8.

53 4 0
                                        

8.
Very slow up yak..
Hallo guys Da up nih, happy reading jangan lupa voment
And sorry for the typo.
Love you.

Maap pemulisnya ngapak aposeh, gaje Da tuh.



Aku hanya memandangi sesosok dewa yang tertidur di hadapanku. Hidung mancung nya, rahang tegasnya, rambut hitam legam nya, astaga.

Alis rapi yang tebal, bulu mata yang lentik. Kulit yang walaupun tidak putih, tapi kuyakin sangat mulus. Menambah kharismanya

Benar-benar sosok dewa yang turun dari khayangan.

" setengah sembilan itu, dia sudah harus bangun. Atau aku harus mulai  membangunkannya ?"

Aku bingung.

"Ah, masih ada sisa 10 menit. Tadi, paman supir bikang harus di bangunkan setengah sembilan. Okay, akan ku bangunkan jam segitu. Okay Sam, jangan gugup."

Aku hanya berdiri satu meter dari ranjang besar itu, memandangi kamar. Yang sangat besar itu. Hampir seperti kamarku di Kastil Letta.

Ah, Letta, cepatlah ketemu gadis, gembul ini merindukanmu.

Ada Sebuah pintu di sebelah kepala ranjang  mungkin itu toilet, pikirku.

Sebuah lampu meja, yang masih menyala di meja sebelah kepala si pemilik kamar. Jendela besar yang masih tertutup gorden tebal terletak di sebrang ranjang di hadapanku. Jaraknya mungkin dua meter.

Ada sebuah pintu lagi ternyata, dis sebrang pintu di sebelah ranjang. Mungkin itu kantornya,. Mengingat Di Kamar Mike ada sebuah kamar, yang ternyata adalah sebuah kantor pribadi. Dia adalah seorang direktur dari perusahaannya Letta.

Ah, kamar ini jelas sangat besar. Rak buku gantung sangat mendominasi.

Sungguh, pasti merepotkan membersihkan kamar ini saja.

Beberapa furniture mewah, yang sering aku lihat di rumah Letta.

Dan aku tiba-tiba mengingat ketika paman supir memasuki pagar, halaman depannya saja sepanjang lapangan bola.

Oh, tuhan, entah kenapa jiwa miskinku meronta-ronta.

Pandanganku beralih ke sesosok mahluk tuhan yang dengan segala kesempurnaanya. Di terbaring menghadapku. Eh, aku memunggungi pintu masuk. Jadi bisa di simpulkan dia menghadp ke pintu masuk. Seperti semua individu yang ada di dunia ini, selalu,berbaring menghadap ke pintu masuk. Atau hanya aku saja.,?

Aku memandang wajahnya ketika mataku terpaku pada sarung bantalnya. Sutra kurasa. Entah kenapa hatiku sesak. Mewah sekali..

Waktu di tabku, menunjukkan pukul 08.27.

"Apa kubangunkan sekarang saja ya ,?"

Dan ku putuskan iya.

"Sir, bangun.."

Dan bahkan dia tak bergerak sama sekali. Aku tak berani menyentuhnya.

"Permisi, Sir bangun..."

Kimi kudekatkan wajahku padanya, aku tahu batasannya, tak dekat dekat amat. Mungkin berjarak setengah meter dari wajahnya. Kali ini dia langsung membuka matanya.

Dan astaga, matanya hijau ,? Tampan sekali. Ku rasa aku tak memperhatikan nya ketika pertama kali bertemu.

"masih KURANG TIGA MENIT dari jam setengah sembilan." Katanya tegas. Bangun dari tidurnya. Masih duduk dikasur, dadanya menghadapku astaga. Dia tak mengenakan bajunya.

Eclipse (HIATUS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang