari semuanya?!” Amarah Cathrine meluap lebih besar dari sebelumnya.

Raja vampire tertawa. “Anak kecil sepertimu bukanlah suatu halangan untukku.” Ucapnya sombong yang membuat Cathrine semakin marah.

Saat Cathrine hendak melayangkan pukulannya, liontinnya kembali memancarkan sinar. Kali ini, hanya cahaya biru yang bersinar.

Sebisa mungkin Cathrine mencoba untuk tenang, memahami cahaya biru yang terus bersinar dari liontinnya. “Ibu,” Bisik Cathrine pelan. Satu air mata kembali lolos.

Cathrine menoleh ke arah tanah hitam bekas abu ayahnya dan tulang belulang milik ibunya. Kemudian, ia menoleh ke arah Taehyung dan Hobi yang terbujur tak berdaya. Hati Cathrine rasanya seperti di remat. Harusnya, mereka semua membenci Cathrine. Harusnya tipu daya yang selama ini Cathrine ciptakan membuat mereka semua membencinya dan menjauh dari pertarungan mematikan ini. Tapi kenapa justru mereka ada disini bersama Cathrine?

“Aku tidak akan gagal demi kalian.” Lirih Cathrine sembari menjatuhkan tatapannya ke kedua telapak tangannya.

Cathrine menengadah. Menatap nyalang ke arah Raja vampire. Bola mata Cathrine berubah merah. Taring yang selama ini sembunyi muncul bersamaan dengan perubahan bola matanya.

Makhluk itu mendesis pelan, “Vampire harus dilawan dengan vampire.” Ucapnya lalu mengambil ancang-ancang untuk berlari.

Tak berbeda dengan Cathrine, Raja vampire juga berlari ke arahnya hingga keduanya saling memukul satu sama lain. Cathrine berguling di atas tanah, pun sang Raja menabrak pohon yang ada di belakangnya.

“Sekarang.” Ucap Cathrine lagi pada dirinya sendiri.

Larinya semakin berpacu hebat. Saat jarak Raja vampire tak jauh darinya, Cathrine melompat ke udara dan menendang dagu Raja vampire dengan mulus.

Tak mau menyia-nyiakan keadaan, Cathrine kembali berlari dan menendang dada Raja vampire. Sayang, Raja vampire berhasil menghindar.

Pukulan di punggung secara tiba-tiba membuat Cathrine ambruk. Raja vampire berlari dan mengunci leher Cathrine. Tak mau mati sia-sia sebelum semuanya kembali normal, Cathrine membalikkan badannya dan berakhir keduanya saling membelakangi dan mengunci kepala lawan masing-masing.

Cukup sakit bagi Cathrine, tapi sangat menyakitkan untuk Raja vampire.

“K-kau a-akan ma-mati.” Ucap raja vampire terbata, membuat Cathrine tersenyum dalam ke sakitannya. “Ja-jangan mim-pi.” Balas Cathrine sama terbatanya.

Di atas sana, di udara, Cathrine melihat sinar berwarna kemerahan. Bukan, itu bukan sinar matahari, melainkan tongkat api yang ditendang Taehyung ke udara.

Cathrine hanya bisa berharap sekarang. Berharap agar tongkat itu bisa membantunya. Tongkat itu terus turun ke bawah mengikuti gravitasi bumi. Memanfaatkan waktu tongkat itu sampai di atas tanah, Cathrine terus mengunci leher Raja vampire dan semakin menariknya ke arah depan. “Ayo putus.” Bisik Cathrine dalam hati.

Felix bisa musnah karena kepalanya yang putus dari leher dan kedua anggota tubuh terpisahnya terbakar. Maka Raja vampire, harus di putus kepalanya dan di bakar agar bisa musnah selamanya.

Tarikan keduanya semakin kuat. Kepala siapa yang akan putus pertama kali?

Disaat keduanya asik tarik menarik kepala, keadaan disekitar keduanya berubah. Tebing tempat dimana John dan Arneita mati berubah menjadi tempat dimana banyak kaum fairy dan kaum vampire saling bertarung.

Are You Human? #TaehyungKim ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang