5.
Sorry, for late up
Happy reading guys, sorry for the typo
Aku melirik ke arah jam dinding.
00.35.
Tengah malam rupanya,.
Tapi kenapa aku disini.,?
Harusnya kan aku dikamar bersama Popo.
Eh, tunggu..,
Popo dimana.,?!!
Segera aku berlari, membuka seluruh pintu sambil memanggil-manggil Popo. Badan mungilnya tak ada dimanapun.
Di tengah kepanikanku, aku melihat pintu utama ku belum tertutup sama sekali. Hah, aku panik. Segera ku berlari menuju ke luar, tanpa jaket atau persiapan apa-apa.
Ku panggil dia, namun tak ada apa-apa hanya jalanan sepi nan gelap. Aku menyerah, aku akan mencari nya besok.
^^^^^^^
Pagi harinya, di depan rumahku bahkan sudah berdiri dua pemuda tampan. Dengan kedua tangan mereka berisi belanjaan yang cukup banyak kurasa.
Mereka, Matthew dan Alec.
" hehehe, Hai, Sam.." ucap si rambut coklat. Yup matthew.
"Tadi malam, alpha berkata jika kau memberinya Sosis,dan..."
"APA.,? POPO BISA BICARA.,?" sambarku sebelum si Alec selesai berbicara.
"Eh, maksudnya kami melihat, ada bekas sosis di moncong nya. Jadi kami menyimpulkan nya sendiri.."
Kini Matthew kembali berbicara,
"Astaga, aku kaget, " ucapku sembari mengelus dada.
"Jadi, kenapa kalian bisa tau dimana aku tinggal.,? Dan, apakah Popo, tadi malam pulang ke rumah kalian.,?" Tanyaku lagi.
" ya, Popo memang pulang semalam," Matthew yang berbicara.
"Lagi pula, kan Dia sendiri yang bilang pada kami dimana rumahmu.." si Alec kembali membuka mulut.
" Hei, bagaimana bisa dia bilang.,?" Aku mulai cemberut, tampaknya si Alec ini mempemainkanku.
" eh, MAKSUDNYA., kami tentu meletakkan pelacak padanya, jadi kami jelas tau kemana dirinya pergi, bukankah itu sama dengan dia menunjukkan dimana rumahmu.." ucapnya namun, ada beberapa penekanan.
Namun matanya tak lepas memandang sengit Alec.
" oh, begitu..." ujarku.
" oiya Sam, ini kami membelikan ini untukmu, anggap saja sebagai bingkisan terima kasih karena kau telah menolong Popo."
Lagi-lagi, Matthew yang berbicara, si pria tampan berambut coklat dan bermata biru ini, jelas tidak terlalu bersemangat, namun masih dalam taraf sopan. Tidak seperti pria tampan di sebelahnya, yang berambut hitam dan bermata hitam pula. Ceplas-ceplos sekali.
Sempat kupikir mereka bersaudara, namun fisik mereka sangat lah berbeda. Warna rambut, iris mata, sifat mereka juga sangat bertolak belankang. Jadi apa hubungan mereka.? Masa sih, mereka adalah sepasang kekasih.? Okay, otakku cukup sampai disini.
"Kami harus segera pergi Sam, semoga harimu menyenangkan.." ucap Matthew saat aku sudah menerima bingkisan dari mereka, hei ini berat.
" oiya, trimakasih yaaaaa.., semoga hari kalian lancar sesuai jadwal hehehe.."
"Byee saaammm, jangan terlalu sering makan mi instant yakkkk.." kali ini si rambut hitam yang mengatakannya.
Nanti, ? Bagaimana dia bisa tau aku sering makan mi instant ?
KAMU SEDANG MEMBACA
Eclipse (HIATUS)
FantasyKetika obsesi menggelapkan hati. Dan balas dendam yang berkedok patah hati, membuat ilusi tentang kebahagiaan abadi. Tak akan pernah tercapai. Karena sang kekasih mati. "Ku kira kau alasanku tersenyum di setiap hariku, alasanku, menyalahkan malam y...
